Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Karakteristik Manuver dengan Variasi Sudut Kemudi Kapal Ro-Ro I Made Alet; Andi Haris Muhammad; Daeng Paroka
Jurnal Penelitian Enjiniring Vol 22 No 2 (2018)
Publisher : Center of Techonolgy (COT), Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1177.241 KB) | DOI: 10.25042/jpe.112018.12

Abstract

Secara prinsip ada tiga gerakan kapal yang tidak dapat direspon oleh kapal yaitu gerakan Surging, Swaying dan Yawing. Untuk mengendalikan gerakan ini diperlukan Maneuver kapal. Kemampuan maneuver sangat menentukan keselamatan kapal, khususnya saat kapal beroperasi diperairan terbatas atau beroperasi disekitar pelabuhan, oleh karena IMO (International Maritime Organization) telah mensyaratkan sejumlah kriteria standar keselamatan kapal diantaranya adalah Turning Ability dan Course Keeping-Yaw Checking Ability. Dalam paper ini dibahas pengujian model simulasi manuver dengan variasi sudut kemudi kapal jenis Roll-on Roll-off (Ro-Ro) twin rudder dan twin propeller yang dilakukan di Bridge Simulator Politeknik Pelayaran Barombong dengan menggunakan metode software Polaris Ship’s Bridge Simulator-Kongsberg. Pengujian simulasi ini dapat memprediksi kemampuan manuver kapal pada tahap kompetensi khususnya bagi para operator kapal. Hasil efektifitas respon kapal pada self turning basin ke kanan menunjukkan bahwa pada kemudi kanan, dengan memposisikan sudut kemudi pada arah kanan dapat mengurangi Rate of Turn, memperlambat waktu putar, menambah kecepatan kapal dan memperpanjang jarak putar kapal, sebaliknya memposisikan sudut kemudi pada arah kiri dapat menambah Rate of Turn, mempercepat waktu putar, mengurangi kecepatan kapal dan memperpendek jarak putar kapal. Simulasi turning basin kanan yang baik adalah yang menunjukkan Rate of Turn tertinggi, kecepatan kapal terendah serta waktu dan jarak putar yang terpendek.
Pengaruh Governor Terhadap Putaran Mesin Induk Pada KM. Mutiara Sentosa III I Made Alet; Andi Radhia M; Asbar Asbar
Hengkara Majaya Vol. 4 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Politeknik Pelayaran Barombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61759/hmj.v4i1.69

