Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Development of a Web-Based First-Person Game of the Legend of Toar and Lumimuut Using Three.js Delon Daniel Wolayan; Benny Pinontoan; Edwin Tenda; Stephano Caesar Wenston Ngangi; Mahardika Inra Takaendengan; Dodisutarma Lapihu
Journal of Artificial Intelligence and Technology Information (JAITI) Vol. 4 No. 2 (2026): Volume 4 Number 2 June 2026
Publisher : PT. Tech Cart Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58602/jaiti.v4i2.261

Abstract

The legend of Toar and Lumimuut is a foundational Minahasan narrative that is increasingly unfamiliar to younger digital audiences. This research develops Toar & Lumimuut: Legend of Minahasa, a browser-based first-person puzzle adventure game that adapts the legend into an interactive 3D experience using Three.js. The study applied an iterative Game Development Life Cycle consisting of initialization, pre-production, production, alpha testing, beta testing, and release. The game contains two narrative levels: the Coast of Mount Wulur Mahatus and Mount Lolombulan. Each level integrates puzzle mechanics with story progression, including sacred torch activation, stone pillar sequencing, prophecy fragment ordering, sacred seed planting, and eternal flame activation. Technical implementation includes procedural terrain generated with Perlin noise, animated GLB characters and props, an NPC dialogue and quest system, inventory management, bilingual English-Indonesian text support, and browser-based deployment without installation. Functional validation used black box testing with 68 test cases covering movement, interface controls, dialogue, puzzles, timers, game-over states, and level transitions. All test cases passed, producing a 100% functional success rate. User acceptance testing with 15 respondents aged 19 to 21 produced an overall score of 84.44%, categorized as very good. Compatibility testing on Google Chrome, Mozilla Firefox, and Microsoft Edge showed that the game remained playable across three laptops without dedicated GPUs. The results indicate that Three.js can support accessible cultural game development while preserving local folklore through meaningful interactive gameplay.
Sistem Irigasi Drip Otomatis Menggunakan Metode Extreme Programming Berbasis Internet of Things Stephano Caesar Wenston Ngangi; Aditya Lapu Kalua; Jelly Ribka Danaly Lumingkewas; Eric Alfonsius
CHAIN: Journal of Computer Technology, Computer Engineering, and Informatics Vol. 4 No. 3 (2026): Volume 4 Number 3 July 2026 (ONLINE FIRST)
Publisher : PT. Tech Cart Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58602/chain.v4i3.272

Abstract

Pertumbuhan teknologi yang pesat, terutama di bidang Internet of Things (IoT), telah membuka peluang besar untuk mengatasi berbagai masalah dalam sektor pertanian, termasuk irigasi. Salah satu masalah utama yang dihadapi oleh petani adalah inefisiensi dalam penggunaan air, terutama pada sistem irigasi konvensional yang seringkali kurang akurat dalam mendistribusikan air secara tepat sesuai kebutuhan tanaman. Sistem manual juga memerlukan tenaga dan waktu yang signifikan, yang berpotensi menghambat produktivitas.Untuk mengatasi masalah ini, penelitian ini mengusulkan pengembangan sistem irigasi tetes otomatis berbasis IoT menggunakan metode Extreme Programming (XP). Solusi ini melibatkan penggunaan sensor kelembaban tanah dan mikrokontroler yang terhubung ke jaringan internet, memungkinkan pemantauan dan pengendalian irigasi secara real-time. Melalui penerapan metode XP, sistem ini dirancang secara iteratif dengan pendekatan yang fleksibel, memudahkan penyesuaian terhadap kebutuhan pengguna dan kondisi lapangan. Hasil dari pengembangan menunjukkan bahwa sistem irigasi tetes otomatis ini mampu meningkatkan efisiensi penggunaan air hingga 30% dibandingkan sistem manual. Sistem berhasil diimplementasikan dan diuji pada skala hidroponik, dengan hasil pertumbuhan tanaman yang lebih baik dan pengurangan pemborosan air. Antarmuka sistem berbasis web juga memungkinkan pengguna untuk memantau kondisi tanah dan mengatur waktu irigasi secara jarak jauh. Penerapan sistem irigasi tetes otomatis berbasis IoT dengan metode XP memberikan solusi efektif untuk mengatasi inefisiensi irigasi di sektor pertanian. Sistem ini tidak hanya memudahkan pengelolaan air, tetapi juga mendukung keberlanjutan dengan cara yang hemat energi dan sumber daya.