Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

ANALISIS MENURUNNYA PRODUKSI UDARA BERTEKANAN YANG DIHASILKAN OLEH AIR COMPRESSOR DI KAPAL SPOB. CINTIANA PRATAMA Hariyadi; Paris J.M. Senda; Tasdik Tona
JURNAL VENUS Vol 8 No 2 (2020): September
Publisher : PIP Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.094 KB) | DOI: 10.48192/vns.v8i2.286

Abstract

Kompresor mempunyai peranan yang sangat penting di atas kapal dalam menunjang pengoperasian kapal. Dalam pengoperasiannya kompresor sering mengalami gangguan yang menyebabkan menurunnya produksi udara pada kompresor udara. Penelitian ini dilaksanakan di atas kapal SPOB. Cintiana Pratama Milik perusahaan PT. Cindara Pratama Lines selama satu tahun sumber data diperoleh langsung dengan metode observasi, kepustakaan dan dokumen yang berkaitan. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terjadinya kerusakan pada ring piston akibat adanya partikel lain yang terhisap bersama udara sehingga terbentuk kerak pada katup tekanan rendah dan tekanan tinggi dan terjadinya kebocoran pada sistim perpipaan akibat kurangnya pemeliharaan yang Menyebabkan Menurunnya produksi udara bertekanan pada kompresor.
Analisis Tidak Normalnya Proses Purifikasi Pada Fuel Oil Purifier Di Kapal MT. GAS MELAWI Paris J.M. Senda; Tasdik Tona; Jordan Michael Lewar
JURNAL VENUS Vol 9 No 2 (2021): September
Publisher : PIP Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9228.354 KB) | DOI: 10.48192/vns.v9i02.441

Abstract

Tujun penelelitian adalah mengetahui proses purifikasi yang tidak normal pada purifier mitsubishi selfjector SJ10F/FH. Penelitian ini dilaksanakan di MT. GAS MELAWI mulai tanggal 12 Desember 2017 sampai tanggal 20 Desember 2018. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gravity disc yang tidak sesuai serta pilot valve yang macet akan mengganggu jalannya proses purifikasiatau pemisahan bahan bakar yang akan dipakai diatas kapal. Hal ini mengakibatkan fuel oil purifier selalu mengalami masalah tidak normal lalu mengakibatkan peluberan apabila berlangsung secara terus menerus hal ini akan menyebabkan kerugian baik dari segi materi maupun jumlah bahan bakar yang ikut terbuang.
Penyebab Keterlambatan Penginjeksian Bahan Bakar pada Mesin Diesel Induk di Kapal MT. Samudera Biru 168 Muhammad Elham Banusaputro; Heri Sutanto; Sukur; Paris Juvenalis Marino Senda Woda; Yudi Satria
Hengkara Majaya Vol. 7 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Politeknik Pelayaran Barombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61759/hmj.v7i1.122

Abstract

This study aims to analyze the causes and impacts of fuel injection delay in the main diesel engine of MT Samudera Biru 168. The research used a qualitative approach, with data collected through direct observation, interviews with engine room personnel, and analysis of the ship’s operational data. The findings reveal that the delay was caused by clogged injector nozzle holes due to carbon deposits, reducing injection pressure to 200 bar, below the normal specification of the B&W SSangyong engine (250–350 bar). The identified impacts include increased exhaust gas temperature in most cylinders, decreased temperature in one cylinder, higher exhaust emissions, and damage to injector components. Contributing factors were identified as poor fuel quality, suboptimal preventive maintenance schedules, and limited monitoring of injection pressure. Corrective actions taken included replacing the injector nozzle, cleaning the fuel system, recalibrating components, and conducting regular checks on the injection system. This study emphasizes the importance of implementing planned preventive maintenance, using high-quality fuel, and regularly monitoring engine operating parameters to maintain operational efficiency and prevent further damage. The results are expected to serve as a reference for ship diesel engine maintenance, supporting operational reliability and the sustainability of the maritime industry. In addition, this study is expected to inspire other researchers to conduct similar studies with a more in depth and comprehensive approach. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab dan dampak keterlambatan penginjeksian bahan bakar pada mesin diesel induk di kapal MT. Samudera Biru 168. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi langsung, wawancara dengan personel kamar mesin, serta analisis data operasional kapal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlambatan penginjeksian disebabkan oleh tersumbatnya lubang nozzle injektor akibat penumpukan kerak karbon, sehingga tekanan injeksi turun menjadi 200 bar, di bawah spesifikasi normal mesin B&W SsangYong (250–350 bar). Dampak yang diidentifikasi meliputi kenaikan temperatur gas buang pada sebagian besar silinder, penurunan temperatur pada salah satu silinder, peningkatan emisi gas buang, dan kerusakan komponen injektor. Faktor pendukung lainnya adalah kualitas bahan bakar yang kurang baik, kurang optimalnya jadwal perawatan preventif, dan minimnya pengawasan terhadap tekanan injeksi. Upaya perbaikan yang dilakukan mencakup pergantian nozzle injektor, pembersihan sistem bahan bakar, kalibrasi ulang komponen, serta pengecekan berkala pada sistem injeksi. Penelitian ini menegaskan pentingnya penerapan perawatan preventif yang terencana, penggunaan bahan bakar berkualitas tinggi, serta pengawasan rutin terhadap parameter kerja mesin untuk menjaga efisiensi operasional dan mencegah kerusakan lebih lanjut. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi referensi bagi perawatan mesin diesel kapal guna mendukung keandalan operasional dan keberlanjutan industri pelayaran. Selain itu penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan inspirasi kepada peneliti lain supaya dapat dilakukan penelitian dengan ide serupa namun lebih mendalam dan komprehensif.
Perawatan Sistem Bahan Bakar pada Main Engine di Kapal MV. Buyut Langlang Buana Muhammad Idil; Adnan; Khafifah; Paris Juvenalis Marino Senda Woda; Yudi Satria
Hengkara Majaya Vol. 7 No. 2 (2026): September
Publisher : Politeknik Pelayaran Barombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61759/hmj.v7i2.169

