Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Pemanfaatan Fly Ash dan Bottom Ash Sebagai Adsroben dalam Menurunkan Parameter COD dan BOD pada Limbah Cair Tahu Risti Ristianingsih Badu; Wiwin Rewini Kunusa; Nur Inda R. Umadji; Mulyani Zahra Paramata; Anisyah A. MS. A
Jurnal Serambi Engineering Vol. 10 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The demand for clean water in Indonesia has been steadily increasing, but water pollution from industrial wastewater, especially from tofu production, remains a significant challenge. This study investigates the potential of fly ash and bottom ash as adsorbents to reduce chemical oxygen demand (COD) and biochemical oxygen demand (BOD) in tofu wastewater. Laboratory experiments were conducted with different adsorbent doses of 25, 50, and 75 grams. The adsorption process involved stirring the samples for 60 minutes, followed by a sedimentation period of 120 minutes. The results showed that fly ash was more effective than bottom ash in reducing COD and BOD levels. At a dose of 75 grams, Fly Ash achieved a 72% reduction in COD (from 0.8672 mg/L to 0.2438 mg/L) while Bottom Ash resulted in a 68% reduction with a final COD concentration of 0.2735 mg/L. A similar pattern was observed in the reduction of BOD. These results indicate that both fly ash and bottom ash can be effective and environmentally friendly alternatives for the treatment of tofu wastewater.
Analisis Dentitas Bakteri Pada Serasah Mangrove Jenis Rhizophora Di Desa Maleo Kec Paguat Kab Pahuwato Tri Widya R. Ningsih; Nur Inda R. Umadji; Mohamad Rifky Lahuding; Milsa Pambi; Rahmatia Nusi; Yuliastri Sugeha
Journal of Environmental Engineering Research Vol. 1 No. 1 (2023): Journal of Environmental Engineering Research
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi - Universitas Nahdlatul Ulama Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mangrove merupakan salah satu ekosistem yang penting di wilayah pesisir dan laut yang memiliki fungsi ekologi, ekonomi dan social budaya fungsi ekologi ekosistem mangrove adalah sebagai habitat bagi berbagai biota perairan yaitu menjadi tempat pemijahan (spawning ground) daerah asuhan (nursey ground) juga tempat mencari makan (feeding ground) tujuan penelitian ini untuk mengetahui bakteri pada serasah mangrove jenis rhizophora jenis penelitian ini adalah deskriptif (survey lapangan) untuk mengetahui dentitas bakteri pada serasah daun mangrove jenis rhizophora sp yang ada di pesisir pantai di desa maleo kec paguat kab pohuwato hasil dari laboraorium untuk bakteri pada serasah daun dengan jumlah 7.071 menunjukkan bahwa serasah daun tersebut mengandung banyak bakteri. Banyaknya bakteri pada serasah daun juga dikarenakan serasah daun mengandung berbaagai macam nutrisi seperti karbohidrat, protein, lemak dan mineral. Nutrisi-nutrisi ini merupakan sumber makanan yang baik bagi bakteri. Selain itu sersah daun juga mengandung air, yang juga dibutuhkan oleh bakteri untuk bertahan hidup.
Identifikasi Jenis Mangrove Pada Ekosistem Mangrove Desa Maleo, Kecamatan Paguat, Kabupaten Pohuwato Nur Inda R. Umadji; Harlan Dunggio; Diky Maulana; Dicky Abdullah
Journal of Environmental Engineering Research Vol. 1 No. 1 (2023): Journal of Environmental Engineering Research
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi - Universitas Nahdlatul Ulama Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekosistem mangrove merupakan ekosistem perairan dengan sejumlah jasa lingkungan, fungsi dan kondisi ekologi yang spesifik. Ekosistem mangrove juga disebut dengan hutan pantai, hutan payau atau hutan bakau. Hutan mangrove merupakan salah satu bentuk ekosistem hutan unik dan khas yang terdapat diwilayah pesisir pantai atau pulau-pulau kecil sebagaisumber daya alam yang sangat potensial. Mangrove memiliki nilai ekonomi dan ekologis yang tinggi, namun rentan terhadap kerusakan jika kurang bijaksana dalam memanfaatkannya. Ekosistem mangrove memiliki fungsi dan manfaat penting di lingkungan pesisir yang terdiri dari tiga fungsi utama yaitu fisik, biologis dan ekonomi. Fungsi fisik sebagai penahan abrasi, penahan intrusi air laut, penahan angin dan menurunkan kadar CO2. Berdasarkan hadil penelitian ini hutan Mangrove di Desa Maleo, Kecamatan Paguat, Kabupaten Pohuwato terdapat 5 jenis mangrove yaitu Rhizophora Mucronata, Rhizophora Stylosa, Rhizophora Apiculata, Avicennia Alba dan Ceriops Decandra.