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pentingnya penunjukan pedoman magnet yang tepat dan akurat di atas kapal SPOB Benua Raya VIII. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang menghasilkan data deskriptif. Proses pengumpulan data peserta pelatihan dilakukan melalui observasi dan wawancara dengan awak kapal tentang pemahaman mereka tentang kesalahan penunjukan pedoman magnet di atas kapal SPOB Benua Raya VIII. Hasil dari penelitian ini adalah adanya kendala dalam penunjukan pedoman magnet yaitu di sebabkan oleh deviasi. Deviasi yang terjadi di atas kapal dapat bervariasi karena arah haluan saat berlayar. Untuk objek yang terbuat dari baja yang bergerak dari suatu tempat di kapal, biasanya dapat bervariasi secara berkala. Sementara cara untuk mengatasi permasalahan ini adalah dengan mengatur secara baik penempatan dan peletakan pedoman magnet di kapal.
Analisis Ujian Keahlian Pelaut (UKP) Berbasis Computer Based Asessment (CBA) Pada Politeknik Pelayaran Barombong Syamsu; Rukmini; Miran; Satria, Yudi; Nenny; Made Alet, I; Ihsan, Fahri
Jurnal Manajemen, Ekonomi, Hukum, Kewirausahaan, Kesehatan, Pendidikan dan Informatika Vol 2 No 4 : Juni (2024): Jurnal Manajemen, Ekonomi, Hukum, Kewirausahaan, Kesehatan, Pendidikan dan
Publisher : Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Learning outcomes are an indicator of educational quality; with technological advancements in the Computer Based Assessment (CBA)-based seafarer expertise test, it is hoped that CBA implementation can be carried out transparently. The objective of this study was to discover whether level IV training participants improved their readiness for the Barombong Maritime Polytechnic's Computer-Based Assessment (CBA), if done correctly and in accordance with what is tested by the Seafarer Expertise Examination Organizer. This study applied a survey method to describe the readiness of the examinees to take the computer-based assessment of seafarer skills exams. A total of 75 seafarer skills test participants were used in this study. In this study, the purposive sampling method was used. The study's findings indicated that the examinees were prepared to take the Seafarers Expertise Exam, as evidenced by a test score of 83.14% on the questionnaire for very good assessment, and that the organizers of the Seafarer Skills Exam were ready to conduct computer-based assessments without any obstacles. They must, however, continue to improve in order to achieve better results. The result of the study showed that: 1. Participants in the seafaring skill test have a high level of understanding (94.6%). 2. The respondent's business aspect is excellent (100%). 3. Aspects of respondents' ability in the very good category (100%). 4. The achievement value for the facility aspect is very high (98.7%).
Optimalisasi Perawatan Injector Guna Menunjang Performa Mesin Induk Di Kapal TB. MDM Banjar Fahridhal Khaeril, Muh.; Made Alet, I; Bakar, Abu; Sukur; Syamsu
LOGIC : Jurnal Ilmu Komputer dan Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2024): Logic : Jurnal Ilmu Komputer dan Pendidikan
Publisher : Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi penyebab kinerja injector yang kurang optimal pada mesin induk, pengaruh kinerja injector yang kurang optimal, dan upaya yang dilakukan untuk meningkatkan optimalisasi kinerja injector guna mendukung kinerja mesin induk. Dengan metode pengumpulan data yang meliputi observasi, wawancara, dokumentasi, dan telaah pustaka, penelitian ini bersifat kualitatif dan menggunakan data primer maupun sekunder. Berdasarkan hasil temuan penulis, temperatur gas buang pada silinder kanan mesin induk 1, 2, dan 8 Kapal TB. MDM Banjar berada pada kondisi anomali. ditemukan saat kapal berlayar dari Loleba menuju Weda, Halmahera, pada tanggal 27 Juli 2023. Gas buang mesin induk pada silinder 1, 2, dan 8 memiliki temperatur yang tidak normal, yang oleh masinis dianggap sebagai anomali. Berdasarkan hasil temuan penelitian, terdapat penyumbatan pada lubang orifice injector bahan bakar, dan seiring berjalannya waktu, gesekan dengan bahan bakar bertekanan tinggi dan kotoran pada bahan bakar dapat menyebabkan lubang orifice membesar. Temuan ini memberikan wawasan tentang faktor-faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan suhu gas buang di silinder 1, 2, dan 8 mesin utama.
Pengaruh Temperatur dan Waktu Sludging Heavy Fuel Oil terhadap Efisiensi Kerja Fuel Oil Purifier di MV. Pos Logistics 2 Bakar, Abu; Adnan; Saleh, Muhammad; Alet, I Made; Andriani, Suci
Hengkara Majaya Vol. 6 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Politeknik Pelayaran Barombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61759/hmj.v6i1.98

Abstract

This research aims to determine the influence of fuel temperature and fuel sludging time entering the purifier for the purification process and to find out what the fuel temperature settings are and the slugging time to get the maximum purifier clock. The methods used in the research are research experimental, which is descriptive quantitative in nature. The samples taken were HFO purifier working hours data on board MV. Pos Logistic 2 by using tables and graphs quantitative analysis of quantities total hours worked when operated . This research set the temperature and sludging time when operating. The results of the study show the maximum working hours of the HFO purifier on board the MV. Pos Logistic 2 are determined by the temperature setting of the heavy fuel oil entering the purifier and the sludging time setting. Setting temperature and time of HFO purifier sludging from the research results found achievement the maximum working hours for an HFO purifier are when setting a temperature of 90oC and fifty minute sludging time setting (50’). It is known that the results the achievement of working hours for 15 days of data collection reached 362 hours, the maximum working hours presentation amount was 91% of the total working hours standardized in the manual book of 400 hours. The results of this study are suggested to get the maximum working hours when operating a Heavy Fuel Oil Purifier using 380 Cst Heavy Fuel Oil fuel, the temperature setting to enter the furifier is 90oC, the sludging time is 50 minutes and the ship's officers (engine officers) must be able and pay attention to adjustments and settings in the digital control device of the purification system, when changing the use of the type of fuel used on board the ship so that the achievement of Heavy Fuel Oil Purifier working hours can be maximized according to the manual.