Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

MEMAHAMI TRADISI SPIRITUALITAS PESANTREN (SEBUAH ANALISIS SOSIO-HISTORIS TERHADAP SPIRITUALITAS PESANTREN Mujab, Saiful
ASKETIK Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : P3M IAIN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This project involves discovering how the spiritually tradition is exist in the pesantren in Indonesia. The goal of this research proves the phenomenon that pesantren and spirituality tradition are strongly linked and connected between each other. Several spiritualities in pesantren are; thoriqoh, tirakat, ijazahan, and others. This article is arranged based on library research and comparing several references by some books, articles and jurnals. Furthermore this research also takes some of experiences of some people who ever study, live, and experience the pesantren tradition in Indonesia (especially in Java). In conclusion, this acticle tries to explore the argumentation historically and socially that Pesantren and spiritualism have strong correlation from the beginning of Islamic spreading in Indonesia. Key word: Pesantren, spiritualism, tarikat
JAVANESE ABANGAN WORLD VIEW AND PRACTICES IN IMOGIRI CEMETERY YOGYAKARTA Mujab, Saiful
ASKETIK Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : P3M IAIN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini fokus pada isu bagaimana “pandangan hidup” dan juga praktek Jawa abangan di makam Imogiri. Terdapat 3 isu utama yang didiskusikan, yaitu (1) konteks istilah abangan untuk masyarakat Jawa saat ini, (2) para abdidalem, peziarah dan pengunjung yang dikategorikan sebagai praktisi abangan, dan (3) “pandangan hidup” Jawa abangan dalam memahami praktek ritual mereka di makam Imogiri. Penelitian ini menggunakan metode etnography dalam pengumpulan data di lapangan. Sedangkan proses analisisnya menggunakan teori Clifford Geertz (1976), Andrew Beatty (2004), Robert Hefner (1987) M. C. Recklefs (2007), Koentjaraningrat (1985), Neils Mulder (1983) Robert Wessing (2006), dan Irving Hallowell (1960). Dengan menggunakan pendekatan deskriptif interpretatif, penelitian ini menyimpulkan 3 hal: (1) Saat ini, istilah abangan oleh Geertz dan Ricklefs sudah tidak relevan. Berdasarkan fenomena para peziarah dan pengunjung makam Imogiri bahwa banyak santri, priyayi dan non-muslim juga mempraktekkan ritual dan upacara abangan. Fenomena ini menolak definisi Geertz yang mengklaim bahwa abangan hanyalah kelompok petani dan masyarakat Jawa desa (Geertz, 1960:4-5), point ini pun sekaligus membantah pernyataan Ricklefs yang menyatakan bahwa abangan adalah kelompok Muslim yang tidak menerapkan ajaran-ajaran Islam (Ricklefs, 2007:84). Ditambah lagi, pengelompokan antara santri, abangan dan priyayi saat ini bersifat lebih relatif. (2) Beberapa ritual dan upacara di makam Imogiri sebagian besar berhubungan dengan semua kategori yang masuk dalam istilah abangan yang sampai saat ini masih eksis. (3) “Pandangan hidup” Jawa abangan dalam praktek ritual dan upacara di makam Imogiri merupakan bentuk usaha untuk melestarikan dan mempertahankan hubungan antara manusia dan bukan manusia.
UNDERSTANDING THE WORLDVIEW OF ABANGAN PRACTICE: AN ASCETIC CASE IN PETILASAN EYANG SRIGATI AND BRAWIJAYA V AND TAPA KUNGKUM FROM BUMI PERTAPAAN ALAS KETONGGO, NGAWI, EAST JAVA Mujab, Saiful
EMPIRISMA: JURNAL PEMIKIRAN DAN KEBUDAYAAN ISLAM Vol 26, No 2 (2017): Theology : Theory and Practice
Publisher : STAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/empirisma.v26i2.690

