Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGEMBANGAN KURIKULUM PERPADUAN (STUDI KASUS DI MADRASAH DINIYAH TAKMILIYAH AWWALIYAH ALI ADAM COPER JETIS PONOROGO) Karima Millati; Sugiyar
Excelencia: Journal of Islamic Education & Management Vol. 1 No. 02 (2021): Excelencia : Journal of Islamic Education & Management
Publisher : Pascasarjana IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/excelencia.v1i02.407

Abstract

Dalam sebuah lembaga pendidikan, kurikulum mempunyai kedudukan sentral dalam proses pendidikan. Pada prosesnya kurikulum dikembangkan sesuai dengan kebutuhan institusi atau madrasah. MDTA Ali Adam Coper Jetis Ponorogo merupakan lembaga pendidikan Islam nonformal yang berupaya memenuhi kebutuhan dan tuntutan masyarakat dengan melakukan pengembangan kurikulum perpaduan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan pengembangan kurikulum perpaduan di MDTA, (2) menganalisis faktor-faktor pengembangan kurikulum perpaduan, (3) menganalisis implikasi pengembangan kurikulum perpaduan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data penelitian ini dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan data condensation, data display, dan conclusions drawing. Penelitian ini menemukan beberapa hasil, diantaranya: Pertama, pengembangan kurikulum perpaduan di MDTA Ali Adam Coper Jetis Ponorogo dilakukan dengan 4 tahap yaitu (1) penentuan tujuan kurikulum yang diuraikan dalam visi dan misi madrasah yaitu mewujudkan generasi muslim yang tangguh dan berakhlakul karimah. (2) penentuan pengalaman belajar melalui kegiatan terprogram, rutin, spontan dan budaya sekolah yang memunculkan nilai-nilai karakter rabaniyyah, insaniyah, ilmiyah dan alamiyah. (3) penentuan pengelolaan pengalaman belajar yaitu penggunaan metode-metode pembelajaran yang bervariasi. Di antaranya adalah, metode ceramah, tanya jawab, kisah, drill, dan praktik. (4) evaluasi kurikulum dilakukan dengan melibatkan pihak internal dan eksternal madrasah. Kedua, faktor-faktor pengembangan kurikulum perpaduan di MDTA Ali Adam Coper Jetis Ponorogo yaitu, faktor psikologis, sosiologis, dan politis. Ketiga, implikasi pengembangan kurikulum perpaduan di MDTA Ali Adam Coper Jetis Ponorogo memberikan dampak terhadap aspek kognitif, afektif dan psikomotorik para santri dengan pembentukan budaya sekolah yang disusun melalui kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler.
Manajemen Kurikulum Berbasis Pesantren (Studi Kasus di Madrasah Tsanawiyah Darul Huda Mayak Tonatan Ponorogo) Nisaul Mahmudah; Muhammad Thoyib; Sugiyar
Excelencia: Journal of Islamic Education & Management Vol. 3 No. 01 (2023): Excelencia: Journal of Islamic Education & Management
Publisher : Pascasarjana IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/excelencia.v3i01.1821

Abstract

Kasus kriminal yang dilakukan oleh pelajar bukan lagi menjadi hal yang asing diberitakan. Hal tersebut menjadi salah satu indikasi menurunnya tingkat penghayatan masyarakat terhadap nilai-nilai pendidikan berbasis karakter. Solusinya adalah dengan menerapkan kurikulum pendidikan nasional yang dipadukan dengan nilai dan kultur pesantren. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan, mendeskripsikan dan menganalisis perencanaan dan pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi kurikulum berbasis pesantren di Madrasah Tsanawiyah Darul Huda Mayak. Peneliti menggunakan jenis pendekatan kualitatif dengan studi kasus tunggal. Untuk menganalisis data penelitian, model Matthew B.Miles, A.Michael Huberman, dan Saldana merupakan metode analisis yang penulis gunakan sebagai acuan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Perencanaan kurikulum berbasis pesantren di MTs Darul Huda Mayak dilakukan dengan menentukan tujuan pembelajaran, penyesuaian antara kalender pendidikan nasional dengan kalender agenda yayasan. Adapun untuk pengorganisasian kurikulum dilakukan dengan merancang agar materi yang diterima siswa di sekolah relevan dengan materi pesantren. 2) Pelaksanaan kurikulum berbasis pesantren dilakukan dengan menerapkan K-13 dan KMA 183/184 dengan penyesuaian terhadap kurikulum dan kultur pesantren. 3) Evaluasi kurikulum berbasis pesantren dilakukan dengan beberapa tahapan. Pertama yakni evaluasi kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan secara berkala, evaluasi materi dan kegiatan pembelajaran pada rapat MGMP, evaluasi sarana dan prasarana, serta evaluasi hasil pembelajaran pada setiap akhir semester.
Contestation and Coexistence: The Puritanical Da’wah of Luthfi Bashori and Its Implication for Nahdlatul Ulama Rofiq, Ahmad Choirul; Sugiyar; Saepudin Mashuri
KOMUNIKA: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 19 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Dakwah UIN Saizu Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/komunika.v19i2.10631

