Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Inovasi Teknologi Produksi Pelet Pakan Ikan Terapung untuk Peningkatan Pendapatan Pembudidaya Ikan di Kabupaten Tasikmalaya Ucik Ika Fenti Styana; Adi Kurniawan; Desi Erlita
Sewagati Vol 3 No 3 (2019)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (657.804 KB)

Abstract

Budidaya perikanan merupakan salah satu mata pencaharian utama di Kampung Nyalindung, Desa Linggajati, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya. Biaya operasi yang tinggi untuk penyediaan pakan ikan menyebabkan menurunnya penghasilan mereka. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan teknologi peralatan produksi pelet pakan ikan terapung agar mereka bisa lebih mandiri untuk mereduksi biaya operasi. Metode yang dilakukan adalah dengan pengembangan teknologi mesin produksi pelet pakan ikan terapung untuk pembudidaya ikan di Kabupaten Tasikmalaya. Tahapan kegiatan dimulai dari mengindentifikasi kebutuhan mitra terkait operasional produksi, merancang dan membuat mesin, melakukan pengujian terhadap mesin yang telah dibuat, melakukan serah terima alat dan pelatihan serta pendampingan kepada produsen pakan ikan dan pemanfaatan produk pelet pakan ikan. Adanya program ini diharapkan permasalahan pembudidaya ikan dalam hal penyediaan pelet pakan ikan dengan harga yang lebih terjangkau dapat teratasi dan dapat meningkatkan kesejahteraan pembudidaya ikan pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.
Advances Systematic Literature Review (SLR): Kemajuan Teknik Lapisan Semprot Pada Sel Surya Ditinjau dari Aspek Efisiensi dan Prospek Komersialisasi Kurniawan, Adi; Indriawati, Anisa
Jurnal Riset Fisika Indonesia Vol 5 No 1 (2024): Desember 2024
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jrfi.v5i1.5713

Abstract

This systematic review examines recent developments in spray-coated solar cells through analysis of 127 peer-reviewed studies (2019-2024). Our findings highlight significant advances in ultrasonic spray techniques, achieving thickness variations of ±2.5% and perovskite-based device efficiencies reaching 21.7%. Large-scale implementation demonstrated successful coating areas of 1.5 m² while maintaining 90% of lab-scale performance. Despite promising results, stability remains challenging, with typical efficiency losses of 15-20% over 1000 hours. Current trends suggest commercial viability within 3-5 years, contingent upon advances in materials and processing techniques.
DAMPAK VARIASI KONDISI CUACA (SUHU, CAHAYA, KELEMBAPAN) TERHADAP UNJUK KERJA DAN DAYA OUTPUT SISTEM PLTS Dimas Taufiq Ridlo; Yohanes Tola; Ucik Ika Fenti Styana; Adi Kurniawan
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 25 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v25i2.410

Abstract

Kebutuhan energi listrik yang terus meningkat mendorong pemanfaatan sumber energi terbarukan yang berkelanjutan, salah satunya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Indonesia sebagai negara beriklim tropis memiliki potensi energi surya yang besar, dengan intensitas radiasi rata-rata 4,5–4,8 kWh/m²/hari. Namun, kinerja PLTS sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti suhu, intensitas cahaya matahari, dan kelembapan udara. Variasi cuaca yang dinamis menyebabkan daya keluaran PLTS berfluktuasi, sehingga perlu dilakukan analisis mendalam mengenai pengaruh tiap parameter cuaca terhadap performa sistem. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis pengaruh suhu, intensitas cahaya matahari, dan kelembapan udara terhadap daya keluaran PLTS, serta (2) mengidentifikasi waktu dan kondisi cuaca yang paling optimal untuk menghasilkan daya maksimum. Penelitian dilaksanakan di PLTH Pantai Baru, Kabupaten Bantul, selama 17 hari pada periode Juni–Agustus dengan pengukuran setiap jam mulai pukul 06.00 hingga 18.00 WIB. Parameter yang diamati meliputi daya keluaran (P), suhu (T), intensitas cahaya (Lux), dan kelembapan udara (RH). Data dianalisis menggunakan SPSS versi 26 melalui uji validitas, reliabilitas, dan uji T untuk menentukan hubungan dan pengaruh antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh data dinyatakan valid dan reliabel, dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,731 (>0,6). Berdasarkan uji T, hanya intensitas cahaya matahari yang berpengaruh signifikan terhadap daya keluaran PLTS (t = –4,064; Sig. = 0,000), sedangkan suhu (Sig. = 0,168) dan kelembapan udara (Sig. = 0,464) tidak berpengaruh nyata. Arah koefisien negatif menunjukkan bahwa peningkatan intensitas yang berlebihan dapat menurunkan efisiensi akibat kenaikan suhu modul. Berdasarkan analisis data lapangan, daya keluaran maksimum tercatat pada pukul 10.00–13.00 WIB dengan kondisi intensitas cahaya tinggi (sekitar 900–1100 Lux), suhu udara berkisar 31–35°C, dan kelembapan relatif 40–50%. Dengan demikian, kondisi tersebut dapat dianggap sebagai waktu optimal PLTS bekerja secara efisien di lokasi penelitian.
Prototype Listrik Tenaga Pikohidro (PPT 1.0) untuk Alat Bantu Identifikasi Potensi dan Praktikum Mahasiswa Energi Masrur Alatas; Ucik Ika Fenti Styana; Dimas Taufiq Ridlo; Fifin Hindarti; Adi Kurniawan
Jurnal Engine: Energi, Manufaktur, dan Material Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Proklamasi 45

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30588/jeemm.v9i2.2422

Abstract

Indonesia's energy needs continue to rise, while its fossil fuel resources are limited. The national energy mix for renewable energy programs is planned to reach 31% by 2030. Indonesia's pico-hydro potential is substantial, found in mountainous areas, rural areas, suburbs, and islands. Potential is also found in primary, secondary, and tertiary irrigation areas, small rivers, waterfalls, pond circulation, and even in rainwater gutters. The research method for identifying potential in the field used a Portable Pico-hydro Turbine (PPT 1.0) with direct testing and student laboratory experiments. The results of the pico-hydro prototype study can be used to identify 26 potential pico-hydro points, which can function as 100-watt street lighting and support student energy laboratory equipment.