Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Psikoedukasi: Regulasi emosi Terhadap Kepatuhan Pemerima Manfaat (PM) di Balai Sentra Wirajaya Makassar Haerani Nur; Wahyudi Alengo; Dwi Fachrul Effendi; Izazi Husna Jufri; Muh. Ridawan
IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2022): IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.543 KB)

Abstract

Abstrak.  Disabilitas fisik adalah kelainan fungsi tubuh yang mengalami gangguan gerak yang disebabkan oleh kelainan neuromuskular dan struktur tulang yang bersifat bawaan, sakit, atau akibat kecelakaan (amputasi), polio dan lumpuh layu atau kaku, paraplegi, cerebral palsy, dan orang kecil. Keberadaan disabilitas fisik selalu akrab dengan label bahwa individu dengan cacat tubuh merupakan individu yang lemah, tidak berdaya, tidak dapat melaksanakan aktivitas, bahkan dianggap tidak dapat memberikan kontribusi apa-apa dalam hidup. Dengan adanya prasangka  tersebut, maka kerap kali terjadi diskriminasi terhadap individu penyandang disabilitas fisik. Sehingga penyandang disabilitas menjadi tidak percaya diri terhadap dirinya sendiri. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi terhadap Penerima Manfaat (PM) di Sentra Wirajaya Makassar mahasiswa KKP Psikologi UNM melihat bahwa tingkat kepatuhan yang masih kurang Melalui psikoedukasi yang dilakukan       bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peraturan serta kepatuhan PM ketika berada di lingkungan sosial, dan mampu beradaptasi dan memulai langkah yang pasti ketika lulus dan menjadi alumni Sentra Wirajaya Makassar. Metode yang digunakan dalam . bentuk psikoedukasi dengan ceramah sharing session. Melalui psikoedukasi ini PM mampu menaati dan mengoptimalkan kemampuannya untuk dapat memahami norma serta aturan yang ada di lingkungan sosal serta mampumengoptimalkan potensi dan keterampilan yang telah diberikan selama berada di Sentra Wirajaya Makassar.Kata Kunci: Kepatuhan, Norma Sosial, Kepercayaan Diri, Penyandang Disabilitas Fisik
SELF LOVE SEBAGAI UPAYA MENGURANGI RASA INSECURE PADA SISWA/I KELAS X IPA SMA MUHAMMADIYAH 1 UNISMUH MAKASSAR A Annisa Nurul Qalbi; Nurul Fitrah; Novita Maulidya Jalal; M. Ahkam Alwi; Nur Akmal; Ulil Hidayah Sulaeman; Wahyudi Alengo
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2022): November
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v1i1.36662

Abstract

Salah satu lingkungan yang memiliki pengaruh bagi siswa adalah sekolah. Sekolah diharapkan mampu memberikan pengalaman terbaik bagi siswa agar dapat memberikan perasaan nyaman pada siswa saat berada di sekolah. Tujuan dari kegiatan psikoedukasi ini yaitu untuk membantu siswa dalam mengetahui, memahami, dan menerapkan meningkatkan rasa percaya diri dengan belajar mencintai dan menerima diri, dan juga dapat menumbuhkan dan menjaga rasa sayang dan cinta terhadap dirinya. Metode yang digunakan dalam psikoedukasi ini ialah metode ceramah dan diskusi, serta dilakukan agenda tambahan seperti mengisi jurnal prompts bersama dilakukan agar siswa dapat melihat sebarapa besar tingkat self love yang dimiliki sebelum materi dilakukan. Kegiatan psikoedukasi dilaksanakan di SMA Muhammadiyah 1 Unismuh Makassar  kelas X IPA dan diikuti oleh sejumlah 22 siswa. Permasalahan utama yang dihadapi siswa kelas X IPA adalah insecure atau tidak percaya pada diri sendiri. Namun, setelah diberikan kuisioner di akhir kegiatan, maka diperoleh hasil evaluasi. Hasil evaluasi tersebut menunjukan bahwa partisipan merasa pemateri dan materi yang disampaikan sudah sangat baik dan menyenangkan.Selain itu, peserta juga menyatakan manfaat dari psikoedukasi self love dalam mengetahui, memahami, menerima, dan menumbuhkan rasa sayang pada dirinya sendiri.Psikoedukasi self love dengan demikian dapat menjadi salah satu metode yang membantu partisipan untuk mengurangi rasa insecure atau rasa tidak percaya diri pada diri mereka.