Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengembanga Potensi Pangan Lokal di Kecamatan Candimulyo Magelang Vita Aulia Rizki; Jaka Sarwadhamana Raden; Imram Radne Rimba Putri
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 2 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/js.v2i1.80

Abstract

Pangan merupakan salah satu komoditas yang strategis dan penting, pangan merupakan kebutuhan pokok yang hakiki untuk manusia. Pangan lokal merupakan makanan yang dikonsumsi oleh masyarakat setempat sesuai dengan kearifan lokal dan potensi yang ada diwilayahnya. Tingginya tingkat konsumsi beras di Indonesia mengakibatkan konsumsi pangan lokal mengalami penurunan, pengetahuan masyarakat yang kurang mengenai pengelolaan pangan lokal menjadi salah satu faktor penyebabnya. Kecamatan Candimulyo mempunyai berbagai macam pertanian lokal yang menarik untuk dikembangkan. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pemahaman masyarakat Kecamatan Candimulyo mengenai jenis-jenis pangan lokal yang dapat dikonsumsi dan dikelola oleh masyarakat, sehingga mampu membantu masyarakat untuk meningkatkan tingkat konsumsi pangan lokal serta masyarakat mampu memahami manfaat dari pengembangan pangan lokal. Pelaksanaan kegiatan ini di Aula PPA Kecamatan Candimulyo, Magelang, Jawa Tengah. Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta dengan menggunakan metode ceramah serta diskusi bersama. Hasil evaluasi melalui kegiatan tanya jawab menunjukan terjadinya peningkatan pemahaman yang dimiliki peserta mengenai pangan lokal di wilayah Candimulyo.
Pengaruh Informasi Kemanfaatan Penggunaan Obat Tradisional dan Suplemen Terhadap Willingness to Pay Dalam Pencegahan NCDs di Kota Yogyakarta Arisa Mardiani; Eliza Dwinta; Raden Jaka Sarwadhamana; Imram Radne Rimba Putri
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik Vol 21, No 1 (2024): Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/jiffk.v21i1.8388

Abstract

The current incidence of NCDs can not only attack the elderly but can start at a younger age. Must carry out prevention efforts as early as possible by consuming traditional medicines (OT) and supplements. Can obtain information on the benefits of the two products through packaging labels. However, many people still need to pay more attention to them, so they need to understand the proper and correct use of OT and supplements. Willingness to pay (WTP) goes hand in hand with the benefit information obtained. Because if it follows the benefits and prices, the community's WTP is expected to increase. This study aimed to determine the effect of information on the benefits of using OT and supplements on WTP in preventing NCDs in Yogyakarta with a cross-sectional study design. They conducted this research for one month in 5 sub-districts of Yogyakarta City, namely Danurejan, Gondomanan, Mantrijeron, Umbulharjo, and Wirobrajan sub-districts with 107 respondents. The sampling technique uses accidental sampling, and the research instrument is a WTP questionnaire. The results of the research on statistical tests using Kendall Tau found that the significance values were 0.225 (OT) and 0.094 (supplements) > 0.05, so it concluded that information on the benefits of using OT and supplements from packaging labels did not affect WTP in preventing NCDs in the City of Yogyakarta.
Kepuasan Pasien Umum dan Pasien BPJS Terhadap Kualitas Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit (RS) X Wilayah Bantu Deni Ismail; Eliza Dwinta; Imram Radne Rimba Putri; Elvy Effendie; Rizal Fauzi
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v8i2.5229

Abstract

Penggunaan obat dengan peresepan merupakan hal yang penting dalam pelayanan kesehatan untuk tercapainya terapi pengobatan dan kepuasan pasien. Apoteker harus melakukan pengkajian resep sesuai persyaratan administrasi, persyaratan farmasetik, dan persyaratan klinis baik untuk pasien rawat inap maupun rawat jalan. Pelayanan kefarmasian didefinisikan sebagai kegiatan terpadu yang bertujuan untuk mengidentifikasi, mencegah dan menyelesaikan masalah obat dan masalah yang berkaitan dengan kesehatan. Kepuasan pasien didapatkan dari apa yang dirasakan pasien sebanding atau lebih besar dari harapan mereka. Bila kinerja dibawah harapan, pasien akan sangat kecewa, sebaliknya jika kinerja sesuai harapan pelanggan akan sangat puas. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui analisis kualitas pelayanan kefarmasian berdasarkan pola peresepan dan tingkat kepuasan pasien BPJS dan umum di RS X. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimen berupa deskriptif kuantitatif menggunakan pendekatan cross-sectional pada pasien BPJS dan umum dengan analisa data analisis gap. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelayanan kefarmasian pada RS X Wilayah Bantul memiliki kualitas sedang (53,8%). Hasil kepuasan terhadap pelayanan tersebut adalah tidak terdapat nilai rata-rata gap yang berbeda antara pasien BPJS (-0,4) dan umum (-0,4). Gap terbesar dimiliki oleh pasien BPJS yakni -0,62 pada aspek ketanggapan, dan pada pasien umum ditemukan gap terbesar ada pada aspek jaminan yaitu sebesar -0,56. Kesimpulan dari penelitian ini adalah RS X Wilayah Bantul memiliki kualitas sedang dan pasien merasa belum puas akan kualitas tersebut.
Gambaran Standar Pelaksanaan Pelayanan Kefarmasian Ditinjau dari Aspek Farmasi Klinik di Apotek Wilayah Kabupaten Bantul Yogyakarta Ratih Purnamasari; Ari Susiana Wulandari; Imram Radne Rimba Putri; Eva Nurinda
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 22 No. 02 Desember 2025
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v22i2.27850

Abstract

Pelayanan farmasi klinik di apotek adalah bagian integral dari pelayanan kefarmasian yang berfokus langung kepada pasien berkaitan dengan pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai, dengan tujuan akhir memperoleh hasil yang optimal demi meningkatkan kualitas hidup pasien. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kualitas pelayanan farmasi klinik hanya mencapai 41,66% dikategorikan buruk, selain itu penelitian lain menjelaskan pelaksanaan pelayanan kefarmasian hanya sebesar 54,69% dikategorikan kurang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran standar pelaksanaan pelayanan farmasi klinik di apotek wilayah Kabupaten Bantul. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan menggunakan metode cross sectional. Teknik pengambilan sampel dengan cluster sampling. Sebanyak 71 responden tersebar di 17 kecamatan di Kabupaten Bantul. Data dikumpulkan dengan data primer dari checklist adaptasi dari Peraturan Menteri Kesehatan RI No.73 Tahun 2016. Variabel yang diteliti yaitu penerapan standar pelayanan kefarmasian meliputi pengkajian resep, peracikan dan penyerahan obat, pelayanan informasi obat, konseling, pelayanan kefarmasian di rumah, monitoring efek samping obat, dan pemantauan terapi obat. Analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil menunjukkan bahwa pelayanan farmasi klinik di Apotek Wilayah Kabupaten Bantul Yogyakarta belum sepenuhnya menerapkan standar pelayanan kefarmasian. Pengkajian dan pelayanan resep sebesar 98,00% (baik), dispensing 97,18% (baik), pelayanan informasi obat 59,15% (kurang), konseling 92,25% (baik), pelayanan kefarmasian di rumah 38,73% (kurang), pemantauan terapi obat 47,48% (kurang), dan monitoring efek samping obat 49,77% (kurang). Pelaksanaan pelayanan kefarmasian apotek berdasarkan aspek farmasi klinik mendapatkan rata-rata persentase sebesar 73,41% dikategorikan cukup.