Inventarisasi Moluska dalam Ekosistem Mangrove Desa Maleo, Kecamatan Paguat, Kabupaten Pohuwato Ilham Usman; Nur Inda R. Umadji; Suharto Usman; Rangga A. Hunta
Journal of Environmental Engineering Research Vol. 1 No. 1 (2023): Journal of Environmental Engineering Research
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi - Universitas Nahdlatul Ulama Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan inventarisasi moluska di dalam ekosistem mangrove di Desa Maleo, Kecamatan Pabbuat, Kabupaten Pohuwato. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah transek garis pantai dan dalam. Sampel dikumpulkan pada 3 titik yang berbeda di sepanjang pantai dan di dalam mangrove. Setelah pengumpulan sampel, dilakukan identifikasi spesies dengan menggunakan literatur terbaru dan bantuan ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 36 spesies moluska yang terdiri dari 21 spesies Gastropoda dan 15 spesies Bivalvia. Dominansi spesies terdapat pada spesies Cerithidea decollata dan Anadara sp. Dalam keseluruhan, hasil penelitian ini menjelaskan bahwa ekosistem mangrove di Desa Maleo memiliki keanekaragaman moluska yang cukup tinggi. Penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar informasi untuk pengelolaan dan konservasi ekosistem mangrove di Desa Maleo dan daerah sekitarnya.
Analisis Densitas Bakteri Tanah Pada Tumbuhan Mangrove Di Desa Maleo Kecamatan Paguat Kabupaten Pohuwato Sri Suci Cahyani Usman; Nur Inda R. Umadji; Kartika Purnamasari Biga
Journal of Environmental Engineering Research Vol. 1 No. 1 (2023): Journal of Environmental Engineering Research
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi - Universitas Nahdlatul Ulama Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hutan mangrove merupakan sala satu ekosistem penting di dunia yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Hutan mangrove berfumgsi sebagai habitat dari bebagai jenis flora dan fauna , serat berperan dalam melindungi pantai dari abrasi. Baketri tanah berperan penting dalam berbagai proses biokimia, seperti siklus nutrisi, dekomposisi bahan organik dan pembentukan tanah. Berdasarkan uraian diatas maka penelitian dengan judul “analisis densitas bakteri tanah pada ekosistem mangrove di Desa maleo Kecamatan Paguat Kabupaten Pohuwato jenis penelitian ini adalah deskritif (survei lapangan), untuk mengetahui densitas bakteri tanah pada ekosistem mangrove yang ada di pesisir. Penellitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan metode hitung cawan Hasil penelitian menunjukkan bahwa densitas bakteri tanah pada kawasan mangrove I adalah 1.5 x 104 koloni/gram. Densitas bakteri tanah pada kawasan mangrove II adalah 2.8 x 104 koloni/gram. Densitas bakteri tanah yang tinggi menunjukkan bahwa ekosistem mangrove di Kabupaten Gorontalo memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan lingkungan
Pengaruh Dosis Alumunium Sulfat Terhadap Parameter Kekeruhan pada Unit Pengolahan Air di Kota Gorontalo Nur Inda R. Umadji; Britney Cristella Sahabir; Risti Ristianingsih Badu
Journal of Environmental Engineering Research Vol. 2 No. 1 (2024): Journal of Environmental Engineering Research
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi - Universitas Nahdlatul Ulama Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62299/jeer.v2i1.20

Abstract

Air merupakan kebutuhan utama bagi mahluk hidup, sehingga mengakibatkan ketersediaan air bersih semakin berkurang. Ketersediaan air bersih berfungsi untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga serta untuk memenuhi kebutuhan air untuk fasilitas umum, sosial dan ekonomi sesuai dengan banyaknya fasilitas umum dan pertambahan jumlah penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dosis aluminium sulfat (Al₂(SO₄)₃) terhadap tingkat kekeruhan air di Unit Pengolahan Air Bersih Kota Gorontalo. Aluminium sulfat sering digunakan sebagai koagulan dalam proses pengolahan air untuk menghilangkan partikel tersuspensi yang menyebabkan kekeruhan. Penggunaan dosis yang tepat sangat penting agar proses koagulasi berlangsung efektif tanpa menimbulkan residu berlebih dalam air produksi. Dalam penelitian ini, berbagai dosis aluminium sulfat diuji untuk mengetahui dosis optimal yang dapat menurunkan tingkat kekeruhan air hingga memenuhi standar kualitas air bersih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara peningkatan dosis aluminium sulfat dengan penurunan kekeruhan air. Dosis optimal yang ditemukan memberikan hasil terbaik dalam menurunkan kekeruhan air sesuai dengan standar yang berlaku. