Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG STATUS GIZI IBU HAMIL DI PUSKESMAS SOAKONORA GALELA SELATAN Haryati Sahrir; Putri Yayu; Sitti Saleha; Sumarni
Jurnal Mitrasehat Vol. 14 No. 1 (2024): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v14i1.447

Abstract

Latar belakang: Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan masala yang harus di perhatikan, AKI di Indonesia menempati urutan tertinggi di ASEAN yaitu 307 per 100.000 kelahiran hidup, artinya lebih dari 18.000 ibu tiap tahun atau dua ibu tiap jam meninggal dikarenakan berbagai masalah yang berkaitan dengan kehamilan, persalinan, dan nifas. Tujuan: Untuk mengetahui Tingkat pengetahuan ibu nifas tentang status gizi ibu hamil di Puskesmas Soakonora Galela Selatan. Metode: Penellitian ini merupakan penelitian Deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah berjumlah 30 orang ibu, dan sampelnya sebanyak 30 ibu, teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa dari 30 responden (100%), terdapat 14 ibu Hamil (46,7%) yang memiliki pengetahuan baik Tentang Status Gizi, 11 ibu Hamil (36,6%) yang memiliki pengetahuan Cukup tentang Status Gizi dan terdapat 5 ibu Hamil (16,7%) yang memiliki pengetahuan Kurang tentang Status Gizi. Kesimpulan: penelitian ini adalah sebagian besar ibu memiliki pengetahuan baik tentang status gizi ibu hamil.
THE DIFFERENCE IN PERINEAL TEARS BETWEEN THE VALSAVA PRESSING TECHNIQUE AND THE BLOW PRESSING TECHNIQUE IN WOMEN IN LABOR Bayti Jannah; Putri Yayu; Nanda Irmawati
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 11, No 1 (2026): March
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v11i1.3322

Abstract

Penelitian ini penting dilakukan karena banyaknya masalah serius yang timbul saat pengiriman. Bahaya yang timbul adalah pendarahan akibat luasnya luka jalan lahir yang merupakan penyebab kedua pendarahan pasca melahirkan setelah atonia uteri yang menyebabkan kematian. Selain pendarahan, kejadian robekan jalan lahir ini menyebabkan trauma pada ibu melahirkan yang mengakibatkan ibu melahirkan lebih memilih melahirkan dengan operasi caesar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variasi robekan perineum antara metode mengejan Valsalva dengan metode mengejan blow-blow pada ibu bersalin di wilayah Puskesmas Dompu Barat. Metode penelitian ini menggunakan Quasi Experiment Posttest Only Design With Non-Equivalent Group. Sampel sebanyak 32 ibu bersalin. Pada kelompok A melakukan teknik mengejan Valsalva sebanyak 16 responden dan kelompok B melakukan teknik mengejan blow-blow sebanyak 16 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara pada lembar observasi. Analisis data menggunakan uji Mann-Whitney. Temuan penelitian menunjukkan bahwa nilai Asymp.sig (2-tailed) kurang dari 0,000 (0,05) menurut statistik uji Mann-Whitney U sign-ranks. Oleh karena itu, Ha diterima, yang menunjukkan adanya perbedaan antara teknik Valsalva dan teknik blow-and-blow dalam mengurangi robekan perineum.
HUBUNGAN POLA MAKAN, AKTIFITAS FISIK DAN USIA TERHADAP KEJADIAN PENYAKIT GOUT ARTHTRITIS PADA LANSIA Putri Yayu; Jumriani
Jurnal Mitrasehat Vol. 14 No. 1 (2024): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v14i1.446

Abstract

Latar belakang: Asam urat merupakan hasil metabolisme didalam tubuh yang kadarnya tidak boleh berlebih, setiap individu memiliki asam urat didalam tubuh, karena pada setiap metabolisme yang normal akan dihasilkan asam urat. Pola makan yang tidak baik atau tidak teratur seperti mengkonsumsi makanan cepat saji, minuman beralkohol, terlebih lagi yang mengandung purin tinggi secara berlebihan dapat mempengaruhi kadar asam urat dalam darah. Peningkatan prevalensi diikuti dengan meningkatnya usia, khususnya pada laki-laki. Sekitar 90% pasien gout primer adalah laki-laki yang umumnya yang berusia lebih dari 30 tahun, sementara gout pada wanita umumnya terjadi setelah menopause. Aktivitas yang dilakukan oleh setiap orang erat kaitanya dengan kadar asam urat dalam darah semakin berat aktivitas yang dilakukan maka semakin tinggi kadar asam urat seseorang. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pola makan, aktifitas fisik, dan usia terhadap kejadian penyakit gout arhtritis pada lansia. Metode: Desain penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien asam urat yang memeriksakan kesehatan di Puskesmas Tobelo pada tahun 2022 sejumlah 217 populasi. Dalam menentukan sampel menggunakan teknik Simple Random Sampling dengan sampel yang diambil sejumlah 92 orang. Pengumpulan data menggunakan kuisioner dan wawancara. Hasil: Dari hasil uji chi-square variabel yang berhubungan dengan penyakit asam urat (gout arthtritis) adalah pola makan (p=0,068), aktifitas fisik (p=0,118). Sedangkan variabel yang tidak ada hubungan dengan penyakit asam urat (gout arthtritis) adalah usia (p=0,054). Kesimpulan: Dari penelitian ini adalah penyakit asam urat (gout arthtritis) memiliki hubungan dengan pola makan dan usia.
The Effect of Aromatherapy on Reducing Anxiety in Pregnant Women with Emesis Gravidarum Jumriani Jumriani; Erniawati Erniawati; Sumarni Sumarni; Nurbaety Nurbaety; Putri Yayu; Fitri Adriani
International Journal of Engineering, Science and Information Technology Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Malikussaleh University, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52088/ijesty.v5i2.800

Abstract

Beginning with ovulation and continuing through conception, nidation, implantation, and embryonic growth in the uterus, pregnancy is an ongoing process. Adapting mentally and physically to the effects of pregnancy hormones and the increased mechanical pressure from the growing uterus and other tissues is essential during pregnancy. The symptoms of morning sickness and vomiting, known as emesis gravidarum, typically manifest in the first trimester of pregnancy. Symptoms usually begin around six weeks following the last day of menstruation and continue for around ten weeks. However, they can sometimes extend into the second and third trimesters of pregnancy. This study, therefore, seeks to establish whether aromatherapy helps pregnant women who suffer from nausea and vomiting all through their nine months of gestation. The novelty of the method used in this study is that it tests a group of pregnant women both before and after the application of lemon aromatherapy. Researchers found that first-trimester pregnant women who used lemon aromatherapy had less anxiety and fewer symptoms of emesis gravidarum. Most people who tried the lemon acupressure said it helped them relax, even if the results of the statistical tests did not reveal a substantial reduction in anxiety. The limbic system, which controls our reactions to stress and other emotions, is activated by lemon aromatherapy via the olfactory pathway. Lemon essential oil contains bioactive components like citral and limonene, which have anxiolytic effects and can alleviate vomiting and nausea. This study aimed to find out whether aromatherapy helped pregnant women with emesis gravidarum feel less anxious. A quasi-experimental approach was employed with pre- and post-tests administered to one group. Findings from the study The Wilcoxon Signed Rank Test yielded a p-value of less than 0.025. It can be concluded that aromatherapy with lemon did not alleviate morning sickness anxiety in first-trimester pregnant ladies.