Munadi Munadi
Universitas Negeri Semarang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pendidikan Politik Pemilih Pemula Melalui Politik Digital dalam Meningkatkan Partisipasi Politik di Kota Semarang Tahun 2025 Moh. Aris Munandar; Hafiz Rafi Uddin; Suyahmo Suyahmo; Munadi Munadi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36126

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji peran pendidikan politik pemilih pemula melalui pemanfaatan politik digital dalam meningkatkan partisipasi politik di Kota Semarang pada tahun 2025. Pemilih pemula kerap menghadapi berbagai hambatan dalam berpartisipasi secara aktif dalam proses demokrasi, seperti rendahnya literasi politik, keterbatasan pemahaman terhadap sistem dan mekanisme pemilu, serta sikap apatis terhadap politik dan pemerintahan. Dalam konteks ini, politik digital dipandang sebagai sarana strategis untuk menghadirkan pendidikan politik yang lebih mudah diakses, kontekstual, dan relevan bagi generasi muda.Penelitian ini secara khusus berfokus pada analisis model dan strategi pendidikan politik berbasis digital, yang disampaikan melalui media sosial dan platform digital interaktif, dalam membangun kesadaran politik, pemahaman demokrasi, serta sikap partisipatif pemilih pemula pada Pemilukada Kota Semarang tahun 2025. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengeksplorasi bentuk-bentuk konten edukasi politik, pola komunikasi digital yang digunakan oleh aktor politik dan penyelenggara pemilu, serta efektivitasnya dalam mendorong keterlibatan politik generasi muda.Hasil penelitian ini diharapkan dapat mengidentifikasi strategi pendidikan politik digital yang paling efektif dalam meningkatkan partisipasi politik pemilih pemula. Temuan penelitian ini juga diharapkan memberikan rekomendasi bagi partai politik, penyelenggara pemilu, dan pemangku kebijakan dalam merancang pendidikan dan komunikasi politik digital yang lebih inklusif, edukatif, dan menarik, sehingga mampu membentuk pemilih pemula yang kritis, sadar politik, dan aktif dalam kehidupan demokrasi.