Abstract

Luthfi Bashori is a cleric of Nahdlatul Ulama with his controversial ASWAJA Garis Lurus (Straight Line) or NU Garis Lurus. However, no in-depth research has examined his da’wah and its implications for the NU. This library research study utilized documentation and observation of Bashori's da’wah in digital media. This study focused on the objectives, strategies, themes, and reactions to Bashori's da’wah. The theory of action motives, conflict theory, and da’wah perspectives guided data analysis. This research asserted that the purpose of Bashori's da’wah is to maintain the ASWAJA (Ahlus Sunnah Wal Jama’ah) of KH. Muhammad Hasyim Asy’ari, as well as fortifying Muslims from secularism, pluralism, liberalism, Shia, and Wahhabism. According to Weber’s theory, Bashori da’wah is motivated by religious values and purposive goals. His strategy of da’wah varied depending on the context. His themes of da’wah contained Islamic law, theology, morality, and political issues. The content of his da’wah is based on his understanding of the Qur'an and hadith. In addition to getting pro and con responses from Nahdliyin, his da’wah implied strengthening religious opposition and internal contestation in the NU. This research uncovered the puritanical religious da’wah in the NU. It revealed that the NU managed internal conflict with coexistence among groups of dissenting viewpoints due to the moderation paradigm.
Penerapan Model Pembelajaran Make A Match Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Pada Pelajaran IPA Bagus Sajiwa Sasra Kusuma Rm; Sugiyar
AL-THIFL : Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 4 No. 1 (2024): Implementasi Pembelajaran dan Pengembangan Karakter di Tingkat Sekolah Dasar
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/thifl.v4i1.3097

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaranMake A Match meningkatkan keaktifan belajar siswa pada pelajaran IPA kelasV MIN 1 Ponorogo. Penelitian ini merupakan penelitian Tindakan kelasdengan 2 siklus. Penelitian Tindakan kelas yang digunakan menerapkan modelkemmis & McTagart. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukandengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukanmelalui teknik analisis data deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitianmenunjukan bahwa penerapan model pembelajaran Make A Match dapatmeningkatkan keaktifan belajar siswa pada pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam.Hal ini dibuktikannya dari hasil pengamatan keaktifan siswa pada siklus I dansiklus II. Siklus I mendapatkan persentase rata-rata keaktifan belajar siswasebesar 74,16% dan siklus II mendapatkan persentase rata-rata keaktifanbelajar siswa sebesar 89,78%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwapenerapan model pembelajaran Make A Match dapat meningkatkan keaktifanbelajar siswa pada pelajaran IPA kelas V MIN 1 Ponorogo.
Implementasi Manajemen Kurikulum Integratif di Sekolah Dasar Nur Shinta Fillaili; Sugiyar
Excelencia: Journal of Islamic Education & Management Vol. 4 No. 01 (2024): Excelencia: Journal of Islamic Education & Management
Publisher : Pascasarjana IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/excelencia.v4i01.3040

Abstract

Thanks to the integrative curriculum management at SDIT Al Ikhlas Mantren, the school can adapt to the ever-changing demands of the current world, characterized by pressure and globalization. By introducing an innovative and relevant curriculum, SDIT Al Ikhlas Mantren can prepare students with competent skills to face future challenges. The purpose of this research is to understand the management of change in the implementation of the Integrated Curriculum at SDIT Al Ikhlas Mantren, with a focus on three main aspects: 1) the implementation of the Integrated Curriculum in the school, 2) the influence of integrated management, 3) factors that support and hinder the process of the Integrated Curriculum. This study employs a qualitative approach and field research based at SDIT Al Ikhlas Mantren Karangrejo Magetan. Data collection is carried out through participant observation, in-depth interviews, and documentation. Data analysis uses data reduction techniques, data presentation, followed by drawing conclusions and verification. Through the data collection process, this research concludes that the implementation of the Integrated Curriculum Management at SDIT Al Ikhlas Mantren involves three management functions. 1) The implementation of curriculum integration is carried out by integrating the curriculum implementation program and integrating government curriculum implementation. The evaluation of curriculum integration is performed by evaluating the curriculum, including context evaluation, input evaluation, process evaluation, and product evaluation. 2) School curriculum integration obstacles use a convergence program oriented towards learning about the attributes of Allah's names for coloring, the school's success in achieving its goals, teachers feeling the benefits of the curriculum for students, and parents feeling alignment with the school's vision and mission, and a positive impact on the students. 3) Curriculum integration planning is carried out by integrating curriculum objectives and integrating curriculum content organization with the fragmented integration model of the government.