Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENINGKATAN PRODUKTIVITAS DAN PEMASARAN KOPI KELOMPOK TANI BUMI MAKMUR, DESA TEMBORO, KABUPATEN WONOGIRI Okid Parama Astirin; Suryanto Suryanto; Rahning Utomowati; Candra Purnawan; Bambang Sigit Amanto
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 4 (2021): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mewujudkan Pemulihan dan Resiliensi Masya
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.309 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v4i0.1425

Abstract

Desa Temboro, Kecamatan Karang Tengah, Kabupaten Wonogiri merupakan daerah penghasil kopi dengan kualitas rasa yang khas. Kopi asal Desa Temboro disediakan dalam bentuk green bean dan cherry, kemudian diolah menjadi produk kopi khas. Survei rantai niaga kopi yang terjadi di Desa Temboro sebagian besar petani hanya memiliki pilihan untuk menjual hasil panennya kepada tengkulak dan selanjutnya dijual kepada pengepul besar. Mitra UD Bumi Makmur tinggal di desa Temboro, beranggota 14 rumah tangga yang masing-masing memiliki kebun kopi. Kelompok tani melakukan pengupasan buah dan kulit ari kopi menjadi kopi gabah menggunakan peralatan tradisional. Dari sisi aspek penghasilan petani, rantai niaga seperti ini mengakibatkan tidak maksimalnya pendapatan yang dapat diterima oleh pihak petani. Buah kopi yang telah dipanen dikupas menjadi kopi gabah (kopi dengan kulit tanduk). Kopi gabah kemudian dikeringkan dan dikupas untuk menghasilkan biji kopi beras (green bean). Biji kopi selanjutnya disangrai dan digiling untuk menghasilkan kopi bubuk siap konsumsi. Tahun 2019, harga kopi gabah dijual dengan harga minimum Rp25.000,-, namun tahun 2020 di awal masa pandemi, panenan kopi penawaran harga turun berada pada angka Rp15.000,-. Proses pengolahan biji kopi dilakukan di Rumah Produksi UD Bumi Makmur, sedangkan pemasarannya dilakukan di kawasan wisata hutan pinus Kemantren Kecamatan Karang Tengah, Kabupaten Wonogiri.
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS DAN MANAJEMEN USAHA BANK SAMPAH SAPU JAGAD KABUPATEN MAGETAN Syamsul Hadi; Okid Parama Astirin; Suryanto Suryanto; Bambang Sigit Amanto; Setya Nugraha
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1728

Abstract

Any waste whether it is organic or inorganic waste causes a serious issue that is faced by the Magetan regent. The lack of waste management systems such as uncontrolled garbage accumulation, burning and dumping into rivers and vacant land could lead to pollution. The Solution to solve this issue is the waste bank called Sapu Jagad in Magetan regent which was established in 2015. Sapu Jagad waste bank is also educating and training the people to recycle the waste into a product with an economic value. The product from the waste bank is sold by an online market. However, the production time is sometimes too long since the raw material is not always adequately available. This situation is caused by irregular collection from the community. The result of this activity is the registering process by the waste bank, waste bank fund, and operational bookkeeping using a simple application. Record sales of waste products into crafts and better chairs and tables. The process of storing plastic packaging for drinking water and plastic packaging waste can already be cut into small pieces using a plastic cutting machine which is also invested in a waste bank. Plastic waste storage becomes very space efficient.