Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

MODEL PEMBELAJARAN BERVISI SETS MELALUI DISKUSI FISH BOWL MENGGUNAKAN ARTIKEL KIMIA Sholikhati, Anisa; Wahyukaeni, Titi; Binadja, Achmad
Chemistry in Education Vol 1 No 1 (2012): Terbit Bulan April 2012
Publisher : Chemistry in Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh modelpembelajaran bervisi SETS melalui diskusi fish bowl menggunakan artikel kimiaterhadap hasil belajar asam-basa kelas XI SMA N 1 Jekulo Kudus. Populasipenelitian adalah siswa kelas XI IPA SMA N 1 Jekulo Kudus tahun pelajaran2010/2011, sedangkan sampel penelitian siswa kelas XI IPA-3 sebagai kelaseksperimen dan kelas XI IPA-4 sebagai kelas kontrol. Sampel penelitian diambildengan teknik purposive sampling.Metode yang digunakan dalam pengambilandata adalah dokumentasi, tes, observasi, dan angket. Berdasarkan analisis data,pengaruh model pembelajaran bervisi SETS melalui diskusi fish bowlmenggunakan artikel kimia terhadap hasil belajar siswa ditunjukkan denganangka korelasi 0,46 dan memiliki pengaruh sebesar 21,24%. Pengaruh terhadapaspek afektif dan psikomotorik juga ditunjukkan secara deskriptif melalui hasilrata-rata nilai kelas eksperimen yang lebih baik dari pada kelas kontrol. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran bervisi SETS melaluidiskusi fish bowl menggunakan artikel kimia memberikan pengaruh positifterhadap hasil belajar siswa.
Senyawa Fitokimia dan Aktivitas Farmakologis pada Jahe Merah (Zingiber officinale var. Rubrum): Review Anisa Sholikhati; Shinta Dwi Kurnia; Lailatul Farikhah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jahe merah (Zingiber officinale var. Rubrum) merupakan tanaman obat yang pertama kali dibudidayakan di Asia salah satunya di Indonesia. Jahe merah lebih banyak digunakan sebagai obat karena mengandung minyak atsiri dan oleoresin tertinggi dibandingkan tipe jahe lainnya sehingga lebih ampuh menyembuhkan berbagai macam penyakit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji senyawa fitokimia dan aktivitas farmakologis pada jahe merah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode kajian pustaka dari beberapa sumber referensi terkait. Senyawa fitokimia jahe merah yang berhasil dilaporkan adalah karbohidrat, lemak, terpene, dan senyawa fenolik. Senyawa fenolik pada jahe merah adalah gingerol, shogaol, paradol, quercetin, zingeron, gingerenon-A dan 6- dehidrogingerdion. Aktivitas farmakologis jahe merah yang telah dilaporkan untuk berbagai pengobatan yaitu sebagai antiinflamasi, antioksidan, antimikroba, neuroproteksi, analgesik, sitotoksik, antiemetik, dan antiobesitas.
Korelasi Hasil Pemeriksaan Mikroskopis Sputum Basil Tahan Asam dengan Tes Cepat Molekuler (GeneXpert) pada Pasien Tuberkulosis di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus Zamroni, Aini Rizka Amalia; Rusidah, Yunita; Sholikhati, Anisa
Jaringan Laboratorium Medis Vol 7, No 1 (2025): May 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlm.v7i1.12780

Abstract

Tuberculosis (TB) remains a leading cause of global mortality, with 10.6 million new cases reported worldwide in 2023 by the World Health Organization (WHO), including 450,000 cases of rifampicin-resistant TB (RR-TB). This study aimed to determine the correlation between Acid-Fast Bacilli (AFB) smear and Rapid Molecular Test (TCM) results among TB patients at Dr. Loekmono Hadi General Hospital, Kudus. This descriptive-analytic study employed a cross-sectional design and involved 45 randomly selected TB patients who met the inclusion and exclusion criteria in January 2025. Each patient underwent both AFB smear and TCM (GeneXpert) examinations. Data were analyzed using univariate and bivariate analysis, with the Chi-Square test used to assess the correlation. The results showed that the majority of patients were aged 46–65 years (48.8%) and male (57.8%). TCM detected MTB Not Detected in 66.7% of patients, while 80% had negative AFB smear results. The Chi-Square test revealed a significant correlation between the two methods (p 0.001). In conclusion, TCM is more sensitive than AFB smear in detecting TB. These findings imply that broader implementation of TCM in TB screening and diagnosis is essential to enhance early detection accuracy and improve disease control efforts.
The Relationship between Adherence to Antihypertensive Medication and Microalbumin Levels in Hypertension Prolanis Patients Saputro, Arief Adi; Sholikhati, Anisa; Rusidah, Yunita
Jurnal Keperawatan Priority Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jukep.v8i1.6320

