Henny Yulianita
Fakultas Keperawatan, Universitas Padjadjaran

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Length of Stay pada Pasien Infark Miokard Akut Tipe Stemi setelah Menjalani Percutaneous Coronary Intervention : a Narrative Review Firman Sugiharto; Azalia Melati Putri; Aan Nuraeni; Henny Yulianita
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 5 (2023): Volume 5 Nomor 5 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i5.9737

Abstract

ABSTRACT Cardiovascular disease especially ST segment elevation (STEMI) is still a major health problem with high morbidity and mortality rates. Although recent advances in the treatment of STEMI patients have yielded better results, the need for intensive care of patients with a prolonged length of stay (LOS) can increase the burden of health care costs. An understanding of the description of LOS in STEMI patients and the factors that influence it as an effort to improve the quality of care and shorten LOS. To describe length of stay (LOS) in acute myocardial infarction patients with STEMI after treatment percutaneous coronary intervention.This study used narrative review design. The databases used were Pubmed, Ebscohost, Scopus, Taylor and Francis, and Google Scholar. The strategy for searching articles using the PCC framework with the keywords namely “Adults”, “Length of Stay”, “Percutaneous Coronary Intervention” and “Myocardial Infarction”. The results showed that 20 articles were analyzed and most of the articles said that the shortest LOS in STEMI patients after PCI was only 5.9 hours, while the longest LOS was 14 days. Most of the articles said that the LOS in STEMI patients after PCI was prolonged. Many factors affect the duration of LOS in STEMI patients, namely age, gender, complications (bleeding), history of comorbidities (diabetes mellitus, hypertension, and kidney failure), and disease severity are the predictors most experienced by STEMI patients. Keywords: Length of Stay, Myocardial Infarct, STEMI  ABSTRAK Penyakit kardiovaskular khususnya STEMI masih menjadi permasalahan kesehatan utama dengan tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Meskipun kemajuan terbaru dalam penanganan STEMI telah memberikan hasil yang lebih baik, kebutuhan perawatan intensif pasien dengan durasi length of stay (LOS) yang memanjang dapat meningkatan beban biaya perawatan kesehatan. Pemahaman mengenai gambaran LOS pasien STEMI serta faktor yang mempengaruhinya penting diketahui sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas perawatan dan mempersingkat LOS. Untuk mendeskripsikan LOS atau lama rawat Pasien Infark miokard dengan STEMI setelah percutaneous coronary intervention. Penelitian ini menggunakan desain narrative review. Basis data yang digunakan meliputi Pubmed, EBSCO-host, Scopus, Taylor and Francis, dan Google Scholar. Strategi pencarian artikel menggunakan kerangka kerja PCC dengan kata kunci “Adults”, “Length of Stay”, “Percutaneous Coronary Intervention” and “Myocardial Infarction”.  Hasil penelitian menunjukkan, dari 20 artikel yang dianalisis, sebagian besar artikel menyebutkan bahwa LOS terpendek pada pasien STEMI pasca PCI hanya 5,9 jam, sedangkan LOS terlama adalah 14 hari. Sebagian besar artikel mengatakan LOS pada pasien STEMI setelah PCI memanjang. Banyak faktor yang mempengaruhi lama LOS pada pasien STEMI yaitu usia, jenis kelamin, komplikasi (perdarahan), riwayat penyakit penyerta (diabetes melitus, hipertensi, dan gagal ginjal), dan tingkat keparahan penyakit merupakan prediktor yang paling banyak dialami oleh pasien STEMI. Kata Kunci: Lama Rawat, Infark Miokardial, STEMI
Pengaruh Range of Motion Terhadap Peningkatan Kemampuan Activity Daily Living pada Pasien Pasca Operasi Fraktur Ekstremitas Bawah: Narrative Review Henny Yulianita; Firman Sugiharto; Nita Fitria; Dyah Setyorini; Andis Permana; Bunga Aviera; Dini Mulya; Fitri Yani; Meuthia Saulikha; Oktaviani Fauziah; Sarah Retno; Gihon Jessi
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 11 (2023): Volume 5 Nomor 11 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i11.9739

