Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hybrid Learning-Based Educational Game Frog to Improve Speaking Skills Siti Fatimah Zahra; Andi Syahputra Harahap
International Journal of English and Applied Linguistics (IJEAL) Vol. 3 No. 1 (2023): Volume 3 Issue 1 April 2023
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/ijeal.v3i1.1850

Abstract

The educational game Frog is implemented with a hybrid learning model to improve the speech skills of pre-schoolers. This type of research uses Research and Development (R&D) with a Four-D (4D) development model. The research development adopts the 4D model of the figures of Thiagarajan, et al, namely: define, design, develop, and disseminate. The research subject focuses on preschool children group B (aged 5-6 years) as the object of research. The data collection technique used expert validation questionnaires, observations, and tests to measure learning outcomes against the media. The usefulness of research answers learning to improve children's speech so they grow into active and confident children. This hybrid learning-based frog educational game is designed to simulate existing problems so that essence or knowledge can be obtained that can be used to solve these problems. The results from media experts get a percentage of 78%, including the valid category and material experts get 89% in the beneficial type. Students' and teachers' responses to the frog educational media based on hybrid learning on speaking skills are fascinating. This can be seen from the small group trial, with a percentage of 84% and the field group, with a rate of 82%. The effectiveness of the hybrid learning-based frog educational game learning media on speaking skills in speaking skills with IK (an indicator of success) is 87.5%.
Pemanfaatan Artificial Intelligence sebagai Asisten Pembelajaran untuk Mendukung Pendidikan Karakter Humanis Sri Muliatik; Wina Wulandari; Lailan Syafira Putri Lubis; Siti Fatimah Zahara; Andi Syahputra Harahap; Amelia Dalimunthe
Wahana Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Juni
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/wahana.v5i1.1896

Abstract

Transformasi digital dalam pendidikan mendorong guru untuk mampu memanfaatkan teknologi secara pedagogis dan humanis dalam proses pembelajaran. Namun, literasi digital guru sekolah dasar masih relatif terbatas, khususnya dalam pemanfaatan Artificial Intelligence sebagai asisten pembelajaran yang mendukung pendidikan karakter. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru MIS Islamiyah GUPPI dalam memanfaatkan Artificial Intelligence sebagai asisten pembelajaran yang pedagogis, etis, dan berorientasi pada pendidikan karakter humanis. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pemberdayaan melalui pelatihan, praktik langsung, pendampingan, dan evaluasi berkelanjutan. Kegiatan melibatkan 25 guru dan dilaksanakan selama satu semester. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kompetensi guru dalam pemanfaatan teknologi digital dan Artificial Intelligence pada proses pembelajaran. Nilai rata-rata kompetensi guru meningkat dari 52,4 menjadi 81,6 atau sebesar 55,7%. Guru juga berhasil menghasilkan perangkat pembelajaran berbasis Artificial Intelligence berupa modul ajar, lembar kerja peserta didik, media pembelajaran digital, dan asesmen formatif. Selain itu, pemanfaatan Artificial Intelligence mampu mendukung pembelajaran yang lebih interaktif, kreatif, dan tetap berorientasi pada penguatan nilai-nilai karakter humanis. Dengan demikian, program ini berhasil meningkatkan kompetensi guru sekaligus mendorong budaya inovasi pembelajaran berbasis teknologi di lingkungan sekolah.
Eksistensialisme dalam Cerpen Tegak Lurus dengan Langit Karya Iwan Simatupang: Kajian Sartre dan Camus Wina Wulandari; Sri Muliatik; Andi Syahputra Harahap; Fatimah Azzahra; Fadilla Agustin
Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 12 No 2 (2026): Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pendidikan (In Press)
Publisher : FKIP Universitas Alwashliyah Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/pedagogi.v12i2.1494

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi eksistensialisme dalam cerpen Tegak Lurus dengan Langit karya Iwan Simatupang berdasarkan perspektif Jean-Paul Sartre dan Albert Camus serta mengungkap persamaan dan perbedaan kedua perspektif tersebut dalam memaknai eksistensi tokoh. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis dan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data penelitian berupa dialog, narasi, tindakan tokoh, peristiwa, dan simbol yang merepresentasikan konsep-konsep eksistensialisme. Data dikumpulkan melalui studi pustaka, close reading, dan teknik pencatatan, kemudian dianalisis melalui tahap identifikasi, klasifikasi, interpretasi, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perspektif Jean-Paul Sartre merepresentasikan eksistensialisme melalui rangkaian faktisitas, kebebasan, pilihan, tanggung jawab, dan autentisitas, sedangkan perspektif Albert Camus merepresentasikannya melalui absurditas, keterasingan, revolt, penerimaan, dan pencarian makna. Analisis komparatif menunjukkan bahwa Sartre menempatkan kebebasan sebagai landasan pembentukan eksistensi, sementara Camus memandang absurditas sebagai titik awal pencarian makna hidup. Penelitian ini menawarkan kebaruan berupa model pembacaan komparatif yang mengintegrasikan perspektif Sartre dan Camus dalam mengungkap representasi eksistensialisme pada cerpen Indonesia. Temuan tersebut memperkaya kajian sastra berbasis filsafat eksistensial serta memperluas penerapan pendekatan komparatif dalam kritik sastra Indonesia modern.