Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Karakteristik dan Tipologi Perubahan dI Kawasan Pusat Kota Semarang Handayani, Wiwandari; Mardiansjah, Fadjar Hari; Febriyanto, Ahady Farrel
Jurnal Riptek Vol 17, No 1 (2023)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Kota Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35475/riptek.v17i1.167

Abstract

The city center's decline is a severe problem faced by cities worldwide and the City of Semarang. The population decline has coincided with the transformation of urban villages in the Central Region of Semarang City. Many dwellings have changed their function due to the growth in commercial activity, which then affected the physical form of settlements in the area. Therefore, the city center often experiences depreciation and creates vacant land, which also impacts ongoing environmental degradation. The physical transformation of urban villages needs to be identified as a positive opportunity to develop a more productive city center. This study aims to identify the characteristics and typologies in the city center to model the development of the Semarang City Center Area. This study uses a mixed research methods approach (mixed method) and used primary data in questionnaires distributed to the community in the Central City of Semarang. Respondents in this study are people who live in two residential groups, namely Kampung Kota (Urban Villages) and Planned Housing. The result is that there are four typologies based on settlement characteristics and changes in their function. These typologies include Fixed Planned Housing, Changed Planned Housing, Fixed Urban Villages and Changed Urban Villages. Then the four typologies become the basis for the development model of the Semarang City Center Area, looking at the opportunities and challenges.
Characteristics and Patterns of Urbanization of Non-Urban Regions: the case of Kudus Regency in Central Java Province, Indonesia Sari, Retno Tunjung; Mardiansjah, Fadjar Hari
Journal of Regional and City Planning Vol. 36 No. 1 (2025)
Publisher : The Directorate for Research and Community Services, Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jpwk.2025.36.1.1

Abstract

Urbanization in Java is characterized by processes that occur outside the boundaries of cities, particularly in the territories of regencies that are still perceived as non-urban districts. Using the case of Kudus Regency in Central Java Province, this study analyzed the urbanization process that takes place in Javanese regencies, highlighting the importance of the process outside of cities, especially in regencies with high urbanization levels. The analysis showed that the urbanization process is reflected in the spatial expansion of urbanized villages and the growing urban population in growing urban areas in the regency. The pattern and characteristics of urbanization in Kudus Regency are relatively independent from the influence of major cities that are located more than 60 km away, and the process has been observed as accommodating the growing population and its activities in growing urban areas. The spatial growth in the urbanization process corresponds with the growth in population density, supported by the availability of three spatial elements: a high-density core, lesser-density areas close to the core, and road networks connecting them. The analysis further showed that the urbanization process that takes place in Kudus Regency is an in-situ urbanization process in the capital that leads to the formation of a larger city, with the economic and demographic factors of the region supporting and determining the speed and direction of the process. The fast rate of the urbanization process and the expansion of urban areas in the regency are challenging, necessitating management in the same manners as in cities.
PENGEMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN PERIKANAN DALAM PENGEMBANGAN EKONOMI LOKAL Riyanto, Sigit; Mardiansjah, Fadjar Hari
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 14, No 2 (2018): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.299 KB) | DOI: 10.33658/jl.v14i2.113

Abstract

ENGLISHPati Regency is one of the regions in Central Java Province that has a large potential of fisheries and marine. However, only about 52.11% of fishery production is processed. The research objective is to study the development of the fisheries processing industry in the development of the local economy in Pati Regency. The study used a mix-method method in August-October 2018. The research locations were Juwana, Tayu, Batangan, Dukuhseti, Margoyoso, Wedarijaksa, Trangkil, Pati, Sukolilo, Kayen, Winong, Gabus, Jaken, Jakenan, Tambakromo, Gembong and Margorejo subdistrict. Data collection techniques through observation, questionnaires, in-depth interviews and document review. Sampling is simple random sampling with the number of sample are 90 fisheries processing industry players. Quantitative analysis was carried out to find out the characteristics of a fishery processing industry that is numerical, namely the distribution statistics tabulation data. (2) Analysis of factors affecting the fisheries processing industry using confirmatory factor analysis (CFA) using a questionnaire. The results of the study: significant factors affecting the fisheries processing industry, namely raw materials, institutions, industrial infrastructure and industrial locations. Alternative strategies include improving industrial infrastructure, enhancing community and institutional capacity. Development of a fishery processing industry integrated with raw materials. INDONESIAKabupaten Pati merupakan salah satu daerah di Provinsi Jawa Tengah yang memiliki potensi perikanan dan kelautan yang cukup besar. Namun hanya sekitar 52,11% dari produksi perikanan yang dilakukan pengolahan. Tujuan penelitian untuk melakukan kajian pengembangan industri pengolahan perikanan dalam pengembangan ekonomi lokal di Kabupaten Pati. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus-Oktober 2018 dengan menggunakan pendekatan kualitatif-kuantitatif (mix-method). Lokasi penelitian yaitu Kecamatan Juwana, Tayu, Batangan, Dukuhseti, Margoyoso, Wedarijaksa, Trangkil, Pati, Sukolilo, Kayen, Winong, Gabus, Jaken, Jakenan, Tambakromo, Gembong dan Margorejo. Teknik pengumpulan data melalui observasi, kuesioner, wawancara mendalam dan telaah dokumen. Teknik pengambilan sampel adalah simple random sampling dengan jumlah sampel 90 pelaku industri pengolahan perikanan. Analisis kuantitatif dilakukan untuk mengetahui karakteristik industri pengolahan perikanan yang bersifat numerik yaitu data-data tabulasi statistik distribusi. Analisis faktor yang mempengaruhi industri pengolahan perikanan menggunakan analisis faktor konfirmatori (CFA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang berpengaruh terhadap industri pengolahan perikanan adalah bahan baku, kelembagaan, infrastruktur industri dan lokasi industri. Alternatif strategi antara lain 1) peningkatan infrastruktur industri; 2) peningkatan kapasitas masyarakat dan kelembagaan; serta 3) pengembangan industri pengolahan perikanan yang terintegrasi dengan bahan baku.
KAJIAN PERBANDINGAN KETERSEDIAAN FASILITAS PENDIDIKAN ANTAR-KECAMATAN SEBELUM DAN SESUDAH PEMEKARAN DI KABUPATEN KERINCI Diany, Wellvy Firstia; Mardiansjah, Fadjar Hari
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v4i2.50103.226-240