Abstract

ABSTRACT Postoperative fracture patients are prone to immobilization problems due to the appearance of pain so they feel afraid to move their limbs. Activity exercises that can be done for patients with postoperative lower extremity fractures are Range of Motion (ROM). The purpose of this review is to identify the effect of ROM intervention to increase Activity Daily Living (ADL) in lower extremity post-op patients. This research uses narrative review method. Literature search from the EBSCOhost, Garuda, and Google Scholar databases with the keywords ROM OR Range of Motion OR Range Of Movement” AND “Post-operative fracture OR Post-op Fractures” AND “Lower limb OR leg OR knee OR foot OR tibia OR femur” AND “Activity daily living OR Activity daily care OR ADL''. Articles were selected using the PRISMA 2020 guidelines. The results obtained were 5 articles that discussed ROM interventions to improve ADL. There are interventions in the form of active ROM and passive ROM. The conclusion that from the five articles analyzed, it was found that ROM intervention can be given to postoperative lower extremity fracture patients because it can improve ADL by reducing muscle and joint stiffness and preventing muscle atrophy in patients. Keyword: Activity Daily Living, Lower Limb, Range Of Motion.  ABSTRAK Pasien post operasi fraktur rentan mengalami masalah imobilisasi akibat munculnya rasa nyeri sehingga mereka merasa takut untuk menggerakan anggota tubuhnya. Latihan aktivitas yang dapat dilakukan kepada pasien fraktur post operasi ekstremitas bawah adalah Range of Motion (ROM). Tujuan dari studi literatur ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh intervensi ROM untuk meningkatkan Activity Daily Living (ADL) pada pasien post-op ekstremitas bawah. Penelitian ini menggunakan metode narrative review. Pencarian literatur dari database EBSCOhost, Garuda, dan Google Scholar dengan kata kunci ROM OR Range of Motion OR Range Of Movement” AND  “Post-operative fracture OR Post-op Fractures” AND “Lower limb OR leg OR knee OR foot OR tibia OR femur” AND “Activity daily living OR Activity daily care OR ADL’’. Artikel diseleksi menggunakan pedoman PRISMA 2020. Hasil didapatkan 5 artikel yang membahas intervensi ROM untuk meningkatkan ADL. Terdapat intervensi berupa ROM aktif dan ROM pasif. Dapat disimpulkan bahwa dari kelima artikel yang dianalisis didapatkan bahwa intervensi ROM dapat diberikan pada pasien fraktur post operasi ekstremitas bawah karena dapat meningkatkan ADL dengan mengurangi kekakuan otot dan sendi serta mencegah atropi otot pada pasien.  Kata Kunci:Aktivitas Harian, Ekstremitas Bawah, Range of Motion. 
Gambaran Kesejahteraan Psikologis Mahasiswa Program Profesi Ners Selama Menjalani Praktik Klinik di Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Dyah Setyorini; Hanna Aulia Zahra; Indra Maulana; Henny Yulianita; Iyus Yosep
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 4 (2024): Volume 6 Nomor 4 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i4.13285

Abstract

ABSTRACT To maintain people's productivity during the COVID-19 pandemic, the Indonesian government has issued a new policy where people can remain productive with the Adaptation to New Habits (IMR) system. One of the sectors affected by the AKB system is the world of education which has been shifted from an online system to face-to-face learning. This change has quite an impact on students, especially nursing students, who find it quite difficult to deal with clinical practice, so they often experience mental tension and experience a decline in psychological well-being. This study aims to obtain an overview of student's psychological well-being in the Nursing Professional Program (PPN) while undergoing clinical practice during the AKB period. This research uses a quantitative descriptive design. The research subjects were students of the Nursing Professional Program (PPN) class 44, Faculty of Nursing, Padjadjaran University using a total sampling technique (N=93). Data collection was carried out using the Indonesian version of the Psychological Well-Being Scale (PWBS) instrument which is valid and reliable from Rachmayani Ramdhani (2014) with a validity test value of 0.304 to 0.508 and a reliability test value of 0.921. Research shows that most respondents (96%) have low psychological well-being scores. This is influenced by changes in learning methods, the pandemic situation, and various academic challenges that cause various psychological problems in students during clinical practice. The level of psychological well-being of PPN 44 students during clinical practice is mostly in the low category. Therefore, researchers suggest providing counseling services for students to reduce the psychological pressure they experience so that their psychological well-being can improve.  Keywords: Adaptation to New Habits, Clinical Practice, Psychological Well-Being, Students  ABSTRAK Dalam rangka menjaga produktivitas masyarakat di tengah pandemi COVID-19, pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijakan baru dimana masyarakat bisa tetap produktif dengan sistem Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Salah satu sektor yang terdapak dengan sistem AKB adalah dunia pendidikan yang dialihkan dari sistem daring menjadi pembelajaran tatap muka. Perubahan ini cukup berdampak pada mahasiswa terutama mahasiswa keperawatan yang merasa cukup kesulitan dalam menghadapi praktik klinik sehingga sering mengalami ketegangan mental dan mengalami penurunan kesejahteraan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai kesejahteraan psikologis pada mahasiswa Program Profesi Ners (PPN) selama menjalani praktik klinik di masa AKB. Penelitian ini menggunakan desain desktriptif kuantitatif. Subjek penelitian pada mahasiswa Program Profesi Ners (PPN) angkatan 44 Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran dengan teknik total sampling (N=93). Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen Psychological Well-Being Scale (PWBS) versi Bahasa Indonesia yang sudah valid dan reliabel dari Rachmayani Ramdhani (2014) dengan nilai uji validitas sebesar 0,304 sampai 0,508 dan nilai uji reliabilitas sebesar 0,921. Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (96%) memiliki skor kesejahteraan psikologis yang rendah. Hal ini dipengaruhi oleh perubahan metode pembelajaran, situasi pandemi, dan berbagai tantangan akademik yang menyebabkan berbagai permasalahan psikologis pada mahasiswa selama melaksanakan praktik klinik.  Tingkat kesejahteraan psikologis mahasiswa PPN 44 selama menjalani praktik klinik sebagian besar berada pada kategori rendah. Oleh karena itu, peneliti menyarankan agar menyediakan layanan konseling bagi mahasiswa untuk mengurangi tekanan psikologis yang dialami sehingga kondisi kesejahteraan psikologis dapat meningkat. Kata Kunci: Adaptasi Kebiasaan Baru, Kesejahteraan Psikologis, Mahasiswa, Praktik Klinik