Abstract

This study aims to determine the impact and efforts in preventing fuel system damage to the main engine. With qualitative research methods that produce descriptive data, fuel system maintenance and efforts to prevent fuel system damage can be described clearly and clearly because the data obtained from direct interviews and supported by documentation methods that provide a clearer picture of the information conveyed. The results obtained by the author during the research are that the quality of fuel is not suitable due to the content and characteristics of the fuel received during the bunker, fuel mixed with other substances such as water and mud is the cause of the damage to the content and characteristics of the fuel itself. The discussion of the results of the research is the selection of pure and clean fuel and regular maintenance of the fuel system. The conclusion of the results of the study shows that it is important to maintain fuel quality in the operation of the main engine and the smooth operation of the ship. This can happen because the fuel supplied to the ship is not in good condition and not suitable for use. Therefore, it is necessary to carry out regular maintenance of the fuel system and make efforts to clean the tank during docking. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak dan upaya dalam mencegah kerusakan sistem bahan bakar pada main engine. Dengan metode penelitian kualitatif yang menghasilkan data deskriptif, perawatan sistem bahan bakar dan upaya dalam pencegaham kerusakan sistem bahan bakar dapat digambarkan secara jelas dan nyata karena data yang diperoleh dari interview secara langsung serta ditunjang metode dokumentasi yang memberikan gambaran lebih jelas mengenai informasi yang disampaikan. Hasil yang didapat penulis selama melakukan penelitian adalah kualitas bahan bakar yang tidak sesuai disebabkan oleh kandungan dan karakteristik bahan bakar yang diterima saat bunker, bahan bakar yang tercampur dengan zat-zat lain seperti air dan lumpur merupakan penyebab dari rusaknya kandungan dan karakteristik bahan bakar itu sendiri. Pembahasan terhadap hasil penelitian adalah pemilihan bahan bakar yang murni dan bersih serta melakukan perawatan sistem bahan bakar secara berkala. Kesimpulan dari hasil penelitian menunjukan bahwa pentingnya menjaga kualitas bahan bakar dalam pengoperasian main engine dan kelancaran operasional kapal. Hal ini dapat terjadi karena bahan bakar yang disupply ke kapal dalam keadaan kurang baik dan kurang layak untuk digunakan. Maka dari itu perlu dilakukan perawatan sistem bahan bakar secara berkala serta melakukan upaya pembersihan tanki saat docking.
Perawatan Sistem Pendingin Mesin Induk di Kapal KM Dharma Kartika IX A Aso Fathur Rachman; Paulus Banto Parrung; I Made Alet; Rukmini; Paris Juvenalis Marino Senda Woda
Hengkara Majaya Vol. 6 No. 2 (2025): September
Publisher : Politeknik Pelayaran Barombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61759/hmj.v6i2.110

Abstract

The main engine cooling system on board a ship functions to maintain optimal engine operating temperature and prevent overheating, which can damage engine components. This research was conducted aboard KM Dharma Kartika IX during a 12-month sea practice (PRALA) to identify the causes of increased freshwater temperature in the cooling system and to determine effective maintenance strategies. A qualitative method was employed through direct observation, interviews with engine officers, and analysis of maintenance documentation. The findings revealed that the primary causes of rising freshwater temperature include clogged sea chest filters due to marine debris, fouled coolers, valve operation errors (human error), and inadequate maintenance and monitoring of pump pressure and cooling temperature. In addition, incorrect valve labeling led to the closure of essential cooling water flow, resulting in engine overheating. To maintain optimal cooling system performance, several measures were implemented: the application of a Planned Maintenance System (PMS), routine monitoring of pump pressure and cooling temperature, regular cleaning of sea chest filters and freshwater coolers, and thorough documentation of all maintenance activities. Improving crew discipline and awareness also plays a key role in ensuring system reliability. With a proper maintenance system, the cooling system can operate efficiently and support the safety and performance of the ship’s main engine operations.