Prayogi Dwina Angga
PGSD, FKIP, Universitas Mataram

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DIAGNOSTIK KESULITAN BELAJAR DENGAN THREE TIER MULTIPLE CHOICE UNTUK MENGIDENTIFIKASI MISKONSEPSI SISWA KELAS V SDN 4 LENDANG LANGKA Dyah Indraswati; Prayogi Dwina Angga
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpsbe.v12i1.7849

Abstract

This study aimed to develop a learning difficulties diagnostic test instrument with three-tier multiple choice to identify misconceptions in fifth-grade elementary school students. This research uses Borg and Gall development research, which is divided into ten stages. However, in this study, it only reached stage 4. The research location was at SDN 4 Lendang Langka, Masbagik, East Lombok. The research subjects were fifth-grade students. Data collection techniques used questionnaires, observation and documentation. Test the test items using validity, reliability, and difficulty level tests. The results showed that there were two items where all students had a full understanding, and there were eight items where the majority of students experienced category misconceptions (false negatives). Misconceptions are often found in science and social studies content. Full understanding is a condition where students must have mastered the material and concepts provided well. Positive misconceptions (positive false) are conditions where the student's response is correct on the question but cannot provide the right reasons to strengthen the answer choices. Students know the correct answer without knowing why the concept is correct. Negative misconceptions (false negatives) are conditions where students put forward the right reasons for the wrong concept. The results of this study can be used as a guide for teachers to improve learning, especially in science and social studies content.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan instrumen tes diagnostik kesulitan belajar dengan three tier multiple choice untuk mengidentifikasi miskonsepsi pada siswa kelas V SD. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian pengembangan Borg and Gall yang dibagi menjadi 10 tahap. Namun, dalam penelitian ini hanya sampai di tahap 4.  Lokasi penelitian di SDN 4 Lendang Langka, Masbagik, Lombok Timur. Subyek penelitian adalah siswa kelas V. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, observasi dan dokumentasi. Uji butir soal tes menggunakan uji validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 2 butir soal dimana keseluruhan siswa memiliki pemahaman penuh, dan terdapat 8 butir soal dimana mayoritas siswa mengalami miskonsepsi kategori (false negative). Miskonsepsi banyak ditemui pada muatan IPA dan IPS. Pemahaman penuh merupakan kondisi dimana siswa dianggap telah menguasai materi dan konsep yang diberikan dengan baik. Miskonsepsi positif (positive false) adalah kondisi dimana respon siswa benar pada soal tetapi tidak dapat memberikan alasan yang tepat untuk menguatkan pilihan jawabannya. Siswa mengetahui jawaban yang benar tanpa mengetahui alasan kenapa konsep tersebut benar. Miskonsespsi negartif (false negative) adalah kondisi dimana siswa mengemukakan alasan yang tepat pada konsep yang salah. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai pedoman bagi guru untuk melakukan perbaikan dalam pembelajaran khususnya pada muatan IPA dan IPS.
ANALISIS KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR PADA MATA KULIAH PENGELOLAAN KELAS DAN PENGAJARAN MIKRO Dyah Indraswati; Prayogi Dwina Angga; Iva Nurmawanti
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpsbe.v12i2.7887

Abstract

This study aims to analyze the basic teaching skills of PGSD students, FKIP, University of Mataram in class management and micro-teaching courses. The method used is descriptive quantitative. The research subjects were PGSD semester VI students of class 6E.3, a total of 10 people. The instruments used in the data collection process were assessment rubrics and observation sheets during the last practice of microteaching activities. The 8 aspects of basic teaching skills carried out for the microteaching assessment include questioning skills, explaining skills, using variations skills, reinforcement skills, opening and closing skills, small group and individual teaching skills, class management skills, and small group discussion guiding skills. Based on the results of the research, the average in each aspect of the basic teaching skills is good and ready to continue the practice of introducing the field of schooling (PLP). Aspects of basic teaching skills that need to be improved are closing skills. What is lacking is that some students sometimes do not remember to give further assignments and inform further material, as well as time management that is not precise and not optimal, because time is dominated by core activities.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterampilan dasar mengajar mahasiswa PGSD, FKIP, Universitas Mataram pada mata kuliah pengelolaan kelas dan pengajaran mikro. Metode yang dipergunakan adalah deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian adalah mahasiswa prodi PGSD semester VI kelas 6E.3 yang keseluruhannya berjumlah 10 orang. Instrumen yang digunakan dalam proses pengumpulan data adalah rubrik penilaian dan lembar observasi pada saat praktik terakhir kegiatan microteaching. 8 aspek keterampilan dasar mengajar yang dilakukan untuk penilaian microteaching antara lain keterampilan bertanya, keterampilan menjelaskan, keterampilan menggunakan variasi, keterampilan memberikan penguatan, keterampilan membuka dan menutup pelajaran, keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan, keterampilan mengelola kelas, dan keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil. Berdasarkan hasil penelitian secara rata-rata pada setiap aspek keterampilan dasar mengajar sudah baik dan siap untuk melanjutkan praktik pengenalan lapangan persekolahan (PLP). Aspek keterampilan dasar mengajar yang perlu ditingkatkan adalah keterampilan menutup pelajaran. Hal yang dirasa kurang adalah beberapa mahasiswa terkadang tidak ingat untuk memberikan penugasan selanjutnya dan menginformasikan materi selanjutnya, serta pengelolaan waktu yang kurang tepat dan kurang maksimal, karena waktu lebih didominasi untuk kegiatan inti.