Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

DAMPAK KEGIATAN KOMERSIAL TERHADAP TINGKAT PELAYANAN JALAN AHMAD YANI KOTA SUKABUMI Achmad Fauzan Iscahyono; Yustira Yulindar
Indonesian Journal of Spatial Planning Vol 4, No 1 (2023): VOLUME 4 NOMOR 1 MARET 2023
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/ijsp.v4i1.6709

Abstract

Pertumbuhan kendaraan di Kota Sukabumi dari tahun ke tahun selalu mengalami peningkatan, sedangkan kapasitas jalan yang tersedia tidak berubah atau tidak berkembang. Oleh karena itu, sering terjadi kemacetan di beberapa ruas jalan, terutama pada jalan yang berada pada pusat aktivitas perekonomian. Hampir setiap hari, kondisi Jalan Ahmad Yani terjadi kemacetan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak lalu lintas yang ditimbulkan oleh kegiatan komersial di Jalan Ahmad Yani, Kota Sukabumi, sehingga akan diketahui tingkat pelayanan jalan pada ruas jalan tersebut. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis kuantitatif dengan melakukan analisis kondisi lalu lintas yang berpedoman pada Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia 2014 (PKJI), analisis tingkat pelayanan jalan yang berpedoman pada Peraturan Menteri Perhubungan No. KM 14 Tahun 2006, dan melakukan perbandingan kondisi saat ini dengan asumsi tanpa adanya dampak kegiatan komersial di Jalan Ahmad Yani Kota Sukabumi. Hasil dari penelitian ini adalah nilai VCR Jalan Ahmad Yani mencapa 0,9 serta memiliki tingkat pelayanan jalan dengan nilai E atau dapat dikatakan arus tidak stabil, terhambat dengan tundaan yang tidak dapat ditolerir. Selain itu, berdasarkan hasil proyeksi menggunakan analisis do-nothing, diketahui bahwa diproyeksikan jumlah kendaraan yang terus meningkat setiap 5 tahunselama 20 tahun yang akan mendatang
Pengaruh Aktivitas Pedagang Kaki Lima terhadap Tingkat Pelayanan Jalan di Jalan Cikutra, Kota Bandung Achmad Fauzan Iscahyono; Thasya Putri Aurora; Renny Desiana
Ge-STRAM: Jurnal Perencanaan dan Rekayasa Sipil Vol. 6 No. 2: September 2023
Publisher : Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/jprs.v6i2.6433

Abstract

Street vendors around Cikutra Street are growing rapidly because of their location close to centers of community activity, such as residential locations, as well as education and health facilities. It causes the condition of the road network and facilities for pedestrians to not function properly. This study objectives to determine the impact of street vendor activity on the level of service on Cikutra Street, Bandung City. This research is a kind of quantitative studies in which the evaluation of level of road service uses the 2014 Indonesian Highway Capacity Guidelines. Based at the results of the analysis, the existence of street vendor activity along Cikutra Street has an influence on the level of road service. The existence of these street vendor activities has an impact on decreasing the level of service on Cikutra Street. This happens because it tends to be caused by travel delays, the physical condition of the street, the geometry of the street, and the volume of vehicle traffic flow on that street section. Even if the street vendors are abolished or relocated to other locations, the volume of vehicles will still be high because there are other commercial activities that are located on the edge of Cikutra Street and can affect the composition of vehicles passing through Cikutra Street.
Cakupan Pelayanan Halte Trans Metro Bandung dan Trans Metro Pasundan Terhadap Guna Lahan Permukiman di Kota Bandung Achmad Fauzan Iscahyono; Habibi Mujahidin Mukhlis Sudrajat
Jurnal Keselamatan Transportasi Jalan (Indonesian Journal of Road Safety) Vol. 13 No. 1 (2026): JURNAL KESELAMATAN TRANSPORTASI JALAN (INDONESIAN JOURNAL OF ROAD SAFETY)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46447/ktj.v13i1.781