Abstract

This project attempts to discover how the worldview of ascetic practice among the Abangans in “Bumi Pertapaan alas Ketonggo-Ngawi-East Java”. This research wants to prove that the worldview of some ascetics maintains that all of their practices in Ketonggo have strong correlation to several spirits, a kind of syncreticism and mysterious realm. The data in this research is collected through participant observation around 5 mounts in two sacral places of Ketonggo forest (Petilasan Brawijaya and Eyang Srigati and Tapa Kungkum in Tempur River). The fi rst phase of the project involves interviewing around 10 pilgrimages who practice the ritual, some native people and central fi gure of Ketonggo forest. This paper concludes that of the ascetic practices both in Petilasan Brawijaya V and Kungkum in Tempur River has strong understanding and correlation to some sacred powers and spirits in the Ketonggo forest. Keywords: Abangan, Ascetic, Kungkum, and Alas Ketonggo
UNDERSTANDING THE WORLDVIEW OF ABANGAN PRACTICE: AN ASCETIC CASE IN PETILASAN EYANG SRIGATI AND BRAWIJAYA V AND TAPA KUNGKUM FROM BUMI PERTAPAAN ALAS KETONGGO, NGAWI, EAST JAVA Mujab, Saiful
EMPIRISMA: JURNAL PEMIKIRAN DAN KEBUDAYAAN ISLAM Vol 26, No 2 (2017): Theology : Theory and Practice
Publisher : IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/empirisma.v26i2.690

Abstract

This project attempts to discover how the worldview of ascetic practice among the Abangans in “Bumi Pertapaan alas Ketonggo-Ngawi-East Java”. This research wants to prove that the worldview of some ascetics maintains that all of their practices in Ketonggo have strong correlation to several spirits, a kind of syncreticism and mysterious realm. The data in this research is collected through participant observation around 5 mounts in two sacral places of Ketonggo forest (Petilasan Brawijaya and Eyang Srigati and Tapa Kungkum in Tempur River). The fi rst phase of the project involves interviewing around 10 pilgrimages who practice the ritual, some native people and central fi gure of Ketonggo forest. This paper concludes that of the ascetic practices both in Petilasan Brawijaya V and Kungkum in Tempur River has strong understanding and correlation to some sacred powers and spirits in the Ketonggo forest. Keywords: Abangan, Ascetic, Kungkum, and Alas Ketonggo
Implementasi Algoritma Multilevel Feedback Queue Scheduling Untuk Sistem Antrian Booking Menggunakan Framework Flutter: (Studi Kasus : Bengkel Putra Jaya Motor) Mujab, Saiful; Zakaria, Hadi
Buletin Ilmiah Ilmu Komputer dan Multimedia Vol 1 No 3 (2023): Buletin Ilmiah Ilmu Komputer dan Multimedia (BIIKMA)
Publisher : Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bengkel Putra Jaya Motor merupakan suatu usaha dibidang jasa otomotif reparasi body dan pengecatan yang terletak di kota Depok. Selain jasa repaint body kendaraan, Bengkel Putra Jaya Motor menjual beberapa kebutuhan kendaraan seperti sparepart dan suku cadang. Bengkel Putra Jaya selama ini memiliki sistem antrian yang masih dilakukan secara konvensional, sehingga banyak konsumen yang memiliki jadwal perbaikan kendaraan mengalami keterlambatan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut penulis melakukan penelitian dengan membuat sebuah aplikasi berbasis android, untuk mempermudah Bengkel Putra Jaya Motor melakukan aksesibilitas booking antrian dengan cepat dan langsung, serta menghindari penumpukan antrian konsumen. Aplikasi ini dibangun dengan menggunakan framework flutter, serta database MySQL untuk menyimpan data booking antrian. Dan penulis menggunakan metode Algoritma Multilevel Feedback Queue Scheduling (MLFQ) dalam membuat alur perancangan. Diharapkan dengan dibuatnya aplikasi antrian booking ini dapat meningkatkan efisien waktu tunggu kosumen dan memberikan pengalaman pengguna yang baik serta meningkatkan kualitas layanan konsumen.
Analisis Komparatif Tingkat Kepercayaan Masyarakat atas Pelayanan yang Diberikan oleh RSI Sultan Agung Semarang (Kajian Sebelum dan pada Saat Pandemi Covid-19) Mujab, Saiful; Astutik, Dwi; Ristanto, Hesti; Aditya, Galuh
Jurnal Bingkai Ekonomi (JBE) Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Bingkai Ekonomi (JBE)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) - Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54066/jbe.v7i1.225

