Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

BENTUK VISUAL PATUNG MACAN KURUNG KABUPATEN JEPARA: ANALISIS SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PEIRCE Innaz Muthia Aghnia; Muh Fakhrihun Na’am; Syahrul Syah Sinaga
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 13 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v13i1.60969

Abstract

Patung adalah karya seni rupa tiga dimensi, yang memiliki dimensi panjang, lebar, dan tinggi sehingga memiliki volume. Visualisasi patung merupakan bentuk representasi dari manusia, hewan, dan tumbuhan maupun bentuk lainnya. Patung Macan Kurung adalah salah satu patung dengan medium kayu utuh yang dipahat tanpa sambungan, digunakan hanya sebagai barang nonfungsional dan pertama kali dijumpai di Kabupaten Jepara. Patung Macan Kurung menjadi identitas awal kota Jepara sebagai Kota Ukir. Penelitian dilakukan untuk menganalisis mengenai kajian semiotika Charles Sanders Peirce mengenai patung Macan Kurung Kabupaten Jepara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dan hasil data disajikan secara deskriptif. Proses pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam patung Macan Kurung yang ada di Kabupaten Jepara memiliki bentuk yang unik dan menarik, sehingga terdapat banyak sekali symbol yang tersirat di dalam patung Macan Kurung.Kata Kunci: Patung, Macan Kurung, Kabupaten Jepara, Semiotika Peirce.
Penciptaan Motif Batik Berbasis Kearifan Lokal di Desa Mangunsari untuk Penguatan Industri Kreatif Muh Fakhrihun Na’am; Wulansari Prasetyaningtyas; Syakir; Erna Setyowati; Musdalifah; Teguh Prayitno; Nimas Aulia Pambajeng Miftahunnajah; Sobah Alfalah; Maulidia Mutiara Rahma; Syahrani Azmi Rahim
JURPIKAT Vol 7 No 2 (2026)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v7i2.2841

Abstract

Pengabdian ini berfokus pada pelatihan dan penciptaan produk batik berbasis motif kearifan lokal di Desa Mangunsari, yang menghadapi permasalahan kurangnya inovasi motif akibat keterbatasan keahlian perajin pemula. Tujuannya adalah meningkatkan kemampuan perajin dalam menciptakan motif baru yang variatif dan ramah lingkungan melalui pengenalan alat inovatif sederhana. Pendekatan yang digunakan meliputi studi pustaka, observasi, eksplorasi bahan dan bentuk, eksperimen teknik batik tulis dan cap, serta pelatihan pendaftaran hak cipta. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan keterampilan perajin dalam inovasi motif, munculnya produk batik baru yang siap dipasarkan, dan tumbuhnya minat generasi muda terhadap batik sebagai bentuk regenerasi budaya. Dampaknya terlihat pada peningkatan produksi batik, penguatan ekonomi kreatif lokal, serta terciptanya luaran berupa produk batik, artikel ilmiah, hak cipta, dan laporan kegiatan.