Abstract

Hypertension is one of the main health problems faced by people throughout the world, including in Indonesia. Uncontrolled hypertension can cause various complications such as heart disease, stroke and kidney damage. Microalbuminuria, namely the presence of small amounts of albumin in the urine, is an early indicator of kidney damage. In hypertensive patients, microalbuminuria can be an early sign of hypertensive nephropathy, which is a serious complication of high blood pressure. Compliance with taking medication affects blood pressure control. This study aims to evaluate the relationship between adherence to antihypertensive medication and microalbumin levels in hypertension prolanis patients. This research is observational analytic with a cross sectional approach. Data was obtained prospectively in the period July-August 2024 with a sample size of 33 respondents. Medication adherence was taken using a questionnaire, and data on microalbuminuria levels was obtained through medical record data. Next, the results were subjected to a chi-square statistical correlation test. Microalbumin levels and medication adherence blood pressure lowering medication, obtained a value of p = 0.0 (p < 0.05) which indicates that statistically there is a significant relationship between microalbumin levels and compliance of taking blood pressure lowering medication. The frequency distribution of hypertensive sufferers with high microalbumin levels, namely ≥ 30 mg/dL, shows a result of 51.6% (17 patients).
Senyawa Fitokimia dan Aktivitas Farmakologis pada Jahe Merah (Zingiber officinale var. Rubrum): Review Sholikhati, Anisa; Kurnia, Shinta Dwi; Farikhah, Lailatul
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jahe merah (Zingiber officinale var. Rubrum) merupakan tanaman obat yang pertama kali dibudidayakan di Asia salah satunya di Indonesia. Jahe merah lebih banyak digunakan sebagai obat karena mengandung minyak atsiri dan oleoresin tertinggi dibandingkan tipe jahe lainnya sehingga lebih ampuh menyembuhkan berbagai macam penyakit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji senyawa fitokimia dan aktivitas farmakologis pada jahe merah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode kajian pustaka dari beberapa sumber referensi terkait. Senyawa fitokimia jahe merah yang berhasil dilaporkan adalah karbohidrat, lemak, terpene, dan senyawa fenolik. Senyawa fenolik pada jahe merah adalah gingerol, shogaol, paradol, quercetin, zingeron, gingerenon-A dan 6- dehidrogingerdion. Aktivitas farmakologis jahe merah yang telah dilaporkan untuk berbagai pengobatan yaitu sebagai antiinflamasi, antioksidan, antimikroba, neuroproteksi, analgesik, sitotoksik, antiemetik, dan antiobesitas.
The Relationship between Adherence to Antihypertensive Medication and Microalbumin Levels in Hypertension Prolanis Patients Saputro, Arief Adi; Sholikhati, Anisa; Rusidah, Yunita
Jurnal Keperawatan Priority Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jukep.v8i1.6320

Abstract

Hypertension is one of the main health problems faced by people throughout the world, including in Indonesia. Uncontrolled hypertension can cause various complications such as heart disease, stroke and kidney damage. Microalbuminuria, namely the presence of small amounts of albumin in the urine, is an early indicator of kidney damage. In hypertensive patients, microalbuminuria can be an early sign of hypertensive nephropathy, which is a serious complication of high blood pressure. Compliance with taking medication affects blood pressure control. This study aims to evaluate the relationship between adherence to antihypertensive medication and microalbumin levels in hypertension prolanis patients. This research is observational analytic with a cross sectional approach. Data was obtained prospectively in the period July-August 2024 with a sample size of 33 respondents. Medication adherence was taken using a questionnaire, and data on microalbuminuria levels was obtained through medical record data. Next, the results were subjected to a chi-square statistical correlation test. Microalbumin levels and medication adherence blood pressure lowering medication, obtained a value of p = 0.0 (p < 0.05) which indicates that statistically there is a significant relationship between microalbumin levels and compliance of taking blood pressure lowering medication. The frequency distribution of hypertensive sufferers with high microalbumin levels, namely ≥ 30 mg/dL, shows a result of 51.6% (17 patients).
EDUKASI PEMILIHAN OBAT TRADISIONAL DENGAN TEPAT DAN AMAN Anisa Sholikhati; Muhammad Nurul Fadel; Findasari Findasari; Hardiyani Presticasari; Akhyasin Akhyasin
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 7, No 1 (2025): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v7i1.2664