Abstract

The less-than-ideal condition of bus stops in Bandung City has the potential to hinder the movement of people in residential areas that depend on buses, as well as reduce the advantages of public transportation as a sustainable mobility solution. This study aims to identify the service coverage of Trans Metro Bandung (TMB) and Trans Metro Pasundan (TMP) bus shelters in relation to residential land use in Bandung City. The method used is quantitative research with buffer and network analysis utilizing ArcGIS 10.8 software. The data collected includes the distribution points of bus shelters, road networks, and residential land use in Bandung City. The buffer analysis results show that the service coverage of bus shelters within a 400-meter radius largely fails to serve most of the residential land use adequately. Furthermore, the network analysis indicates that although some residential areas fall within the service radius, accessibility remains limited due to the condition of road networks that are still not accessible and adequate. The conclusion of this study is that many residential land areas are still underserved and inaccessible to TMB and TMP bus shelters. Therefore, additional bus shelters, feeder routes, and road infrastructure improvements are needed to enhance the accessibility and service coverage of TMB and TMP bus transportation in Bandung City.
Cakupan Pelayanan Halte Trans Metro Bandung dan Trans Metro Pasundan Terhadap Guna Lahan Permukiman di Kota Bandung Achmad Fauzan Iscahyono; Habibi Mujahidin Mukhlis Sudrajat
Jurnal Keselamatan Transportasi Jalan (Indonesian Journal of Road Safety) Vol. 13 No. 1 (2026): JURNAL KESELAMATAN TRANSPORTASI JALAN (INDONESIAN JOURNAL OF ROAD SAFETY)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46447/ktj.v13i1.781

Abstract

The less-than-ideal condition of bus stops in Bandung City has the potential to hinder the movement of people in residential areas that depend on buses, as well as reduce the advantages of public transportation as a sustainable mobility solution. This study aims to identify the service coverage of Trans Metro Bandung (TMB) and Trans Metro Pasundan (TMP) bus shelters in relation to residential land use in Bandung City. The method used is quantitative research with buffer and network analysis utilizing ArcGIS 10.8 software. The data collected includes the distribution points of bus shelters, road networks, and residential land use in Bandung City. The buffer analysis results show that the service coverage of bus shelters within a 400-meter radius largely fails to serve most of the residential land use adequately. Furthermore, the network analysis indicates that although some residential areas fall within the service radius, accessibility remains limited due to the condition of road networks that are still not accessible and adequate. The conclusion of this study is that many residential land areas are still underserved and inaccessible to TMB and TMP bus shelters. Therefore, additional bus shelters, feeder routes, and road infrastructure improvements are needed to enhance the accessibility and service coverage of TMB and TMP bus transportation in Bandung City.
Tingkat Pelayanan Pada Ruas Jalan Raya Cibabat Kota Cimahi Achmad Fauzan Iscahyono
Jurnal Deformasi Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v8i2.12250

Abstract

Pusat perbelanjaan dan aktivitas-aktivitas komersial yang berada di perkotaan, khususnya di sepanjang ruas Jalan Raya Cibabat, lebih menarik karena memiliki banyak ragam pilihan untuk dikunjungi. Aktivitas perdagangan dan jasa yang ada pada kawasan komersial tersebut cukup bervariasi dan lokasi yang sangat strategis tersebut membuat sirkulasi tarikan pergerakan orang maupun barang terjadi secara terus-menerus, selama hampir satu hari penuh. Kondisi tersebut berdampak pada tingkat pelayanan jalan di ruas Jalan Raya Cibabat. Maka dari itu, studi ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengkaji tingkat pelayanan pada ruas Jalan Raya Cibabat, Kota Cimahi. Analisis yang dilakukan pada studi ini mengacu pada Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia tahun 2014. Hasil analisis pada studi ini menunjukkan bahwa ruas Jalan Raya Cibabat memiliki tingkat pelayanan jalan dengan kategori B dan C. Pada ruas Jalan Raya Cibabat, tingkat pelayanan jalan dengan kategori “C” cenderung terjadi pada weekend siang, baik pada hari Sabtu maupun hari Minggu. Hal ini dikarenakan pada waktu tersebut merupakan kondisi di mana Pusat Perbelanjaan Yogya Plaza Cimahi dan kawasan komersial yang terdapat di sekitar jalan tersebut sedang beroperasi dan menimbulkan tarikan pergerakan yang cukup tinggi. Selain itu, banyaknya kegiatan di segmen jalan, seperti terjadi penumpukan kendaraan pada satu lajur jalan akibat antrian kendaraan yang memasuki area pusat perbelanjaan, banyaknya jumlah kendaraan yang melakukan on street parking, serta banyaknya angkot ngetem, menimbulkan hambatan samping dengan kategori “sedang”
Transformasi Kinerja Pelayanan Jalur Sepeda Pasca Pandemi COVID-19 di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung Achmad Fauzan Iscahyono; Muhammad Rizki; Siti Calulla Putri
Jurnal Deformasi Vol. 10 No. 1 (2025): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/nce9t205