Abstract

Kesempatan untuk mengikuti pendidikan merupakan suatu hak dan kewajiban setiap warga negara berdasarkan amanat konstitusi negara, yang juga menjadi kewajiban pemerintah untuk menyediakannya. Oleh karena itu, pelayanan pendidikan merupakan suatu pelayanan dasar yang sangat penting di dalam proses pembangunan wilayah maupun nasional. Untuk mewujudkan tekad tersebut, pemerintah menuangkan urusan pendidikan ke dalam kebijakan desentralisasi, dimana pemerintah daerah diberi kewenangan untuk menyediakan dan mengelola penyelenggaraan pelayanan pendidikan dasar dan menengah. Dengan menggunakan kasus pemekaran wilayah Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh pada tahun 2008, penelitian ini ditujukan untuk menganalisis dampak pemekaran terhadap pelayanan fasilitas pendidikan dasar dan menengah di daerah. Penelitian yang mempergunakan data sekunder dari data statistik daerah ini mengamati tingkat pelayanan fasilitas pendidikan, yang direpresentasikan oleh tingkat kecukupan sediaan fasilitas di setiap wilayah, dan melakukan perbandingannya antarwilayah untuk memahami dinamika tingkat pelayanan sebelum dan sesudah pemekaran. Analisis yang dilakukan mengacu kepada standar pelayanan nasional serta memanfaatkan perhitungan yang menggunakan model Koefisien Indeks Gini dilakukan untuk melihat perbandingan pemerataan penyediaan tingkat pelayanan fasilitas pendidikan antarkecamatan. Selain itu, perhitungan yang dilakukan secara antartahun dilakukan untuk memahami dinamika pemerataan sebelum dan sesudah pemekaran terjadi. Hasil penelitian memperlihatkan menurunnya tingkat pelayanan yang berasal dari ketersediaan pelayanan fasilitas pendidikan secara agregat di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, dimana terkonsentrasinya beberapa jenis layanan fasilitas pendidikan menengah Kabupaten Kerinci pada wilayah Kecamatan Sungai Penuh memberi pengaruh kepada perubahan tingkat pelayanan dan tingkat pemerataan layanan setelah dilakukan pemekaran Kota Sungai Penuh dari Kabupaten Kerinci.
Perkembangan Kawasan-kawasan Perkotaan Kecil di Kabupaten Wonogiri dan Potensi Perannya dalam Penguatan Keterkaitan Desa-Kota Rahma Wati, Okta Bashri; Mardiansjah, Fadjar Hari
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v6i2.81373.189-207

Abstract

Urbanisasi mendorong perkembangan wilayah perkotaan tidak terbatas pada kawasan metropolitan, tetapi juga mencakup kawasan perkotaan kecil. Indonesia telah mengalami pertumbuhan kawasan perkotaan kecil yang sangat cepat, terutama di wilayah kabupaten-kabupaten di Pulau Jawa. Pertumbuhan kawasan perkotaan kecil tersebut juga terjadi pada Kawasan Subosukawonosraten, yang terbentuk dari perluasan kawasan perkotaan Kota Surakarta sebagai pusatnya. Sebagai bagian dari Subosukawonosraten, Kabupaten Wonogiri juga mengalami pertumbuhan perkotaan yang berimplikasi pada tumbuh dan berkembangnya kawasan-kawasan perkotaan kecil di dalamnya meskipun tidak secepat kabupaten-kabupaten lain yang berbatasan langsung dengan Kota Surakarta. Kawasan perkotaan kecil di Kabupaten Wonogiri terbentuk dari aglomerasi desa perkotaan atau desa-desa yang memiliki karakteristik perkotaan. Keberadaan kawasan perkotaan kecil di Wonogiri berpotensi untuk memiliki peranan strategis dalam penguatan keterkaitan desa-kota. Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan kawasan-kawasan perkotaan kecil di wilayah Kabupaten Wonogiri dari tahun 1990 hingga 2019 dan menganalisis potensi peningkatan perannya dalam penguatan keterkaitan desa-kota. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan teknik analisis deskriptif, dibantu dengan metode analisis spasial, location quotient dan network analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan perkotaan kecil di Kabupaten Wonogiri mengalami perkembangan penambahan jumlah kawasan perkotaan kecil. Setiap kecamatan memiliki potensi aktivitas utama, yaitu pertanian, industri, dan pariwisata, sehingga berpotensi lebih banyak berperan dalam meningkatkan nilai tambah, daya saing dan/atau akses pasar dari produk kawasan perdesaan, dan sekitarnya. Peran kawasan-kawasan tersebut dapat diperkuat untuk meningkatkan keterkaitan desa-kota dengan menyediakan dan/atau menambahkan jumlah fasilitas pengolahan, pemasaran/ transit serta pelayanan umum, termasuk fasilitas pendidikan pelatihan yang dapat meningkatkan transformasi teknologi dan inovasi pada aktivitas ekonomi.