Athanasia Octaviani Puspita Dewi, Athanasia Octaviani Puspita
Program Studi S-1 Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Published : 45 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Pencarian Katalog dalam Online Public Access Catalog Menggunakan Boolean Logic Athanasia Octaviani Puspita Dewi
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 2, No 3 (2018): September
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.844 KB) | DOI: 10.14710/anuva.2.3.291-298

Abstract

Artikel ini membahas bagaimana logika boolean terhubung dengan basis data dalam Online Public Access Catalog (OPAC), sehingga dapat menemukan sesuatu yang terkait dengan kata kunci yang dimasukkan oleh pengguna. Hasil dari penelitian ini adalah logika boolean dimasukkan dalam Structured Query Language (SQL), sedangkan query itu sendiri ditempatkan dalam pengkodean yang terdapat dalam sistem OPAC. Penyisipan logika boolean bertujuan untuk memungkinkan pengguna sistem OPAC dapat menemukan informasi sesuai dengan apa yang ingin dicari. Para pustakawan diharapkan untuk belajar lebih banyak untuk menambah wawasan dan kemampuan dalam menyiapkan OPAC yang handal untuk mempersiapkan diri menghadapi persaingan teknologi informasi di bidang perpustakaan.
Daur Hidup Pengembangan Sistem untuk Otomasi Perpustakaan Athanasia Octaviani Puspita Dewi
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 2, No 4 (2018): Desember
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.965 KB) | DOI: 10.14710/anuva.2.4.347-354

Abstract

Artikel ini menjelaskan cara mengembangkan sistem otomasi perpustakaan menggunakan siklus hidup pengembangan sistem sesuai dengan Sommervile yang terdiri dari Analisis dan Definisi, Desain Sistem dan Perangkat Lunak, Implementasi dan Pengujian Unit, Integrasi dan Pengujian Sistem, Operasi dan Pemeliharaan. Hal ini diperlukan bagi pustakawan untuk mengetahui bagaimana cara mengembangkan sistem informasi karena sebagian besar pustakawan hanya mahir menggunakan perangkat lunak tetapi belum begitu sensitif terhadap pengembangan perangkat lunak itu sendiri. Harapannya adalah jika pustakawan memahami ini, sistem otomatis akan berjalan maksimal.
Pengembangan Sistem Informasi Perpustakaan untuk Mengelola Data Perpustakaan Athanasia Octaviani Puspita Dewi
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 5, No 2 (2021): Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.839 KB) | DOI: 10.14710/anuva.5.2.213-220

Abstract

Artikel ini membahas tentang beberapa penerapan dari jenis sistem informasi ini sudah banyak digunakan dalam perpustakaan. Management Information System dan Office Automation System sudah sering dijumpai di perpustakaan, sedangkan untuk jenis yang lainnya masih jarang yang menggunakan. Beberapa jenis sistem informasi dapat digabungkan menjadi satu aplikasi sistem informasi untuk menghasilkan sistem informasi yang lengkap mulai dari kegiatan input data, pemrosesan data, dan menghasilkan output berupa informasi untuk pendukung keputusan. Jika sistem informasi dibuat secara lengkap, maka pustakawan diharapkan mampu membangun perpustakaan yang lebih baik dalam hal pengelolaan data perpustakaan.
Big Data di Perpustakaan dengan Memanfaatkan Data Mining Athanasia Octaviani Puspita Dewi
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 4, No 2 (2020): Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.693 KB) | DOI: 10.14710/anuva.4.2.223-230

Abstract

Artikel ini membahas tentang bigdata dalam perpustakaan dan manfaatnya jika diolah. Hasil dari penelitian ini adalah data yang ada di dalam perpustakaan dapat disebut sebagai bigdata jika memenuhi 3 karakteristik dari big data yaitu volume, velocity, dan variety. Big data kemudian bisa diolah menggunakan data mining, salah satunya dengan menggunakan asosiasi dimana akan menghasilkan keterkaitan antar barang. Jika dalam perpustakaan big data-nya adalah data peminjaman berarti dapat menghasilkan keterkaitan antar koleksi yang dipinjam. Para pustakawan khususnya dapat menentukan tindakan selanjutnya dari hasil informasi yang didapatkan melalui hasil pengolahan big data ini. Sehingga diharapkan akan berperan dalam kemajuan sebuah perpustakaan.
Penggunaan Internet sebagai Sumber Informasi pada Generasi Baby boomer berdasarkan Kemampuan Literasi Informasi Zainur Rifqi Rozan; Athanasia Octaviani Puspita Dewi
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 6, No 1 (2022): Maret
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.809 KB) | DOI: 10.14710/anuva.6.1.23-42

