Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

ANALISIS BUTIR SOAL MATEMATIKA PADA INSTRUMEN UJI COBA MATERI SEGITIGA Supandi, Supandi; Farikhah, Lailatul
JIPMat Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan pada upaya untuk mengetahui kualitas butir soal matematika pada materi segitiga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode pengumpulan data lapangan . Pembuatan aplikasi berdasarkan analisis hasil dari metode statistik yaitu analisis respon butir.  Hasil dari penelitian ini adalah informasi berupa validitas soal, reliabilitas soal, evaluasi daya pembeda, dan tingkat kesukaran soal. Hasil analisis menunjukkan bahwa kualitas butir soal dari tingkat validitas soal, yang valid sebesar 70% dan tidak valid sebesar 30%. Dari tingkat reliabilitas soal dengan taraf signifikansi 5% soal dinyatakan reliabel. Berdasarkan tingkat kesukaran soal  60% berada pada kategori mudah, 30% berada pada kategori sedang, dan 10% berada pada kategori sukar. Daya beda soal menunjukkan 50% soal dikategorikan baik dan50% dengan kategori cukup. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan  bahwa kualitas soal memiliki validitas dan reliabilitas yang tinggi, sedangkan dari tingkat kesukaran tergolong mudah dan daya bedanya tergolong cukup.
Literature Study On The Diversity Of Coastal Echinoidea As A Source Of Biology Learning Materials For Biodiversity Rusidah, Yunita; Farikhah, Lailatul; Mundriyastutik, Yayuk
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang MIPA dan SOSHUM
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui kualitas air minum dalam kemasan (AMDK) dan airminum isi ulang (AMIU) yang dijual di sekitar kampus Universitas Muhammadiyah Kudus,ditinjau dari parameter fisik, kimia dan mikrobiologis pada air minum sesuai SNI 01-3554-2006 dan PMK no 492 tahun 2010. Pengujian dilakukan mengunakan 10 sampel air mineral,meliputi 7 AMDK (Ades, Airmu, Aqua, Cleo, Crystalin, Le mineral dan Vit) dan 3 sampelAMIU diambil dari depot air minum isi ulang disekitar kampus yaitu dari depot Pasuruhan,Prambatan dan Purwosari. Penelitian dilakukan di PT Sariguna Primatirta Kudus, yangmerupakan pabrik AMDK di kota Kudus, yang memiliki persyarataan pengujian AMDK.Pengujian yang dilakuan meliputi fisika kimia yang meliputi pengujian TDS, pH, dan tigaunsur logam berat yang meliputi pengujian kandungan unsur Fe, Mn dan Cl2 (klorin)danmikrobiologi yaitu TPC, keberaadaan E.coli dan Total Coliform.Hasil penelitian didiskripsikan bahwa hasil pengukuran fisika kimia terdiri dari kandungantotal dissolved solid (TDS) menghasilkan Airmu dan Cleo dibawah 10 ppm (demineral) dan 8sampel air mineral, hal ini sesuai dengan persyaratan TDS dari SNI yaitu > 10 ppm untukdemineral dan >500 ppm untuk air mineral. Pengujian pH berada pada pH normal berkisardiangka 7, dari 10 sampel hanya satu yang bernilai basa 8.37 yaitu sampel dari depotPasuruhan. Pengujian adanya logam berat Fe, Mn dalam kondisi baik, menunjukan angkanol dengan test kit merk merck. Sedangkan untuk pengujian adanya kandungan klorinmenunjukan hasil diatas ambang batas yaitu 0.05 ppm dari sampel air depot Pasuruhan,0.02 ppm dari depot Prambatan dan depot Purwosari. Hal ini tidak sesuai karena sesuaiketentuan SNI untuk kandungan klorin adalah 0 ppm. Hasil organoleptik dari 10 sampelmenghasilkan kondisi normal. Namun secara mikrobiologis hasil TPC sebelum pengeceranhanya Cleo dan Ades yang laik dikonsumsi karena aman dari kontaminasi bakteri.Sedangkan Hasil TPC setelah pengenceran, pengujian keberadaan E.Coli dan Total coliformmenghasilkan 7 sampel AMDK aman dan laik sebagai air minum sesuai SNI No.01-3553tahun 2006 dan 3 sample AIMU tidak memenuhi PMK no 492 tahun 2010, sebagaipersyaratan air minum.
Qualitative Analysis Of Bottled Drinking Water And Refilled Drinking Water Sold Around University Of Muhammadiyah Rusidah, Yunita; Farikhah, Lailatul; Mundriyastutik, Yayuk
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang MIPA dan SOSHUM
