Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Analisis Kesalahan Berbahasa pada Pesan Whatsapp Murid-Guru: Studi Pragmatik dan Sintaksis Suminar, Ratna; Malik, Miftahul; Rahmaniati, Rani
utile: Jurnal Kependidikan Vol. 11 No. 2 (2025): utile: Jurnal Kependidikan
Publisher : FKIP Universitas Muhammadiyah Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37150/pcdnpr77

Abstract

Abstrak: komunikasi, baik secara verbal maupun tertulis, terlebih dalam ranah komunikasi digital yang semakin meluas penggunaannya di lingkungan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi serta menganalisis bentuk-bentuk kesalahan berbahasa dari sudut pandang sintaksis dan pragmatik dalam interaksi digital melalui pesan WhatsApp antara guru dan murid di SMA Budi Bakti 1 Naringgul. Dengan menerapkan pendekatan deskriptif kualitatif, data diperoleh melalui teknik dokumentasi dan observasi tidak langsung terhadap percakapan digital yang menunjukkan gejala penyimpangan kebahasaan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kesalahan pada aspek sintaksis meliputi ketidaktepatan dalam struktur kalimat, seperti hilangnya unsur subjek atau predikat, penggunaan diksi yang tidak sesuai dengan kaidah baku, serta kekeliruan dalam penggunaan ejaan dan tanda baca. Sementara itu, kesalahan pada aspek pragmatik tampak dalam bentuk pelanggaran terhadap prinsip kesantunan dan kerja sama, yang tercermin melalui tidak adanya salam pembuka, sapaan, serta penyampaian maksud yang kurang sopan dalam relasi komunikasi vertikal. Temuan ini menegaskan urgensi penguatan literasi linguistik digital, khususnya dalam meningkatkan kesadaran terhadap norma sintaktis dan pragmatis dalam komunikasi daring di lingkungan pendidikan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan pedagogi pembelajaran bahasa Indonesia yang adaptif terhadap dinamika komunikasi digital di era kontemporer. Kata kunci: kesalahan berbahasa, sintaksis, pragmatik, komunikasi digital, WhatsApp
TRANSFORMASI NOVEL SABTU BERSAMA BAPAK KARYA ADHITYA MULYA KE DALAM SERIAL FILM : KAJIAN EKRANISASI Wachyudin, Wachyudin; Rahmatillah, Yulia; Malik, Miftahul
SAWERIGADING Vol 31, No 2 (2025): Sawerigading, Edisi Desember 2025
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v31i2.1379

Abstract

AbstrakTransformasi karya sastra dari novel menjadi serial merupakan salah satu cara untuk memperkenalkan karya sastra dalam berbagai bentuk. Penelitian ini akan menganalisis transformasi karya sastra novel menjadi serial film melalui kajian ekranisasi. Kajian ekranisasi ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak pergeseran media ini terhadap interpretasi dan penerimaan khalayak terhadap cerita yang sebelumnya hanya terdapat dalam bentuk tulisan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana ekranisasi dari novel ke serial film memengaruhi karakter, alur, dan latar novel dan serial Sabtu Bersama Bapak. Analisis ini menggunakan teori yang dikemukakan oleh Eneste yang mencakup tiga perubahan. Perubahan tersebut dapat berupa perubahan penyusutan, penambahan, dan variasi. Metode penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik simak katat yang kemudian diklasifikasikan dan dianalisis untuk kemudian diambil kesimpulan terhadap hasil analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi proses penyusutan karakter sebanyak 4 tokoh, 29 alur, dan 2 penyusutan latar. Proses penambahan tersebut menghasilkan 14 tokoh, 55 alur/peristiwa. Sedangkan proses perubahannya bervariasi sehingga menghasilkan 2 tokoh, 13 alur, di 6 tempat dan 4 perubahan yang bervariasi dalam latar waktu. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekranisasi ke dalam bentuk film seri dapat memberikan dimensi baru pada cerita, memperkaya karakter dan alur cerita.Kata Kunci : Transformasi Sastra, Kajian Ekranisasi, Novel, Film Seri AbstrakTransformasi karya sastra dari bentuk novel ke seri menjadi salah satu jalan untuk memperkenalkan karya sastra dalam bentuk yang berbeda. Penelitian ini akan menganalisis transformasi karya sastra novel ke dalam film serial melalui kajian ekranisasi. Kajian ekranisasi ini bertujuan untuk mendalami dampak pergeseran media ini terhadap interpretasi dan penerimaan penonton terhadap cerita-cerita yang sebelumnya hanya ditemui dalam bentuk tertulis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana ekranisasi dari novel ke film serial mempengaruhi tokoh, alur, dan latar dari Novel dan Serial Sabtu Bersama Bapak. Analisis ini menggunakan teori yang dikemukakan oleh Eneste yang mencakup tiga perubahan. Perubahan tersebut dapat berupa pensil, penambahan dan perubahan yang bervariasi. Metode penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif.Pengumpulan data dilakukan melalui teknik simak katat yang kemudian diklasifikasi dan dianalisis untuk kemudian ditarik kesimpulan atas hasil analisisnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, telah terjadi proses penciutan tokoh sebanyak 4 tokoh, 29 alur, dan 2 penciutan pada latar tempat. Untuk proses penambahan 14 orang, 55 alur/peristiwa. Sedangkan proses perubahan bervariasi menghasilkan 2 karakter, 13 alur, pada 6 latar tempat dan 4 perubahan bervariasi pada latar waktu. Berdasarkan hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa ekranisasi ke dalam bentuk film serial dapat memberikan dimensi baru pada cerita, memperkaya karakter, dan membangun dunia cerita secara visual.Kata kunci : Transformasi Sastra, Kajian Ekranisasi, Novel, Film Serial
Mantra Kematian dalam Tradisi Akur Sunda Wiwitan: Tinjauan Semiotik C.S. Peirce di Kampung Pasir Malik, Miftahul; Rusmawanti, Rusmawanti; Andriyani, Hani
SAWERIGADING Vol 31, No 2 (2025): Sawerigading, Edisi Desember 2025
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v31i2.1616