Abstract

Munculnya pandemi virus corona (COVID-19) telah meningkatkan tren bersepeda. Selain dianggap sebagai suatu pilihan yang aman untuk menjaga jarak fisik selama pandemi, bersepeda juga diminati karena berbagai manfaat kesehatannya. Namun, pada kondisi pasca pandemi, karakteristik pola pergerakan pesepeda di Kota Bandung mengalami penurunan, terutama pada aspek jarak tempuh dan waktu tempuh. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi transformasi kinerja pelayanan jalur sepeda pasca pandemi COVID-19 di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan pendekatan komparatif. Perhitungan kinerja pelayanan jalur sepeda menggunakan metode Bicycle Level of Service (BLOS). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi transformasi atau perubahan pada kinerja pelayanan jalur sepeda di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung antara pada saat kondisi pandemi dan pasca pandemi COVID-19. Transformasi yang dimaksud adalah terjadinya penurunan kinerja pelayanan jalur sepeda di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung pada saat pasca pandemi COVID-19
IDENTIFIKASI HUBUNGAN ANTARA KEBERADAAN PERMUKIMAN KUMUH DAN TINGKAT AKSESIBILITAS JALAN DI KOTA BANDUNG (MENGGUNAKAN METODE SPACE SYNTAX) Achmad Fauzan Iscahyono; Mevran Verreni Zahhran Rishada; Byna Kameswara
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 8 No 3 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2024
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v8i3.3853

Abstract

Abstract: As a metropolitan capital, Bandung City is inseparable from the challenges of urbanization which in turn creates slums. Residents of slum areas tend to choose to walk, use motorbikes and public transportation to mobilize. However, this is not offset by the provision of good vehicle and pedestrian paths. Slum settlements have poor road service coverage and quality, thereby reducing the ease of movement for people. Accessibility in both motorized and non-motorized-based transportation is an important component. In the Bandung City, vehicle and pedestrian routes with good service coverage and quality are only concentrated in the city center. This results in an imbalance where certain groups that are spatially in the slum area are not served by transportation services. This study aims to determine the relationship between the existence of slum settlements and the level of road accessibility in terms of space syntax assessment dimensions. This type of research is descriptive with a quantitative and qualitative method approach. This study uses the space syntax and the Pearson correlation test method. The results showed that road accessibility variables that have a fairly strong correlation with slum settlements are local integration (R5) and global integration variables.Keyword: space syntax; slum settlement; accessibilityAbstrak: Sebagai ibukota metropolitan, Kota Bandung tidak terlepas dari tantangan urbanisasi yang pada akhirnya menciptakan permukiman kumuh. Penduduk kawasan kumuh cenderung memilih untuk berjalan kaki, menggunakan sepeda motor, dan angkutan umum untuk bermobilisasi. Namun, hal ini tidak diimbangi dengan penyediaan jalur kendaraan dan pejalan kaki yang baik. Permukiman kumuh memiliki cakupan pelayanan jalan dan kualitas yang buruk sehingga mengurangi kemudahan masyarakat dalam melakukan pergerakan. Aksesibilitas dalam transportasi baik berbasis motorized maupun non-motorized merupakan komponen yang penting. Di kota Bandung, jalur kendaraan dan pejalan kaki dengan cakupan pelayanan dan kualitas yang baik hanya terkonsentrasi di pusat kota. Hal tersebut mengakibatkan adanya ketimpangan dimana kelompok tertentu yang secara spasial berada di lingkungan permukiman kumuh tidak terlayani oleh layanan transportasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara keberadaan dari permukiman kumuh dan tingkat aksesibilitas jalan yang ditinjau dari dimensi penilaian space syntax. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan metode kuantitatif dan kualitatif. Metode analisis yang digunakan yaitu space syntax dan uji korelasi pearson. Hasil penelitian menunjukkan variabel aksesibilitas jalan yang memiliki korelasi cukup kuat dengan permukiman kumuh yaitu variabel local integration (R5) dan global integration.Kata Kunci: space syntax; permukiman kumuh; aksesibilitas