Claim Missing Document
Check
Articles

PERANCANGAN ZINE TENTANG FAST BEAUTY UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN KONSUMERISME PADA KAUM PEREMPUAN GENERASI Z Prasputri, Restia Ayulina; Resmadi, Idhar; Kadarisman, Asep
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri produk kecantikan di Indonesia mulai berkembang pesat, terutamapada skincare dan makeup. Mayoritas penggunanya adalah kaum perempuangenerasi Z. Mereka aktif mengikuti tren kecantikan di media sosial. Perkembangantren yang cepat mendorong permintaan pasar yang besar. Akibatnya, produsenkosmetik terus berinovasi dan merilis produk baru hanya dalam waktu yang singkat.Jika tidak disadari, hal ini akan memunculkan perilaku pembelian yang tidak sehat.Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah media untuk meningkatkan kesadaranfenomena yang dikenal sebagai fast beauty. Penelitian ini dilakukan untuk membuatmedia informasi berupa Zine mengenai fast beauty dan konsumerisme terhadapproduk kecantikan. Dengan tujuan meningkatkan kesadaran juga pengingat akankonsekuensi terhadap produk kecantikan yang serba cepat. Penelitian inimenggunakan metode kualitatif dengan observasi, wawancara, kuesioner, dan studipustaka sebagai instrumen pengumpulan data. Data yang dikumpulkan akan menjadibasis dalam membuat perancangan media zine fast beauty.Kata Kunci: Fast Beauty, Industri Kosmetik, Konsumerisme, Makeup, Skincare.
PERANCANGAN ZINE UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN TERKAIT FAST FASHION DALAM MENGATASI PERSOALAN LIMBAH LINGKUNGAN Hawa, Yesa Nurul; Resmadi, Idhar; Kadarisman, Asep
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri fast fashion dengan produksi cepat dan massal tren terkini pada hargarendah secara signifikan meningkatkan limbah tekstil, berdampak negatif bagi lingkungan.Dengan 92 miliar pakaian yang berakhir di TPA setiap tahun dan proyeksi peningkatan,terdapat kekurangan informasi komprehensif dan kesadaran publik, khususnya dikalangan anak muda Bandung, tentang bahaya lingkungan ini. Penelitian ini bertujuanuntuk meningkatkan kesadaran, menciptakan akses informasi, dan menyediakan mediazine yang efektif bagi kaum muda. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metodedeskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan konsumen fastfashion, pengguna zine, dan kreator zine, serta kuesioner. Hasil penelitian menunjukkanbahwa meskipun ada kesadaran, pembelian impulsif yang didorong oleh harga, tren, danmedia sosial seringkali menutupi isu mode berkelanjutan. Zine edukatif yang dihasilkanmenampilkan visual menarik, kreatif, dan narasi informatif mengenai dampak fastfashion, yang disesuaikan dengan gaya komunikasi anak muda. Zine ini berfungsi sebagaialat penting untuk menjembatani kesenjangan informasi, mendorong pemikiran kritis,dan membentuk budaya konsumsi fesyen yang lebih bertanggung jawab danberkelanjutan, mempromosikan konsep seperti slow fashion, thrifting, dan upcycling,sehingga mengatasi persoalan limbah tekstil dan dampaknya bagi lingkungan.Kata Kunci: Fast Fashion, Lingkungan, Limbah Tekstil, Mode Berkelanjutan, Zine
Pelatihan Pelafalan Bahasa Inggris Berbasis IPA bagi Pemandu Wisata Binaan Disbudpar Kabupaten Bandung Yelly Andriani Barlian; Ira Wirasari; Sri Nurbani; Sri Soedewi; Bambang Melga Suprayogi; Yosa Fiandra; Asep Kadarisman
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 3 (2026): JAMSI - Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2921

Abstract

Ketika mendampingi wisatawan asing, pemandu wisata perlu melafalkan istilah destinasi secara jelas. Kegiatan pengabdian ini dilakukan bersama 12 pemandu wisata binaan Disbudpar Kabupaten Bandung untuk mengenalkan International Phonetic Alphabet (IPA) sebagai alat bantu membaca bunyi bahasa Inggris. Kegiatan dilaksanakan melalui penjelasan singkat, contoh dari kamus digital, latihan berulang, rekaman suara sebelum dan sesudah pelatihan, serta refleksi peserta. Hasil evaluasi memperlihatkan perubahan yang nyata: pada awal kegiatan tidak ada peserta yang mengenal simbol fonetik, sedangkan setelah pelatihan seluruh peserta telah mengenal fungsinya. Skor rata-rata kepercayaan diri pelafalan naik dari 3,43 menjadi 4,36 pada skala 5. Dalam praktik, peserta mulai lebih berani mengucapkan kata seperti destination, heritage, dan hospitality karena memiliki acuan bunyi, bukan hanya menebak dari ejaan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pengenalan IPA yang dikaitkan dengan kosakata wisata dapat menjadi cara sederhana untuk mendukung kesiapan komunikasi pemandu wisata saat melayani wisatawan asing.