Abstract

This study aims to understand the meaning and symbols in death mantras used by the Akur Sunda Wiwitan indigenous community in Kampung Pasir, Garut. Charles Sanders Peirce's semiotic approach is used in this study to analyze the signs contained in the mantras, such as icons, indices, and symbols, and their role in death rites. The method used is qualitative-descriptive, with data collection through direct observation, interviews, and documentation. The results show that death mantras contain deep meanings that reflect the Sunda Wiwitan people's views on life, death, and human relationships with ancestors. The signs in the mantras function to connect the physical and spiritual worlds, as well as convey values related to respect, natural cycles, and understanding of the afterlife. This study also shows that semiotic analysis can help uncover hidden meanings in oral traditions, which have the potential to become teaching materials for the preservation of local culture.  AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk memahami makna dan simbol dalam mantra kematian yang digunakan oleh masyarakat adat Akur Sunda Wiwitan di Kampung Pasir, Garut. Pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce digunakan dalam penelitian ini untuk menganalisis tanda-tanda yang ada dalam mantra, seperti ikon, indeks, dan simbol, serta perannya dalam ritus kematian. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mantra kematian mengandung makna mendalam yang mencerminkan pandangan hidup masyarakat Sunda Wiwitan tentang kehidupan, kematian, dan hubungan manusia dengan leluhur. Tanda-tanda dalam mantra berfungsi untuk menghubungkan dunia fisik dan spiritual, serta menyampaikan nilai-nilai yang berkaitan dengan penghormatan, siklus alam, dan pemahaman tentang kehidupan setelah mati. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa analisis semiotik dapat membantu mengungkap makna tersembunyi dalam tradisi lisan, yang berpotensi menjadi bahan ajar untuk pelestarian budaya lokal.
Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Ki Hajar Dewantara dalam Kegiatan Tematik Tujuh Poe Atikan Purwakarta di Sekolah Dasar Hidayat, Enjang Sarip; Handayani, Dian Rini; Saleh, Andi; Yoseptry, Ricky; Malik, Miftahul
JURNAL PENDIDIKAN DAN KEWIRAUSAHAAN Vol 13 No 3 (2025)
Publisher : STKIP PGRI SITUBONDO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47668/pkwu.v13i3.2124

Abstract

This research is motivated by the formation of national character and civilization, as emphasized by Ki Hajar Dewantara (KHD) that education is a place to sow the seeds of culture (Dewantara, 1961). This research uses a qualitative approach with a case study type. The qualitative approach was chosen because it aims to gain a deep and descriptive understanding of the process of internalizing Ki Hajar Dewantara's educational values ​​in the specific context of the Tujuh Poe Atikan Purwakarta program at SDN Babakansari. The case study was applied to focus the study on one location and a unique program intensively, thus producing rich and comprehensive data. The process of internalizing Ki Hajar Dewantara's educational values ​​in the Seven Poe Atikan Purwakarta thematic activity at SDN Babakansari was carried out through the harmonization of the role of teachers as Pamong who implemented the trilogy Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, and Tut Wuri Handayani in every daily theme, starting from instilling a nationalist attitude (Ajeg Nusantara) to spirituality (Nyucikeun Diri). This program provides a space for Independent Learning (Merdeka Belajar), which is directed at fostering character development based on local Sundanese wisdom. Despite challenges in consistent implementation, this thematic program has succeeded in becoming a contextual and sustainable medium for guiding students to achieve the life skills and noble character envisioned by Ki Hajar Dewantara.
Implementasi Lagu Lara Karya Dialog Senja Pada Pembelajaran Apresiasi Puisi dengan Pendekatan Stilistik Ricky Yoseptry; Miftahul Malik; Rosyidah Zakiyyah; Mia Devi Anggriyani; Lilik Herawati
Aksara Vol 37, No 2 (2025): AKSARA, EDISI DESEMBER 2025
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v37i2.4904.476-485

