Athanasia Octaviani Puspita Dewi, Athanasia Octaviani Puspita
Program Studi S-1 Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Published : 37 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

EVALUASI KUALITAS WEBSITE INSTITUTIONAL REPOSITORY UNIVERSITAS GAJAH MADA BERDASARKAN INDIKATOR WEBOMETRICS Andike, Fathdil; Dewi, Athanasia Octaviani Puspita
Jurnal Ilmu Perpustakaan Vol 6, No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.718 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas evaluasi kualitas website institutional repository UniversitasGajah Mada menggunakan lima indicator webometrics rangking web of repositories. Tujuan daripenelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kualitas website repositori institusi Universitas GajahMada menggunakan lima Indikator Webometrics Rangking web Of Repositories yaitu: Visibility(V),Size(S), Rich File (R), Altmetrics(A) dan Scholar(Sc). Jenis penelitian ini adalah penelitiankuantitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Hasil dari penelitian ini adalah nilai webometricswebsite repository Universitas Gajah Mada dengan rincian nilai indicator size sebesar 0,6%,visibility 0,5%, rich file 0,1 %, altmetrics0,8%, scholar1,4%. Selain itu, dari hasil evaluasidiketahui beberapa hal yang menyebabkan website repository Universitas Gajah Mada sedikit yangterindeks oleh Google serta tidak terindeks oleh webometric. Hal ini disebabkan oleh faktorteknologi web, yaitu penggunaan bahasa java script sehingga mesin pencarian sulit untukmengindeks halaman web.
Efektifitas Penggunaan EZPROXY Dalam Mengakses Jurnal Elektronik Bagi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan Universitas Diponegoro Stefi Melinda Saputri; Athanasia Octaviani Puspita Dewi
JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Progam Studi Ilmu Perpustakaan UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jipi.v7i1.9742

Abstract

This research was aimed to measure the effectiveness of using EZproxy on Single Sign On (SSO) in accessing electronic journals for Library Science students, Diponegoro University, Semarang. The analysis used a descriptive analysis method, which is a method that describes the data to get general conclusions. The sample was conducted by purposive sampling method. Collecting data was conducted by a questionnaire distributed to students as much 80 questionnaires. The results of this study are based on indicators of perceived ease of use resulting in a mean of 82.64% which is categorized as very effective; the perceived usefulness indicator produces the highest mean with a value of 83.80% which is categorized as very effective; behavioral intention to use indicator produces a mean of 79.89% which is categorized as effective; the actual system use indicator produces the lowest mean with a value of 74.7% which is categorized as effective. The results of the calculation of the mean value on all 35 statement items obtained a value of 81.25% which can be interpreted as very effective. So it can be concluded that EZproxy on Undip's E-Journal Single Sign On (SSO) service in accessing electronic journals has reached an effective level.
Peran Dinas Kearsipan dan Perpustakaan dalam preservasi dan komunikasi kebudayaan lokal Provinsi Jawa Tengah Roro Isyawati Permata Ganggi; Athanasia Octaviani Puspita Dewi
Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol 17 No 1 (2021): June
Publisher : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bip.v17i1.876

Abstract

Introduction. The purpose of this paper is to explore the role of The Office of Archive and Library in preservation and communication of local culture. Data Collection Method. Using a case study, this paper involved the data collection by interviews, observations and literature review. Data Analysis. The data were descriptively analysed by using thematic analysis. Results and Discussion. The Office of Archive and Library has three roles in preservation and communication of local culture. They are: (1) as an information provider; (2) as a local cultural preservation agency; and (3) as a communicator of local cultural information. The role in preservation and communication of local culture arises because of the duties of the Office of Archive and Library Office in managing knowledge and efforts to fulfill the intellectual needs of the community. Conclusion. Preservation and communication of local culture conducted by the Office of Archive and Library Office is a manifestation of the function of library. The role in the preservation and communication of local culture will continue to develop in accordance with the user needs.
Memilih Software Otomasi Perpustakaan Sesuai Kebutuhan Perpustakaan Athanasia Octaviani Puspita Dewi
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 3, No 1 (2019): Maret
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.954 KB) | DOI: 10.14710/anuva.3.1.71-76