Abstract

Obat tradisional atau dikenal dengan istilah obat herbal merupakan ramuan untuk pengobatan yang  proses produksinya tanpa bahan kimia dan berasal dari ekstrak tumbuhan menjadi bentuk sediaan seperti serbuk, pil, atau cairan. Secara umum, penggunaan obat tradisional dianggap lebih aman dari pada penggunaan obat kimia modern. Hal tersebut dikarenakan obat tradisional dianggap mempunyai efek samping yang relatif kecil dibandingkan obat kimia modern. Masyarakat sebagai konsumen harus dapat melindungi diri dari obat tradisional yang berisiko bagi kesehatan. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi pemilihan obat tradisional dengan tepat dan aman. Tempat pelaksanaan kegiatan ini adalah Desa Kalirejo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, dengan mitra ibu-ibu PKK. Kegiatan pengabdian ini melalui tiga tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa sebanyak 65% peserta dapat memahami dengan baik tentang kegiatan dalam edukasi pemilihan obat tradisional. Masyarakat perlu mengetahui klasifikasi obat tradisional dan mengetahui cara pemilihan obat tradisional supaya masyarakat dapat terhindar dari obat palsu dan ilegal.
SOSIALISASI CEGAH STUNTING ANAK DENGAN ASUPAN PROTEIN HEWANI Anisa Sholikhati; Arief Adi Saputro; Achmad Ridwan; Nunung Qomariyah; Susi Nurohmi; Milad Naufal Akbar
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 5, No 2 (2023): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v5i2.2210

Abstract

Stunting merupakan gangguan tumbuh dan kembang anak yang salah satu penyebabnya adalah masalah kurang gizi kronis. Stunting yang telah terjadi apabila tidak diimbangi dengan cath-up growth (tumbuh kejar) akan berpotensi terhambatnya pertumbuhan motorik dan mental, rendahnya kemampuan belajar, meningkatkan resiko penyakit kronis seperti obesitas, diabetes dan hipertensi. Asupan makanan yang penting untuk mencegah stunting anak adalah protein hewani. Asupan makanan ini berperan penting dalam tumbuh kembang anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi tentang pencegahan stunting anak dengan asupan protein hewani. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat melalui dua tahap yaitu tahap koordinasi dan tahap sosialisasi. Tahap koordinasi dilaksanakan tim dengan mitra yaitu anggota Nasyiatul Aisyiah Desa Papringan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus terkait dengan perijinan kegiatan. Tahap sosialisasi merupakan inti pelaksanaan kegiatan dengan kegiatan awal yaitu tim memberikan informasi tentang definisi stunting dan bagaimana ciri-ciri anak stunting, kegiatan selanjutnya adalah tim menjelaskan penyebab stunting pada anak dan menjelaskan cara pencegahan stunting anak dengan asupan protein hewani. Mitra dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini sangat aktif dan antusias dalam mengikuti kegiatan sosialisasi.
POTENSI EKSTRAK KOPI (COFFEA SP.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN: REVIEW Anisa Sholikhati; Bintari Tri Sukoharjanti; Yunita Rusidah
JURNAL MEDIKA INDONESIA Vol 4, No 2 (2023): JURNAL MEDIKA INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/.v4i2.2049

Abstract

Kopi (Coffea sp.) merupakan biji-bijian dari Genus Coffea yang menjadi bahan minuman paling digemari di dunia termasuk Indonesia. Produk olahan kopi pada umumnya berasal dari proses pengolahan dan ekstraksi biji kopi. Lebih dari 100 spesies kopi teridentifikasi, namun hanya Kopi Arabica (Coffea arabica) dan Kopi Robusta (Coffea canephora) yang paling banyak diproduksi dan dikonsumsi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji potensi ekstrak kopi sebagai antioksidan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah review literasi dari beberapa sumber referensi terkait. Ekstrak kopi mengandung senyawa fitokimia diantaranya adalah lemak, protein, mineral, polisakarida, minyak kopi, kafein dan asam klorogenat. Metode ekstraksi kopi yang dapat digunakan adalah maserasi dan sokletasi. Sedangkan untuk mengetahui potensi ekstrak kopi sebagai antioksidan dapat digunakan metode DPPH. Asam klorogenat pada kopi menunjukkan potensi yang tinggi terhadap aktivitas antioksidan.
KAJIAN AKTIVITAS FARMAKOLOGIS BUAH PARIJOTO (MEDINILLA SPECIOSA): SISTEMATIK REVIEW Anisa Sholikhati; Shinta Dwi Kurnia; Yayuk Mundriyastutik
JURNAL MEDIKA INDONESIA Vol 5, No 1 (2024): JURNAL MEDIKA INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/.v5i1.2317

Abstract

Buah parijoto (Medinilla speciosa) merupakan bagian tanaman parijoto yang berbentuk bulat seperti anggur dan berwarna merah keunguan serta mempunyai rasa asam dan sepat. Buah parijoto banyak dimanfaatkan masyarakat untuk mengobati penyakit diantaranya adalah sariawan, radang, dan diare. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aktivitas farmakologis buah parijoto. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dari beberapa referensi terkait dengan menggunakan diagram PRISMA (Preferred Items for Systematic Reviews and Meta-analyses). Hasil penelitian menunjukkan bahwa buah parijoto terbukti mempunyai aktivitas farmakologis yaitu antidiabetes, antibakteri, antioksidan, dan antikanker. Aktifitas farmakologis tersebut ditemukan karena buah parijoto mengandung beberapa senyawa fitokimia yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Kandungan senyawa fitokimia yang ditemukan pada buah parijoto adalah fenolik, flavonoid, saponin, tannin, alkaloid, kardenolin dan glikosida.