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the quality of bottled drinking water and refilleddrinking water that sold around University of Muhammadiyah Kudus.It is in terms ofphysical, chemical, and microbiological parameters of drinking water based on SNI 01-3554-2006 and PMK no. 492 of 2010.The test was conducted byten samples of mineral water. Those are seven bottleddrinking water (Ades, Airmu, Aqua, Cleo, Crystalin, Le mineral and Vit) and three samplesof AMIU was taken from refill drinking water depots around campus, from depots inPasuruhan, Prambatan, and Purwosari. The research was conducted at PT SarigunaPrimatirta Kudus. It is a factory inKudus city which has testing requirements. The testscarried out chemical physics which included testing of TDS, pH, and three heavy metalelements and included testing of content of Fe, Mn and Cl2 (chlorine) elements, andmicrobiology namely TPC of presence of E-coli and Total Coliform.The results of physical and chemical measurements through total dissolved solid(TDS) showed that Airmu and Cleo under 10 ppm (demineral) and below 500 ppm for 8samples of mineral water.It is according to the TDS requirements of SNI, > 10 ppm fordemineralized and> 500 ppm for mineral water. The results of the pH test or the degree ofacidity are in normal pH which are around 7 of 9 samples and only one with an alkalinecondition is 8.37, namely sample from the Pasuruhan depot. The test for the presence ofheavy metals, Fe, Mn,is in good condition, showing the number zero with the brand testkit. In addition, for testing the presence of chlorine content, the results were above thethreshold, namely 0.05 ppm from the Pasuruhan depot water sample, 0.02 ppm from thePrambat depot and the Purwosari depot. This is not in accordance with SNI provisions forchlorine content of 0 ppm. Meanwhile, microbiologically of the TPC showed before dilutionwere only Cleo and Ades which were suitable for consumption because they were absentfrom bacterial contamination. While the TPC results after dilution, testing the differencebetween E-Coli and Total coliform resulted in 7 samples of bottled drinking water whichwere safe and feasible as drinking water according to SNI 01-3553-2006 and 3 samplesAMIU were not fulfilled to PMK No. 492/2010 as drinking water requirements.
Senyawa Fitokimia dan Aktivitas Farmakologis pada Jahe Merah (Zingiber officinale var. Rubrum): Review Sholikhati, Anisa; Kurnia, Shinta Dwi; Farikhah, Lailatul
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jahe merah (Zingiber officinale var. Rubrum) merupakan tanaman obat yang pertama kali dibudidayakan di Asia salah satunya di Indonesia. Jahe merah lebih banyak digunakan sebagai obat karena mengandung minyak atsiri dan oleoresin tertinggi dibandingkan tipe jahe lainnya sehingga lebih ampuh menyembuhkan berbagai macam penyakit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji senyawa fitokimia dan aktivitas farmakologis pada jahe merah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode kajian pustaka dari beberapa sumber referensi terkait. Senyawa fitokimia jahe merah yang berhasil dilaporkan adalah karbohidrat, lemak, terpene, dan senyawa fenolik. Senyawa fenolik pada jahe merah adalah gingerol, shogaol, paradol, quercetin, zingeron, gingerenon-A dan 6- dehidrogingerdion. Aktivitas farmakologis jahe merah yang telah dilaporkan untuk berbagai pengobatan yaitu sebagai antiinflamasi, antioksidan, antimikroba, neuroproteksi, analgesik, sitotoksik, antiemetik, dan antiobesitas.
HEALTH COUNSELING TO INCREASING KNOWLEDGE AND COMPLIANCE IN HYPERTENSION PATIENTS Fanani, Zaenal; Rusidah, Yunita; Kurnia, Shinta Dwi; Farikhah, Lailatul; Munandiyah, Munandiyah
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 10, No 2 (2025): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v10i2.2674

Abstract

Hypertension is a silent killer because it often occurs without complaints, symptoms can vary among individuals, and are almost the same as the symptoms of other diseases and can cause several complications including coronary heart disease, stroke and kidney failure. To support appropriate hypertension therapy, health counseling is needed given that knowledge and adherence to the expected therapeutic effect can be achieved. The purpose of this study was to determine the influence of health counseling on increasing patient knowledge and compliance. Primary data collection was carried out from February to March 2023, using the one-group pre and post-test experimental quasi-methods, for 55 respondents. The research instrument used two questionnaires, namely patient knowledge and compliance. Blood pressure was 140/90 in 34 (61,82%) patients and the duration of hypertension was 5 years in as many as 43 (78,2%) patients. The percentage of patients who completed the post-test patient knowledge was as high as 100%, and the percentage of patients who completed the post-test compliance was as high as 63,64%. A significant difference was found between the two data sets (p= 0.000). Patient knowledge and compliance increased significantly from before health counseling to after health counseling.