Abstract

Artikel ini membahas cara memilih perangkat lunak untuk otomasi perpustakaan yang sesuai dengan kebutuhan perpustakaan. Hasil dari penelitian ini adalah sejumlah pertimbangan yang perlu dilakukan agar pustakawan dapat memilih perangkat lunak otomasi yang cocok untuk digunakan di perpustakaan dengan faktor keandalan, ekonomi, fleksibilitas, dan kesederhanaan perangkat lunak yang dibuat. Hal ini dilakukan untuk menentukan perangkat lunak perpustakaan otomasi perpustakaan dapat memperoleh manfaat sesuai dengan apa yang dibutuhkan perpustakaan.
Peran Human Capital Investment dalam Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia UPT Perpustakaan Universitas Diponegoro Titi Tyas Hastuti; Athanasia Octaviani Puspita Dewi
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 3, No 3 (2019): September
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.149 KB) | DOI: 10.14710/anuva.3.3.313-324

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peran human capital investment dalam meningkatkan kualitas pustakawan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan Universitas Diponegoro (Undip). Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Metode pengambilan data yang digunakan adalah wawancara semi terstruktur. Jumlah informan dalam penelitian ini sebanyak sepuluh orang, terdiri dari sembilan pustakawan dan Kepala UPT Perpustakaan Undip. Penelitian ini menggunakan thematic analysis dalam menganalisa data, dan dari hasil analisa tersebut muncul empat tema yaitu, penambah pengetahuan, peningkatan kemampuan, jaminan kesehatan, dan motivasi. Penambah pengetahuan merupakan hasil yang didapatkan pustakawan dari kegiatan human capital investment yang diikuti. Para pustakawan memperoleh berbagai informasi tambahan, keterampilan baru setelah mengikuti kegiatan human capital investment. Tema kedua yaitu peningkatan kemampuan, dalam konteks ini meliputi peningkatan kinerja, kompetensi, kualitas organisasi, keterampilan pustakawan, dan pemacu semangat. Dari kegiatan human capital investment tersebut, pustakawan memiliki keterampilan lebih yang dapat diterapkan untuk menjalankan tugas perpustakaan dengan lebih baik. Selain itu, pustakawan juga mengalami peningkatan semangat untuk lebih produktiv. Tema ketiga adalah jaminan kesehatan. Jaminan kesehatan merupakan salah satu bentuk human capital investment yang diterapkan oleh UPT Perpustakaan Undip. Tema terakhir, yaitu motivasi pustakawan dalam mengikuti kegiatan pelatihan sebagai bentuk human capital investment yaitu, mengumpulkan angka kredit, menambah pengetahuan dan wawasan, keinginan untuk memenuhi kebutuhan informasi serta memberikan layanan terbaik pada pemustaka. Penelitian ini memberikan gambaran dan pengetahuan baru mengenai peran human capial investment yang diterapkan di sebuah perpustakaan.
Pencarian Katalog dalam Online Public Access Catalog Menggunakan Boolean Logic Athanasia Octaviani Puspita Dewi
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 2, No 3 (2018): September
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.844 KB) | DOI: 10.14710/anuva.2.3.291-298

Abstract

Artikel ini membahas bagaimana logika boolean terhubung dengan basis data dalam Online Public Access Catalog (OPAC), sehingga dapat menemukan sesuatu yang terkait dengan kata kunci yang dimasukkan oleh pengguna. Hasil dari penelitian ini adalah logika boolean dimasukkan dalam Structured Query Language (SQL), sedangkan query itu sendiri ditempatkan dalam pengkodean yang terdapat dalam sistem OPAC. Penyisipan logika boolean bertujuan untuk memungkinkan pengguna sistem OPAC dapat menemukan informasi sesuai dengan apa yang ingin dicari. Para pustakawan diharapkan untuk belajar lebih banyak untuk menambah wawasan dan kemampuan dalam menyiapkan OPAC yang handal untuk mempersiapkan diri menghadapi persaingan teknologi informasi di bidang perpustakaan.
Daur Hidup Pengembangan Sistem untuk Otomasi Perpustakaan Athanasia Octaviani Puspita Dewi
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 2, No 4 (2018): Desember
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.965 KB) | DOI: 10.14710/anuva.2.4.347-354