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeskplorasi pengalaman penggunaan internet sebagai sumber informasi pada generasi Baby boomer berdasarkan kemampuan literasi informasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan fenomenografi. Teknik pengambilan data yang digunakan ialah menggunakan teknik wawancara terstruktur dengan menggunakan informan yang didapat melalui purposive sampling. Metode analisis yang digunakan adalah fenomenografi. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat lima kategori pengalaman penggunaan internet bagi generasi baby boomer. Kategori tersebut terbagi menjadi: 1. Buta terhadap internet, tidak menguasai penggunaan internet dengan baik; 2. Menguasai namun tidak menjadi andalan, mampu menggunakan internet namun tidak dijadikan sumber utama. Sub kategori 2 hanya menguasai sebagian saja dan masih memiliki kesulitan; 3. Mengandalkan secara buta, memiliki preferensi penggunaan internet sebagai sumber informasi namun tidak kritis dalam memilah informasi; 4. Mengandalkan namun tidak menguasai, memiliki preferensi terhadap internet namun tidak dapat menguasai sepenuhnya; 5. Andal untuk digunakan, paham betul terhadap penggunaan internet.
Penggunaan Mobile Library untuk Perpustakaan Digital Athanasia Octaviani Puspita Dewi
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 3, No 2 (2019): Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.764 KB) | DOI: 10.14710/anuva.3.2.151-155

Abstract

Artikel ini membahas perpustakaan digital, terkhusus yang diterapkan pada mobile library. Hasil dari penelitian ini adalah agar pustakawan memiliki wawasan tentang perpustakaan digital yang diterapkan pada mobile library akan mempermudah pengelolaan koleksi sehingga dapat mempertimbangkan untuk beralih ke perpustakaan digital dengan membangun dan menggunakan aplikasi mobile library. Serta memberikan wawasan bagi pemustaka dalam menggunakan perpustakaan digital dengan menggunakan mobile library
Library Anxiety pada Mahasiswa Tingkat Akhir: Studi Kualitatif di UPT Perpustakaan Politeknik Negeri Semarang Rika Ravena; Athanasia Octaviani Puspita Dewi
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 5, No 4 (2021): Desember
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.098 KB) | DOI: 10.14710/anuva.5.4.527-542

Abstract

Penelitian ini membahas library anxiety pada mahasiswa tingkat akhir di UPT Perpustakaan Politeknik Negeri Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana library anxiety yang terjadi pada mahasiswa tingkat akhir di UPT Perpustakaan Politeknik Negeri Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, agar penelitian dapat mengkaji pengalaman informan secara lebih mendalam. Data penelitian diperoleh melalui metode observasi, wawancara, dan studi dokumen dengan mengkaji enam faktor library anxiety milik Multidimensional Library Anxiety Scale (MLAS) yang dikembangkan oleh Van Kampen, kemudian dianalisis menggunakan metode analisis data model alir Miles dan Hubberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  library anxiety pada masing-masing mahasiswa tingkat akhir memiliki pengalaman yang berbeda-beda. Terdapat dua faktor yang paling banyak dialami oleh informan, yaitu berkaitan dengan pentingnya pemahaman tentang tata cara penggunaan perpustakaan dan kenyamanan yang dirasakan dalam menggunakan teknologi. Sementara itu, penelitian menghasilkan faktor yang paling berpengaruh terhadap library anxiety pada mahasiswa tingkat akhir, khususnya di UPT Perpustakaan Politeknik Negeri Semarang, diantaranya meliputi: banyaknya fasilitas dan layanan yang tersedia, pentingnya kegiatan pendidikan pemakai, intensitas kunjungan, hambatan dengan staf, dan kurangnya informasi terkait sumber online yang tersedia di perpustakaan.
Website Borobudurpedia Sebagai Sarana Pencarian Informasi Situs Dunia Candi Borobudur Anggita Pratiwi; Athanasia Octaviani Puspita Dewi
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 3, No 4 (2019): Desember
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (761.033 KB) | DOI: 10.14710/anuva.3.4.411-423