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengelolaan kualitas air di Unit Pengolahan Air Bersih Kota Gorontalo, sehingga mampu menghasilkan air bersih yang lebih berkualitas dan aman bagi masyarakat.
Analisis Parameter Kekeruhan Pada Sistem Pengolahan Air Baku Di Kota Gorontalo: Analysis Of Turbidity Parameters In The Raw Water Treatment System In The City Of Gorontalo Fitrawaty Z. Harun; Fathiin Khoiriyah Rahmawati; Nur Inda R. Umadji
Journal of Environmental Engineering Research Vol. 3 No. 1 (2025): Journal of Environmental Engineering Research
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi - Universitas Nahdlatul Ulama Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air yang keruh merupakan salah satu tanda awal bahwa ada pencemaran dalam sumber air. Salah satu masalah yang sering dialami untuk unit pengolahan air yaitu tingginya nilai kekeruhan air. Semakin keruh air maka semakin tinggi nilai pencemarannya. Air yang keruh jika tidak diolah bisa berdampak negatif pada kualitas air dan Kesehatan bagi konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kekeruhan pada unit pengolahan air. Penelitian ini menggunakan metode pengambilan data mengunakan alat Turbidity meter. Pengambilan sampel di ambil di unit pengolahan air kemudian diuji kekeruhan menggunakan alat Turbidty meter. Sampel yang diambil adalah air baku dan air hasil pengolahan yang disimpan di reservoir. Hasil uji kekeruhan air pada air adalah untuk air intake mendapat 64 NTU dan air reservoir mendapat 2,97 NTU (Nephelometric Turbidity Unit).
Pengaruh Dosis Alumunium Sulfat Terhadap Parameter Kekeruhan Pada Bak Intake Dan Resevoir Di Unit Pengolahan Air Kota Gorontalo : The Effect Of Aluminum Sulfate Dosage On Turbidity Parameters In The Intake And Reservoir Tanks At The Water Treatment Unit Gorontalo City Nur Inda R. Umadji; Sofya Nurviani; Britney Cristella Sahabir
Journal of Environmental Engineering Research Vol. 3 No. 1 (2025): Journal of Environmental Engineering Research
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi - Universitas Nahdlatul Ulama Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air merupakan kebutuhan utama bagi mahluk hidup, sehingga mengakibatkan ketersediaan air bersih semakinberkurang. Ketersediaan air bersih berfungsi untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga serta untuk memenuhikebutuhan air untuk fasilitas umum, sosial dan ekonomi sesuai dengan banyaknya fasilitas umum danpertambahan jumlah penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dosis aluminium sulfat(Al₂(SO₄)₃) terhadap tingkat kekeruhan air di Unit Pengolahan Air Bersih Kota Gorontalo. Aluminium sulfatsering digunakan sebagai koagulan dalam proses pengolahan air untuk menghilangkan partikel tersuspensi yangmenyebabkan kekeruhan. Penggunaan dosis yang tepat sangat penting agar proses koagulasi berlangsung efektiftanpa menimbulkan residu berlebih dalam air produksi. Dalam penelitian ini, berbagai dosis aluminium sulfatdiuji untuk mengetahui dosis optimal yang dapat menurunkan tingkat kekeruhan air hingga memenuhi standarkualitas air bersih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara peningkatan dosisaluminium sulfat dengan penurunan kekeruhan air. Dosis optimal yang ditemukan memberikan hasil terbaikdalam menurunkan kekeruhan air sesuai dengan standar yang berlaku. Temuan ini diharapkan dapat menjadiacuan dalam pengelolaan kualitas air di Unit Pengolahan Air Bersih Kota Gorontalo, sehingga mampumenghasilkan air bersih yang lebih berkualitas dan aman bagi masyarakat.
