Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : ARISTO

POLA KAMPANYE PILKADA 2015 (Analisis isi media Kedaulatan Rakyat tentang kampanye pemilihan kepala daerah di DIY, tahun 2015) HH, Setio Budi; Rismayanti, Rebekka
ARISTO Vol 4 No 2 (2016): Aristo Vol. 7 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ars.v4i2.192

Abstract

AbstraksiPILKADA serentak tahun 2015 merupakan bagian proses demokrasi di Indonesia, untuk memilih kepala daerah tingkat propinsi (gubenur) dan kepala daerah tingkat II (bupati walikota). Penggunaan istilah serentak merupakan gagasan untuk menyederhanakan, sekaligus efisiensi anggaran, setelah pada waktu sebelumnya jadwal pilkada tersebut sangat bervariasi (waktu). Sebagaimana pada umumnya sebuah pesta demokrasi yang biasa dilakukan di Indonesia, baik ditingkat kabupaten/kota atau propinsi, partai dan para kandidat berkompetisi ketat untuk memenangkan jabatan gubenur dan bupati/walikota tersebut. Para kandidat berlomba untuk menggunakan segala sumber daya dan sumber dana untuk mempengaruhi pemilih. Kegiatan kampanye merupakan bentuk standar yang dilakukan, baik dalam konteks program yang secara langsung menyentuh konstituen dan atau calon pemilih, maupun lewat berbagai media. Variasi kegiatan kampanye baik yang bersifat langsung – tatap muka sampai yang menggunakan media menjadi bagian dari pertarungan mesin-mesin politik tim pemenangan masing-masing pasangan calon bupati di Bantul, Sleman dan Gunung Kidul, DIY. Sebagaimana yang biasa muncul, sebagai suatu pola, di setiap kegiatan kampanye pemilu, pilpres ataupun pilkada sebelumnya. Pertanyaanya adalah variasi pola pola kampanye peserta apakah efektif dalam pencapaian target kemenangan pada pilkada.Kata Kunci: Pilkada, Kampanye, Pemasaran Politik.
Bridal Shower in Yogyakarta: The Shifting of Meaning and the Shaping of Social Class Vidiadari, Irene Santika; Rismayanti, Rebekka
ARISTO Vol 10 No 1 (2022): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ars.v10i1.4044

Abstract

Bridal shower, a modern ritual of Indonesia modern society, has as well been practiced by people living in Yogyakarta. The adopted “American bridal shower” had been the representation of high-class society for it emphasized on luxurious symbols. Now, the trend has spread to the middle-class and has become a part of pre-wedding events. Yet, although people have started making the bridal shower ritual, they seem to be reluctant to abandon the Javanese bridal showers.  This study finds that the bridal shower trend is shaped and maintained continuously by party planners, parallel with the growth of the trend in other big cities in Indonesia. Interestingly, among the middle-class society, an image of becoming a part of a higher social class is produced when they throw a bridal shower and publish the event on social media.  The findings of this research also indicate that the meaning and the values of bridal shower in Yogyakarta have shifted, which is believed to be the result of the misunderstanding of the very origin of the bridal shower Bridal shower, sebuah ritual modern pada masyarakat Indonesia, juga dipraktikkan oleh masyarakat di Yogyakarta. Ritual ini mengadopsi praktik ritual ‘American bridal shower’ yang merupakan representasi dari kehidupan kelas atas dan ditunjukkan dengan menggunakan simbol kemewahan-tempat acara, dekorasi, akesoris, dan lainnya. Saat ini, praktiknya juga merambah kelas menengah. Acara ini menjadi bagian dari rangkaian acara menjelang pernikahan. Tulisan ini melihat bahwa tren bridal shower dibentuk dan dipelihara oleh penyedia jasa party planner. Seiring dengan berkembangnya ritual ini di kota besar lainnya- Jakarta, Bandung dan Surabaya. Bridal shower yang meriah merupakan simbol kemewahan. Bagi kelas menengah, citra untuk menjadi bagian dari kelas atas diproduksi melalui acara bridal shower dan mempublikasikannya melalui sosial media. Temuan penelitian ini menunjukkan adanya pergeseran makna dan nilai tentang bridal shower di Indonesia, yang dikarenakan adanya perbedaan pemahaman mengenai bridal shower di negara asalnya.   Â