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk: 1) Mengetahui tingkat kepercayaan masyarakat atas pelayanan yang diberikan oleh RSI Sultan Agung Semarang sebelum pandemi COVID-19, 2) Mengetahui tingkat kepercayaan masyarakat atas pelayanan yang diberikan oleh RSI Sultan Agung Semarang pada saat pandemi COVID-19, 3) Mengetahui perbedaan tingkat kepercayaan masyarakat atas pelayanan yang diberikan oleh RSI Sultan Agung Semarang sebelum pandemi COVID-19 dengan pada saat pandemi COVID-19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuatitatif. Hasil Penelitian dapat disimpulkan: 1) Tingkat kepercayaan masyarakat atas pelayanan yang diberikan sebelum pandemi COVID-19 terhadap 60 responden terdapat 49 responden (81,7%) yang percaya. 2) Tingkat kepercayaan masyarakat atas pelayanan yang diberikan oleh RSI Sultan Agung Semarang pada saat pandemi COVID-19 terhadap 60 responden terdapat 43 responden (71,7%) yang percaya. 3) Terdapat perbedaan tingkat kepercayaan masyarakat atas pelayanan yang diberikan sebelum pandemi COVID-19 dengan pada saat pandemi COVID-19. RSI Islam Sultan Agung Semarang dalam upayanya menyikapi perubahan pada saat pandemi COVID-19 untuk menjaga kepercayaan masyarakat. RSI Sultan Agung Semarang telah mengimplementasikan prosedur tetap (protap) penanganan COVID-19 sesuai dengan ketetapan pemerintah melalui Keputusan Menteri Kesehatan (Kepmenkes) Nomor 1591/2020.
Javanese Abangan World Viewand Practices in Imogiri Cemetery Yogyakarta Mujab, Saiful
Asketik: Jurnal Agama dan Perubahan Sosial Vol. 2 No. 1 (2018): Asketik: Jurnal Agama dan Perubahan Sosial
Publisher : Prodi Sosiologi Agama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/asketik.v2i1.1083

Abstract

Penelitian ini fokus pada isu bagaimana “pandangan hidup” dan juga praktek Jawa abangan di makam Imogiri. Terdapat 3 isu utama yang didiskusikan, yaitu (1) konteks istilah abangan untuk masyarakat Jawa saat ini, (2) para abdi dalem, peziarah dan pengunjung yang dikategorikan sebagai praktisi abangan, dan (3) “pandangan hidup” Jawa abangan dalam memahami praktek ritual mereka di makam Imogiri. Penelitian ini menggunakan metode etnography dalam pengumpulan data di lapangan. Sedangkan proses analisisnya menggunakan teori Clifford Geertz (1976), Andrew Beatty (2004), Robert Hefner (1987) M. C. Recklefs (2007), Koentjaraningrat (1985), Neils Mulder (1983) Robert Wessing (2006), dan Irving Hallowell (1960). Dengan menggunakan pendekatan deskriptif interpretatif, penelitian ini menyimpulkan 3 hal: (1) Saat ini, istilah abangan oleh Geertz dan Ricklefs sudah tidak relevan. Berdasarkan fenomena para peziarah dan pengunjung makam Imogiri bahwa banyak santri, priyayi dan non-muslim juga mempraktekkan ritual dan upacara abangan. Fenomena ini menolak definisi Geertz yang mengklaim bahwa abangan hanyalah kelompok petani dan masyarakat Jawa desa (Geertz, 1960:4-5), point ini pun sekaligus membantah pernyataan Ricklefs yang menyatakan bahwa abangan adalah kelompok Muslim yang tidak menerapkan ajaran-ajaran Islam (Ricklefs, 2007:84). Ditambah lagi, pengelompokan antara santri, abangan dan priyayi saat ini bersifat lebih relatif. (2) Beberapa ritual dan upacara di makam Imogiri sebagian besar berhubungan dengan semua kategori yang masuk dalam istilah abangan yang sampai saat ini masih eksis. (3) “Pandangan hidup” Jawa abangan dalam praktek ritual dan upacara di makam Imogiri merupakan bentuk usaha untuk melestarikan dan mempertahankan hubungan antara manusia dan bukan manusia.
Memahami Tradisi Spiritualitas Pesantren: (Sebuah Analisis Sosio-Historis terhadap Spiritualitas Pesantren di Indonesia) Mujab, Saiful
Asketik: Jurnal Agama dan Perubahan Sosial Vol. 1 No. 2 (2017): Asketik: Jurnal Agama dan Perubahan Sosial
Publisher : Prodi Sosiologi Agama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/asketik.v1i2.1090