Abstract

The purpose of this study is to analyze the application, influence, and improvement of students' learning outcomes in poetry appreciation with a stylistic approach through the media of the song Lara by Dialog Senja. The research approach uses quantitative, with a quasi-experimental design. Data collection includes learning outcome tests, observation sheets, and student response questionnaires. Meanwhile, the data were analyzed based on descriptive statistics by calculating the mean, median, mode, and standard deviation. After that, an inferential statistical analysis was carried out which included the analysis prerequisite test, namely the normality test using the Shapiro-Wilk method and the homogeneity test with Levene's Test. The results of this study indicate that the use of the media of the song Lara by Dialog Senja with a stylistic approach in poetry appreciation learning, greatly influences student learning outcomes. This is based on the results of processing in the SPSS application with an independent t-Test test, obtained a value of t = 10.574 with a degree of freedom (df) of 69 and a significance value of 0.000. Because the significance value is smaller than 0.05. Then, based on the results of the correlation test, the correlation coefficient (r) between the Experimental and Control classes was 0.944 with a significance of 0.000 (p < 0.01). Thus, it can be interpreted that there is a significant influence between the Lara song media by Dialog Senja and student learning outcomes. AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dan peningkatan hasil belajar peserta didik dalam apresiasi puisi dengan pendekatan stilistika melalui media lagu Lara karya Dialog Senja. Pendekatan penelitian menggunakan kuantitatif, dengan desain quasi-eksperimen. Pengumpulan data meliputi tes hasil belajar, lembar observasi, dan angket respons siswa. Sementara itu, data dianalisis berdasarkan statistik deskriptif dengan menghitung mean, median, modus, dan standar deviasi. Setelah itu, dilakukan analisis statistik inferensial yang mencakup uji prasyarat analisis, yaitu uji normalitas menggunakan metode Shapiro-Wilk dan uji homogenitas dengan Levene's Test. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media lagu Lara karya Dialog Senja dengan pendekatan stilistika pada pembelajaran apresiasi puisi, sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Hal ini didasarkan terhadap hasil pengolahan pada aplikasi SPSS dengan uji independent t-Test, diperoleh nilai t = 10.574 dengan derajat kebebasan (df) sebesar 69 dan nilai signifikansi 0.000. Karena nilai signifikansi lebih kecil dari 0.05. Kemudian berdasarkan hasil uji korelasi, nilai koefisien korelasi (r) antara kelas Eksperimen dan Kontrol adalah sebesar 0.944 dengan signifikansi 0.000 (p < 0.01). Dengan demikian, bisa diintepretasikan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara media lagu Lara karya Dialog Senja dengan hasil belajar peserta didik.
Konstruksi Makna, Identitas Lokal, dan Spiritualitas dalam Folklor Batu Kuda: Kajian Semiotika Peirce Arif Firmansyah; Nova Aldhita Vatahhayati; Miftahul Malik
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 14, No 2 (2025): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v14i2.7839