Kandungan Bakteri Escherichia Coli Pada Intake Unit Pengolahan Air Di Kota Gorontalo: Escherichia Coli Bacteria Content In The Intake Of Water Treatment Units In Gorontalo City Sofya Nurviani; Siti Amalia Gobel; Nur Inda R. Umadji
Journal of Environmental Engineering Research Vol. 3 No. 1 (2025): Journal of Environmental Engineering Research
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi - Universitas Nahdlatul Ulama Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air merupakan komponen utama dalam kehidupan yang harus memenuhi standar kualitas untuk mendukung kesehatan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan bakteri Escherichia Coli di intake Unit Pengolahan Air Di Kota Gorontalo. Escherichia Coli merupakan indikator penting dalam menilai kualitas air, karena keberadaannya sering kali menunjukkan adanya kontaminasi fekal yang dapat menimbulkan risiko kesehatan bagi masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi pengambilan sampel air dari beberapa titik intake di IPA, diikuti dengan pengujian laboratorium menggunakan metode Most Probable Number (MPN) untuk menentukan jumlah koloni E. coli per 100 ml air. Hasil analisis menunjukkan bahwa beberapa sampel mengandung E. coli, yang berarti kualitas air tidak memenuhi standar kesehatan yang ditetapkan oleh Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 492/Menkes/Per/IV/2010. Temuan ini menekankan perlunya pengawasan dan perbaikan dalam sistem pengolahan air untuk mencegah potensi risiko kesehatan bagi masyarakat Kota Gorontalo. Penelitian ini juga merekomendasikan langkah-langkah mitigasi untuk meningkatkan kualitas air bersih, termasuk perawatan rutin terhadap fasilitas pengolahan dan peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya sanitasi.
Analisis Karakteristik Teknis Jaringan Distribusi Air Minum pada Wilayah Pelayanan Kota Gorontalo Rangga Hunta; Nur Inda R. Umadji; Risti Ristianingsih Badu
Journal of Environmental Engineering Research Vol. 4 No. 1 (2026): Journal of Environmental Engineering Research
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi - Universitas Nahdlatul Ulama Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62299/jeer.v4i1.83

Abstract

The Drinking Water Supply System (DWSS) is an essential infrastructure for providing safe, sustainable, and adequate drinking water services to the community. One of its primary components is the drinking water distribution network, which delivers treated water from treatment facilities to consumers. This study aimed to analyze the technical characteristics of the drinking water distribution network in the Gorontalo City service area using technical data obtained during an internship at the Building, Infrastructure, and Regional Development Center (BPBPK) Gorontalo. A descriptive quantitative approach with a case study design was employed. Data were collected through field observations, technical documentation, pipeline network drawings, and project documents related to the rehabilitation of the distribution system. The analysis focused on the existing condition of the water supply system, pipe materials, pipe diameters, number of pipeline segments, and total network length. The results indicate that the drinking water distribution network in Gorontalo City has a total length of approximately 147.5 km, consisting of 2,879 pipeline segments with diameters ranging from 50 mm to 600 mm. Plastic pipes (PVC/HDPE) dominate the network, accounting for 93.6%, while concrete pipes represent only 6.4%. The 150 mm diameter pipe is the most widely used, with a total length of 58,229 m (39.5%) of the entire network. These findings indicate that the distribution network has been designed to support reliable water services through an appropriate combination of pipe materials and diameters according to service area requirements. The findings are expected to provide technical information for improving the management and future development of the drinking water distribution system in Gorontalo City.