Abstract

Artikel ini menjelaskan cara mengembangkan sistem otomasi perpustakaan menggunakan siklus hidup pengembangan sistem sesuai dengan Sommervile yang terdiri dari Analisis dan Definisi, Desain Sistem dan Perangkat Lunak, Implementasi dan Pengujian Unit, Integrasi dan Pengujian Sistem, Operasi dan Pemeliharaan. Hal ini diperlukan bagi pustakawan untuk mengetahui bagaimana cara mengembangkan sistem informasi karena sebagian besar pustakawan hanya mahir menggunakan perangkat lunak tetapi belum begitu sensitif terhadap pengembangan perangkat lunak itu sendiri. Harapannya adalah jika pustakawan memahami ini, sistem otomatis akan berjalan maksimal.
Pengembangan Sistem Informasi Perpustakaan untuk Mengelola Data Perpustakaan Athanasia Octaviani Puspita Dewi
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 5, No 2 (2021): Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.839 KB) | DOI: 10.14710/anuva.5.2.213-220

Abstract

Artikel ini membahas tentang beberapa penerapan dari jenis sistem informasi ini sudah banyak digunakan dalam perpustakaan. Management Information System dan Office Automation System sudah sering dijumpai di perpustakaan, sedangkan untuk jenis yang lainnya masih jarang yang menggunakan. Beberapa jenis sistem informasi dapat digabungkan menjadi satu aplikasi sistem informasi untuk menghasilkan sistem informasi yang lengkap mulai dari kegiatan input data, pemrosesan data, dan menghasilkan output berupa informasi untuk pendukung keputusan. Jika sistem informasi dibuat secara lengkap, maka pustakawan diharapkan mampu membangun perpustakaan yang lebih baik dalam hal pengelolaan data perpustakaan.
Big Data di Perpustakaan dengan Memanfaatkan Data Mining Athanasia Octaviani Puspita Dewi
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 4, No 2 (2020): Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.693 KB) | DOI: 10.14710/anuva.4.2.223-230

Abstract

Artikel ini membahas tentang bigdata dalam perpustakaan dan manfaatnya jika diolah. Hasil dari penelitian ini adalah data yang ada di dalam perpustakaan dapat disebut sebagai bigdata jika memenuhi 3 karakteristik dari big data yaitu volume, velocity, dan variety. Big data kemudian bisa diolah menggunakan data mining, salah satunya dengan menggunakan asosiasi dimana akan menghasilkan keterkaitan antar barang. Jika dalam perpustakaan big data-nya adalah data peminjaman berarti dapat menghasilkan keterkaitan antar koleksi yang dipinjam. Para pustakawan khususnya dapat menentukan tindakan selanjutnya dari hasil informasi yang didapatkan melalui hasil pengolahan big data ini. Sehingga diharapkan akan berperan dalam kemajuan sebuah perpustakaan.
Penggunaan Internet sebagai Sumber Informasi pada Generasi Baby boomer berdasarkan Kemampuan Literasi Informasi Zainur Rifqi Rozan; Athanasia Octaviani Puspita Dewi
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 6, No 1 (2022): Maret
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.809 KB) | DOI: 10.14710/anuva.6.1.23-42

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeskplorasi pengalaman penggunaan internet sebagai sumber informasi pada generasi Baby boomer berdasarkan kemampuan literasi informasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan fenomenografi. Teknik pengambilan data yang digunakan ialah menggunakan teknik wawancara terstruktur dengan menggunakan informan yang didapat melalui purposive sampling. Metode analisis yang digunakan adalah fenomenografi. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat lima kategori pengalaman penggunaan internet bagi generasi baby boomer. Kategori tersebut terbagi menjadi: 1. Buta terhadap internet, tidak menguasai penggunaan internet dengan baik; 2. Menguasai namun tidak menjadi andalan, mampu menggunakan internet namun tidak dijadikan sumber utama. Sub kategori 2 hanya menguasai sebagian saja dan masih memiliki kesulitan; 3. Mengandalkan secara buta, memiliki preferensi penggunaan internet sebagai sumber informasi namun tidak kritis dalam memilah informasi; 4. Mengandalkan namun tidak menguasai, memiliki preferensi terhadap internet namun tidak dapat menguasai sepenuhnya; 5. Andal untuk digunakan, paham betul terhadap penggunaan internet.