Abstract

This study aims to obtain and describe the moral value of the oral tradition of Horse Stone folklore based on Pierce's semiotics in classifying objects based on the classification of symbols, icons, and indices. Pierce's use of semiotics is related to the uses possessed by folklore itself. All types of folklore, whether oral folklore, partly oral folklore or non-oral folklore, have uses or functions that are very important for human life. This makes folklore in life can describe the way a person involves himself in the midst of community life. The method used qualitative method with a semiotic approach, because the results of data that have been generated and collected on the Horse Stone folklore will be described in the form of written data. Finally, the results of data processing are used as a proposal for literature teaching materials in high school based on the Independent Curriculum in the form of modules. Learning folklore or folklore has a very important role in efforts to preserve noble values and local cultural wisdom. In education, folklore can be used as a learning medium and can be used as learning material for students. The use of folklore as an educational medium can be utilized in various disciplines, which of course the selection of folklore used must be right with the subject matter to be delivered. The use of folklore as an educational medium also acts as one step in preserving existing local culture. Therefore, getting used to delivering lessons through teaching materials is an effort to preserve folklore as part of culture, both protection, utilization and development of folklore in the future. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh dan mendeskripsikan nilai moral dari tradisi lisan folklor Batu Kuda ini berdasarkan semiotik Pierce dalam penggolongan objek berdasarkan klasifikasi simbol, ikon, dan indeks. Penggunaan semiotika Pierce ini berkaitan dengan kegunaan yang dimiliki oleh folklor itu sendiri. Keseluruhan jenis folklor baik folklor lisan, folklor sebagian lisan ataupun folklor non lisan, memiliki kegunaan atau fungsi yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Hal tersebut membuat folklor dalam kehidupan itu dapat menggambarkan cara seseorang melibatkan dirinya di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Metode yang digunakan metode kualitatif dengan pendekatan semiotik, karena hasil data yang telah dihasilkan dan dikumpulkan pada folklor Batu Kuda akan dideskripsikan dalam bentuk data tertulis. Terakhir hasil pengolahan data dijadikan sebagai usulan bahan ajar sastra di SMA berdasarkan Kurikulum Merdeka berbentuk modul. Pada isi cerita folklor Batu Kuda ini, peneliti mendapatkan 11 hasil analisis data yang menggunakan semiotika Pierce yang pengklasifikasianya berdasarkan objeknya yang di dalamnya terdapat : Ikon adalah tanda yang menyerupai bentuk objek aslinya. Terdapat tiga (3) data dari hasil analisis ikon pada folklor Batu Kuda. Indeks adalah tanda yang berkaitan dengan hal yang bersifat kausal, atau sebab akibat. Terdapat tiga (3) data dari hasil analisis indeks pada folklor Batu Kuda. Dan Simbol adalah tanda yang berkaitan dengan penandanya dan juga petandanya. Terdapat lima (5) data dari hasil analisis simbol pada folklor Batu Kuda. Dengan total keseluruhan data yang diperoleh dalam analisis semiotika pada folklor Batu Kuda yaitu berjumlah sebelas (11) data yang terdiri dari tiga pengkategorisasian.
Rajah dalam Tradisi Ngaruwat Gunung Manglayang di Kampung Cikoneng Kabupaten Bandung: Kajian Semiotika Roland Barthes Arif Firmansyah; Miftahul Malik; Denisa Ayu Nita; Siska Marlina
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 15, No 1 (2026): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v15i1.8385

Abstract

The purpose of this study is to determine the procession of the Mount Manglayang ngaruwat tradition as an effort to preserve tradition and to analyze the forms of denotation and connotation in the text of the ngaruwat text of Mount Manglayang. This study uses Roland Barthes' semiotic theory. The research method used is a qualitative descriptive method with data in the form of words, phrases and sentences in the rajah text and data sources obtained from the results of interviews with the figures involved. Data collection techniques use observation, interview and documentation techniques. The tradition of ngaruwat Mount Manglayang carried out by the people of Cikoneng Village, Cibiru Wetan Village and all the people around Mount Manglayang aims to ward off disaster or purify themselves from disaster and danger. Based on the results of the research conducted, it is concluded: (1) the procession of the Mount Manglayang ngaruwat tradition begins with sanduk-sanduk, rajah, ngarekes, nanjebkeun pamali and ends with community balakecrakan. (2) The rajah text that is chanted during the Mount Manglayang ngaruwat tradition procession consists of 12 stanzas and in total there are 134 lines from each stanza. After analysis, there were 50 lines included in connotation and 84 lines included in denotation. Abstrak Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui prosesi tradisi ngaruwat Gunung Manglayang sebagai upaya pelestarian tradisi serta menganalisis bentuk denotasi dan konotasi dalam teks rajah ngaruwat Gunung Manglayang. penelitian ini menggunakan teori semiotika Roland Barthes. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskrptif kualitatif dengan data berupa kata, frasa dan kalimat dalam teks rajah dan sumber data didapatkan dari hasil wawancara terhadap tokoh yang terlibat. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Tradisi ngaruwat Gunung Manglayang yang dilakukan oleh masyarakat Kampung Cikoneng Desa Cibiru Wetan dan seluruh masyarakat sekitar Gunung Manglayang bertujuan untuk tolak bala atau pensucian diri dari malapetaka dan marabahaya. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan maka disimpulkan: (1) prosesi tradisi ngaruwat Gunung Manglayang yaitu dimulai dengan sanduk-sanduk, rajah, ngarekes, nanjebkeun pamali dan diakhiri dengan balakecrakan masyarakat. (2) Teks rajah yang dilantunkan saat prosesi tradisi ngaruwat Gunung Manglayang ini terdiri dari 12 bait dan total keseluruhan terdapat 134 larik dari setiap baitnya. Setelah dianalisis terdapat 50 larik termasuk ke dalam konotasi dan 84 larik termasuk ke dalam denotasi.