Abstract

Penelitian ini berjudul “Website Borobudurpedia sebagai Sarana Pencarian Informasi Situs Dunia Candi Borobudur” yang dilatarbelakangi oleh banyaknya website yang tersedia di mesin pencari banyak yang bukan website yang resmi dan terpercaya. Sedangkan website Borobudurpedia merupakan sebuah website yang dibuat oleh Balai Konservasi Borobudur sebuah lembaga resmi yang memiliki wewenang dalan perawatan dan pengelolaan Candi Borobudur. Website Borobudurpedia sebagai wadah publikasi informasi mengenai Candi Borobudur secara luas dan lengkap kepada masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang seberapa besar efektivitas website Borobudurpedia sebagai produk kemas ulang informasi situs dunia Candi Borobudur. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel adalah accidental sampling dan didapatkan sebanyak 312 sampel yang merupakan pengguna dari website Borobudurpedia. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Berdasarkan hasil dari penelitian ini yaitu efektivitas website Borobudurpedia sebagai sarana pencarian informasi situs dunia Candi Borobudur yang telah diukur dengan model difusi inovasi. Terdapat lima indikator yang diukur yaitu kesadaran, timbul minat dan pengetahuan, pembentukan perilaku, keputusan mencoba, dan penerimaan atau penolakan. Dari hasil pengukuran tersebut didapatkan nilai rata-rata sebesar 3,74 yang masuk ke dalam kategori efektif.
Kecerdasan Buatan sebagai Konsep Baru pada Perpustakaan Athanasia Octaviani Puspita Dewi
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 4, No 4 (2020): Desember
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.374 KB) | DOI: 10.14710/anuva.4.4.453-460

Abstract

Artikel ini membahas tentang kecerdasan buatan dalam perpustakaan dan beberapa contoh penerapannya dalam perpustakaan. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat beberapa bidang dalam kecerdasan buatan yang dapat diterapkan di perpustakaan. Masing-masing dari bidang tersebut mempunyai peluang untuk diterapkan di perpustakaan. Penerapan ini akan berpengaruh pada citra perpustakaan karena pada jaman sekarang ini masih jarang perpustakaan yang menerapkan kecerdasan buatan. Dalam pemanfaatan ini, pustakawan bertindak sebagai inisiator dan teman diskusi bagi ahli teknologi informasi untuk mewujudkan perpustakaan dengan menerapkan kecerdasan buatan di dalamnya. Dengan menerapkan kecerdasan buatan pada masa ini tentunya perpustakaan akan menjadi pelopor perpustakaan yang melek akan kecerdasan buatan.
Perilaku Pencarian Informasi Ibu Hamil pada Kehamilan Pertama di Kecamatan Tembalang Semarang dalam Memenuhi Kebutuhan Informasi Isnaini Chusnul Lathifah; Athanasia Octaviani Puspita Dewi
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 5, No 3 (2021): September
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.092 KB) | DOI: 10.14710/anuva.5.3.401-416

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku pencarian informasi ibu hamil pada kehamilan pertama di Kecamatan Tembalang dalam memenuhi kebutuhan informasi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan teknik pengumpulan datanya adalah wawancara semi terstruktur. Informan dalam penelitian ini berjumlah 5 informan yang dipilih dengan menggunakan purposive sampling. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah thematic analysis. Selanjutnya, hasil temuan penelitian diinterpretasikan dengan model konseptual praktik informasi dua dimensi oleh Mckenzie (2003). Hasil analisis menunjukkan 6 perilaku pencarian informasi ibu hamil pada kehamilan pertama, yaitu antara lain: 1) Ibu hamil kehamilan pertama mengenali dan merencanakan dokter atau bidan yang dituju untuk periksa kandungan, 2) Ibu hamil kehamilan pertama mencatat poin-poin yang akan ditanyakan pada bidan saat kontrol, 3) Ibu hamil kehamilan pertama ketika berinteraksi dengan teman kerjanya yang juga keadaan hamil, sehingga menjadi kesempatan untuk mendapatkan informasi terkait kehamilan, 4) Ibu hamil kehamilan pertama mendapatkan informasi dari aplikasi kehamilan, 5) Ibu hamil kehamilan pertama baru mengenali kebutuhan informasi ketika ada notifikasi yang muncul dari ponselnya mengenai informasi kehamilan, 6) Ibu hamil kehamilan pertama yang mendapatkan informasi dari customer service produk susu yang ia beli.