Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EMBENTUKAN KADER REMAJA SEHAT JIWA DI SMPN GUNA PENCEGAHAN MASALAH KESEHATAN JIWA PADA REMAJA Ramaita Ramaita; Aulia Asman; Reska Handayani; Bunga Permata Wenny; Anggra Trisna Ajani; Milya Novera; Sri Burhani Putri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.19528

Abstract

Abstrak: Gangguan kesehatan jiwa adalah penyebab utama kecacatan pada generasi muda diseluruh dunia. Prevalensi permasalahan kesehatan jiwa dikalangan remaja meningkat seiring bertambahnya usia. Masa transisi perubahan remaja yang membingungkan, membuat remaja terpapar dengan berbagai stressor. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan keterampilan deteksi dini masalah kesehatan jiwa remaja dan keterampilan manajemen stress remaja kepada kader remaja sehat jiwa di sekolah menengah pertama negeri (SMPN) 4 VII Koto Sungai Sariak Padang Pariaman guna pencegahan masalah kesehatan jiwa pada remaja. Sasaran utama adalah siswa SMPN 4 VII Koto Sungai Sariak berjumlah 30 orang. Metode kegiatan dengan memberikan pelatihan tentang deteksi dini masalah kesehatan jiwa menggunakan intrumen pelaporan mandiri kesehatan remaja IDASS-Y dan workshop manajemen stress pada remaja. Evaluasi kegiatan menggunakan kuisioner pre dan post-test terkait keterampilan siswa dalam melakukan deteksi dini masalah kesehatan jiwa remaja dan manajemen stress. Setelah pelatihan sebagian besar keterampilan kader remaja sehat jiwa mengalami peningkatan. Keterampilan deteksi dini masalah kesehatan jiwa remaja meningkat menjadi 73,3%, Keterampilan teknik nafas dalam meningkat menjadi 100%, keterampilan teknik distrasi meningkat menjadi 86,7%, keterampilan teknik hypnosis 5 jari meningkat menjadi 93,3%, dan keterampilan teknik spiritual meningkat menjadi 83,3%. Kesimpulan: kader remaja sehat jiwa yang telah dibentuk memiliki keterampilan dalam kategori baik.Abstract: Mental health disorders are the main cause of disability in young people throughout the world. The prevalence of mental health problems among adolescents increases with age. The transition period of adolescent change is confusing, exposing teenagers to various stressors. This activity aims to provide training in early detection skills for adolescent mental health problems and adolescent stress management skills to mentally healthy adolescent cadres at state junior high school (SMPN) 4 VII Koto Sungai Sariak Padang Pariaman in order to prevent mental health problems in adolescents. The main target is 30 students of SMPN 4 VII Koto Sungai Sariak. The activity method is to provide training on early detection of mental health problems using the IDASS-Y adolescent health self-reporting instrument and stress management workshops for adolescents. Evaluation of activities using pre and post-test questionnaires regarding students' skills in early detection of adolescent mental health problems and stress management. After training, most of the skills of mentally healthy youth cadres have improved. Early detection skills for adolescent mental health problems increased to 73.3%, deep breathing technique skills increased to 100%, distraction technique skills increased to 86.7%, 5 finger hypnosis technique skills increased to 93.3%, and spiritual technique skills increased to 83.3%. Conclusion: the mentally healthy youth cadre that has been formed has skills in the good category.
Asuhan Keperawatan Pasien Stroke Tn.D Usia 75 Tahun Dengan Tindakan Keperawatan Range Of Motion (Rom) Di Wilayah Kerja Puskesmas Gunung Kota Padang Panjang Rosa Fitri Amalia; Weni Lidya Handayani; Hendrawati Hendrawati; Ridhyalla Afnuhazi; Ramaita Ramaita
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 20, No 2 (2026): Vol 20 No. 02 JANUARI 2026
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v20i2.7632

Abstract

Stroke adalah kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke otak mengalami gangguan atau berkurang akibat penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah. Berdasarkan data dari Puskesmas Gunung Kota Padang Panjang didapatkan Pasien yang mengalami stroke pada tahun 2024 adalah sebanyak 40 orang. Tujuan penulisan ini adalah untuk menerapkan asuhan keperawatan pada Tn.D dengan Stroke di Sago yang meliputi pengkajian, intervensi, implementasi, evaluasi, dan dokumentasi keperawatan dengan memfokuskan pada penerapan strategi pelaksanaan terapi fisik yaitu tindakan Range Of Motion (ROM). Asuhan Keperawatan dilakukan pada Tn.D dengan menggunakan metode wawancara dan observasi. Setelah dilakukan Asuhan keperawatan diagnosa keperawatan yang muncul pada Tn.D adalah gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan gangguan neuromuskular, gangguan komunikasi verbal berhubungan dengan penurunan sirkulasi serebral, defisit perawatan diri berhubungan dengan gangguan muskuloskeletal, defisit pengetahuan berhubungan dengan kurang terpapar informasi. Berdasarkan hasil pengkajian yang telah dilakukan pada Tn.D setelah diberikan tindakan Range Of Motion (ROM) selama 4 hari didapatkan hasil evaluasi yang disimpulkan bahwa pada Tn. D masalah yang timbul sudah mulai teratasi. Diharapkan Tn.D atau keluarga agar lebih disiplin lagi dalam menerapkan intervensi yang telah penulis edukasikan sehingga dapat meminimalkan berkembangnya angka kejadian dan resiko yang mungkin terjadi dan mempertimbangkan berbagai masalah fisik maupun psikososial yang akan dihadapi oleh pasien.Kata kunci           : Asuhan Keperawatan, Stroke, Range Of Motion (ROM)