Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analysis of Non-Performing Loans (NPL) at BRI Bank Tbk in 2010-2022 Darwita Arini Nasution; Enjelina Sinaga; Gabriella Dominggoes Panjaitan; Histi Trifesi Naibaho
Asian Journal of Management Analytics Vol. 2 No. 2 (2023): April 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/ajma.v2i2.3864

Abstract

Non-Performing Loans (NPL) are an important indicator in assessing asset quality and credit risk management within financial institutions. This study aims to determine the main non-performing loan (NPL) at PT. Bank Rakyat Indonesia BRI Tbk. This research uses qualitative methods. The data obtained is secondary data with quantitative data types. The research instrument used in collecting data is the financial statements of PT. Bank BRI Tbk in the form of a financial ratio report for 2010–2022. The results of this study showed that the lowest NPL ratio level in 2013 was 1.63% and the highest NPL ratio level in 2021 was 3.00%. The average NPL during 2010–2022 was 2.34%, which is included in the healthy category.
Efektivitas Implementasi Kebijakan Keterbukaan Informasi Publik Dalam Pengawasan Pengelolaan Dana Desa Saentis Kecamatan Percut Sei Tuan Fariz Aditya; Yeni Yolanda Simbolon; Raja Songkup Pratama; Victoria Grace Daely; Enjelina Sinaga; Julia Ivanna
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5716

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi keterbukaan informasi publik di desa, bentuk-bentuk transparansi yang digunakan, hambatan yang dihadapi, serta upaya pemerintah desa dalam mengatasinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah desa telah menerapkan keterbukaan informasi melalui penyediaan mading di depan kantor desa dan pemanfaatan media digital sebagai sarana publikasi APBDes, realisasi anggaran, dan kegiatan pembangunan. Transparansi tersebut dinilai efektif dalam memperluas akses informasi dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan desa. Namun, penelitian ini juga menemukan adanya hambatan berupa perbedaan persepsi masyarakat terhadap program pembangunan, khususnya pembangunan jalan yang memunculkan pro dan kontra. Hambatan tersebut dipengaruhi oleh perbedaan tingkat literasi informasi, kepentingan sosial, serta kesenjangan akses teknologi. Untuk mengatasi dinamika tersebut, pemerintah desa melakukan berbagai upaya, termasuk dialog dalam forum musyawarah desa, penyediaan informasi yang lebih mudah dipahami, serta pendekatan langsung kepada masyarakat untuk meluruskan kesalahpahaman dan membangun pemahaman bersama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keterbukaan informasi publik di desa telah berjalan cukup baik, namun masih memerlukan penguatan melalui peningkatan literasi informasi, komunikasi partisipatif, dan kapasitas perangkat desa.