Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Kampung Wisata Tenun Khatulistiwa Melalui Hibah Dan Pelatihan Mesin Penggulung Benang Tenun Berbasis Teknologi Tepat Guna Famelga Clea Putri; Tri Wahyudi; Eka Priadi; Silvia Uslianti; Ratih Rahmahwati
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2025): November 2025 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v5i6.929

Abstract

Kampung Wisata Tenun Khatulistiwa di Jalan Khatulistiwa, Gang Sambas Jaya, Pontianak Utara, merupakan destinasi budaya yang tumbuh dari kreativitas masyarakat dalam melestarikan seni tenun tradisional khas Sambas dan corak insang khas Pontianak. Sejak diresmikan pada akhir 2018, kawasan ini menunjukkan geliat ekonomi lokal berbasis kearifan lokal, dengan lebih dari 50 pengrajin dan 17 rumah yang memiliki alat tenun sendiri. Meski demikian, proses produksi tenun masih dilakukan secara manual, termasuk dalam penggulungan benang yang memerlukan waktu dan tenaga ekstra. Oleh karena itu, diperlukan intervensi teknologi tepat guna berupa mesin penggulung benang tenun tenun yang dapat meningkatkan efisiensi kerja, produktivitas, dan kualitas hasil tenun. Hibah yang diberikan adalah mesin penggulungan benang dan pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan efisiensi proses penggulungan benang, pengurangan beban kerja manual, dan percepatan waktu produksi kain tenun. Pengrajin memberikan keterangan bahwa produktivitas meningkat ±30% dibandingkan metode tradisional Tarau, sementara kualitas hasil gulungan benang menjadi lebih rapi dan konsisten. Selain itu, kegiatan ini mendorong peningkatan semangat dan motivasi perajin dalam melestarikan warisan budaya tenun, sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan melalui kapasitas produksi yang lebih besar.
Community Empowerment Through the Application of Hygienic Processed Food Technology on Lemukutan Island Tri Wahyudi; Eka Priadi; Silvia Uslianti; Ratih Rahmahwati; Famelga Clea Putri
Jurnal IPTEK Bagi Masyarakat Vol 6 No 2 (2026)
Publisher : Ali Institute of Research and Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55537/j-ibm.v6i2.1724

Abstract

This community-service program strengthened the capacity of the Bunga Pala Business Group on Lemukutan Island, West Kalimantan, in hygienic food processing and the use of appropriate technology. Twenty members participated in training, technology transfer, production assistance, and the provision of a chopper, vacuum sealer, and digital scale. Evaluation used pre- and post-activity assessments on food hygiene, equipment operation, raw-material standardization, and packaging. Improvements were recorded for food-hygiene knowledge (42% to 87%), vacuum-sealer operation (18% to 91%), raw-material standardization (35% to 85%), packaging techniques (30% to 90%), and chopper operation (20% to 88%). The equipment also shortened one production batch from approximately 30 to 15 minutes and increased the amount processed from about 5 to 7 kg per batch. The program indicates that participatory training combined with appropriate technology can improve production consistency, packaging quality, and the operational capacity of small-scale food businesses.