Erna Mayasari, Erna
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Low-energy extraction of lignocellulose nanofibers from fresh Musa basjoo pseudo-stem Mayasari, Erna; Fukugaichi, Satoru; Johan, Erni; Matsue, Naoto
Communications in Science and Technology Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Komunitas Ilmuwan dan Profesional Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21924/cst.8.2.2023.1211

Abstract

This study presents a novel approach for the extraction of cellulose nanofibers (CNF) and lignocellulose nanofibers (LCNF) from Musa basjoo pseudo-stems, a relative of bananas, without the need for extensive drying. Instead, wet pseudo-stems were compressed and treated with NaOH solutions at varying temperatures and durations. The extracted material exhibited the characteristic peaks of cellulose I in X-ray diffraction (XRD) patterns, similar to those obtained from dried pseudo-stems. Fourier-transform infrared (FT-IR) spectroscopy confirmed the presence of cellulose I in the treated material and lignocellulose nanofiber clearly shown at 1600-1500, 1421, 1365, and 1161 cm-1. Composition analysis by Van Soest fiber analysis revealed a higher cellulose content in the treated material of wet pseudo-stems compared to that obtained from dried pseudo-stems, indicating the effectiveness of this low-energy extraction method. Meanwhile, field-emission scanning electron microscopy (FE-SEM) images demonstrated clear LCNF in the nanometer scale fibers after NaOH treatment. Overall, this study successfully demonstrated the extraction of LCNF from wet pseudo-stems of Musa basjoo with NaOH treatment at 70°C for 3 hours with 80% extraction result, providing a more efficient and low-energy approach for utilizing waste from Musa basjoo and bananas.
Pemanfaatan Limbah Kepiting Menjadi Produk yang Bernilai Jual Guna Peningkatan Pendapatan Masyarakat Pesisir di Desa Ampekale, Kecamatan Bontoa Rinduwati, Rinduwati; Mayasari, Erna; Anshar, Andi Muhammad; Hardianti, Hardianti
Jurnal Ilmiah Pangabdhi Vol 12, No 1: 2026 (In Progress)
Publisher : LPPM Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/pangabdhi.v12i1.32859

Abstract

Desa Ampekale merupakan salah satu daerah di Kabupaten Maros yang banyak terdapat kelompok pengelola kepiting rajungan. Di daerah ini banyak masyarakat yang mengelola kepiting, utamanya kepiting rajungan. Peningkatan produksi daging kepiting dari kegiatan pengelolaan kepiting rajungan berpotensi menyebabkan penumpukan limbah cangkang kepiting.  Adanya penumpukan ini dapat menjadi masalah serius terhadap lingkungan. Cangkang kepiting yang menumpuk dan tidak dikelola dengan baik di sekitar rumah warga dapat menimbulkan berbagai masalah lingkungan. Agar permasalahan terkait limbah cangkang kepiting dapat diatasi maka diperlukan pengelolaan limbah cangkang kepiting yang ada disekitar rumah warga. Salah satu bentuk pengelolaannya adalah dengan mengolah cangkang kepiting menjadi pakan ternak. Untuk memperoleh pakan ternak yang baik dari limbah cangkang kepiting maka diperlukan penyuluhan dan pelatihan pembuatan pakan serta penguatan manajemen pada kelompok pengelola cangkang. Dari kegiatan pengelolaan cangkang kepiting ini maka dihasilkan sebanyak 100 kg tepung cangkang kepiting, 50 kg pakan ikan dan 50 kg pakan ayam serta 1 buah buku untuk membukukan keuangan pada pengelolaan cangkang kepiting.Masyarakat sangat antusias dalam mengikuti kegitan ini sehingga diperlukan kegiatan lanjutan tahun depan untuk kegiatan ini.