Abstract

This project involves discovering how spiritual tradition exists in the pesantren in Indonesia. The goal of this research proves the phenomenon that pesantren and spirituality traditions are strongly linked and connected. Several spiritualities in pesantren are; thoriqoh, tirakat, ijazahan, and others. This article is arranged based on library research and comparing several references by some books, articles, and journals. Furthermore, this research also takes some of the experiences of some people who ever study, live, and experience the pesantren tradition in Indonesia (especially in Java). In conclusion, this article tries to explore the argumentation historically and socially that Pesantren and spiritualism have a strong correlation from the beginning of Islamic spreading in Indonesia.
Pendidikan Karakter Kebangsaan Pesantren Mahasiswa PTKIN Di Ma’had Al-Jami’ah UIN Maliki Malang Mujab, Saiful
Journal of Educational Integration and Development (JEID) Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Education Mind Based Development Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55868/jeid.v5i1.389

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendidikan karakter kebangsaan di Ma’had Al-Jami’ah UIN Maliki Malang, mengidentifikasi model pendidikan karakter kebangsaan yang diterapkan, serta mengeksplorasi tantangan dan peluang dalam pengembangannya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pengasuh pesantren, mahasiswa, dan tenaga pengajar, serta observasi terhadap aktivitas pendidikan karakter kebangsaan yang diterapkan di lingkungan Ma’had. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter kebangsaan di Ma’had Al-Jami’ah diimplementasikan melalui integrasi nilai kebangsaan dalam kurikulum akademik, pembiasaan dalam kehidupan sosial mahasiswa, serta peran aktif pengasuh sebagai role model. Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah pengaruh globalisasi dan digitalisasi yang memengaruhi pola pikir mahasiswa, serta belum adanya kurikulum standar yang terstruktur untuk pendidikan karakter kebangsaan di pesantren mahasiswa. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kurikulum pendidikan karakter kebangsaan yang lebih sistematis dan berbasis riset, serta peningkatan kapasitas pengasuh dalam membimbing mahasiswa untuk menginternalisasi nilai kebangsaan secara lebih efektif. Selain itu, pemanfaatan teknologi dalam pendidikan karakter dan penguatan kemitraan dengan lembaga kebangsaan menjadi strategi potensial dalam menghadapi tantangan globalisasi. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya inovasi dalam metode pembelajaran dan pembinaan karakter di pesantren mahasiswa PTKIN agar lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, serta perlunya studi lanjutan yang lebih mendalam mengenai dampak pendidikan karakter kebangsaan terhadap perilaku dan sikap mahasiswa dalam jangka panjang.
Tinjauan Fenomenologi terhadap Pernikahan Lintas Iman di Dusun Kalibago Desa Kalipang Kecamatan Grogol Kabupaten Kediri Mujab, Saiful
Spiritualita Vol. 2 No. 1 (2018)
Publisher : Prodi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Usluhuddin dan Dakwah IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/spr.v2i1.885

Abstract

This research tries to describe a phenomenon of interreligious marriage in Kalibago-Kalipang village-Grogol district-Kediri regency. Using phenomenology method this project is conducted. This papers is arraged Basend on observation and interview more or less 7 days among several Muslim, Chatolic and Hindus people in there. Finally, the conclution of this research is finding the interesting phenomenon that the harmony relation among some religions while interreligion marriage happen in there. Interreligious marriage does note become a problem and source of conflict. In fact, peope of Kalibago can built an harmony culture on the plurality of religion.