Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ORGANOLEPTIC ANTIOXIDANT ACTIVITY, AND VITAMIN C ANALYSIS ON JAMBLANG (Syzygium cumini L.) SEEDS COFFEE Fitri Komala Sari; Putri Verrany Dheasandra; Lulu’ Luthfiya; Nur Aini Mahmudah; Sofiatun Annayah; Ashifa Purnama Putri
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 11 No. 2: April 2023
Publisher : Department of Food Science and Biotechnology, Faculty of Agriculture Technology, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2023.011.02.3

Abstract

One of Indonesia's natural resources, jamblang (Syzygium cumini L.) seed, which is a byproduct of jamblang fruit, contains antioxidants and can be used to make jamblang seed coffee. With a fully randomized design, the aim of this study was to evaluate the level of liking, antioxidant activity, and vitamin C in jamblang seed coffee (RAL). Data that has been collected, statistically tested using Duncan's Multiple Range Test (DMRT). The two degrees of treatment in this study are roasting jamblang seeds for either 10 or 20 minutes, with robusta coffee serving as the control. Various roasting times of jamblang coffee beans result in different antioxidant and vitamin C levels jamblang coffee beans cooked for 10 minutes have higher levels of both.
SANITASI DAN HIGIENITAS PADA PROSES PEMBUATAN RENDANG BEBEK DI TEACHING FACTORY Agustin Mardiana, Nur; Aini Mahmudah, Nur; Kurniawan, David
JAMI: Jurnal Ahli Muda Indonesia Vol. 4 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Putra Sang Fajar Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46510/jami.v4i2.145

Abstract

Objektif. Kasus keracunan makanan dapat bersumber dari unit pengolahan makanan. Salah satu unit pengolahan rendang bebek adalah Teaching Factory. Penelitian ini mengkaji penerapan sanitasi dan higienitas pada proses pembuatan rendang bebek serta dapat menjadi bahan pedoman tentang cara pengolahan pangan yang baik dan benar bagi pekerja di unit produksi Teaching Factory sehingga dapat meningkatkan kualitas produk. Material and Metode. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Proses pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan informan, observasi, serta membandingkan dengan literature Hasil. Praktik sanitasi dan higienitas yang dilakukan di Teaching Factory secara keseluruhan sudah dilaksanakan dengan cukup baik. Kesimpulan. Terdapat 5 tahapan sanitasi dan higienitas yang telah sesuai dengan peraturan pemerintah. Sebaliknya, terdapat 3 tahapan kunci sanitasi dan higienitas yang belum dilakukan maksimal sehingga diperlukan adanya perbaikan tindakan sanitasi dan higienitas.