Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

RELIGION AND CASTE AS POLITICS IN JAVANESE CULTURAL DIVERSITY Ilham Solihin; Nada Nabilah Syafiqoh; Muthia Nur Fadhilah
Khatulistiwa Vol 13, No 1 (2023)
Publisher : The Pontianak State Institute of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/khatulistiwa.v13i1.2380

Abstract

In this article, Religion and Caste as Politics in Javanese Cultural Diversity, the author focuses on religion and caste as a form of politics that runs in Javanese culture. Javanese culture and Islam are two patterns and points that are difficult to separate. Because both of them will have a broad impact in creating various outcomes of extraordinary existence and will even give a very unique impression on its subtle and shady features so that what happens in the discussion of Javanese culture can hardly be separated from Islam, even this is also true. will be the basis of which is included in the political field. The ideas brought about by the concepts brought by Islam and Java continue to emerge and even continue to be something better and more advanced, especially those contained in various different but similar perspectives. Then since Geertz began to conduct various studies on The Religion of Java, various kinds of studies continued, while various opinions emerged, those who agreed with it or those who rejected it. This paper takes the points and patterns that are in the study carried out by a Geertz while the discussion revolves around the concept presented by him about his trichotomy. However, from various opinions that provide an overview of the strengths or weaknesses of Geertz's conception, Geertz's conception still exists as an option in providing an explanation that tells about how Javanese religion, even from this concept, has become a source of inspiration and continues in the study of Javanese culture. This research generates questions in the form of how the political concept of Javanese people in religion and caste. The approach used in this research is the knowledge of sociology, Emile Durkheim. Thus the article summarizes the findings obtained, namely caste as a political social status, Javanese culture as a political mechanism for Javanese people.
Pendampingan Stunting pada Daerah Pesisir: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Pusat Studi Gender dan Anak LPPM IAIN Kendari di Kecamatan Motui Kabupaten Konawe Utara Sufiani; Rosdiana; Zulkifli; Muthia Nur Fadhilah; Arif Tarawe; Abdul Rahman; Muhammad Rusli
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 3 (2024): Desember
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v3i3.254

Abstract

Tujuan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini adalah untuk melakukan pendampingan stunting pada masyarakat daerah pesisir di Kecamatan Motui Kabupaten Konawe Utara Provinsi Sulawesi Tenggara. Adapun fokus pengabdian ialah (1) untuk memberikan pengetahuan tentang pentingnya pemenuhan gizi seimbang pada ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak guna mencegah stunting; (2) untuk meningkatkan kesadaran masyarakat pesisir tentang bahaya stunting terhadap perkembangan fisik dan kognitif anak; (3) untuk mengedukasi masyarakat mengenai praktik-praktik pengasuhan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal; dan (4) untuk mendorong keterlibatan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya dalam menciptakan intervensi yang berkelanjutan dan berbasis komunitas untuk mengatasi stunting. Metode yang digunakan dalam PKM ini adalah Community Development yaitu pendekatan yang melibatkan masyarakat secara langsung sebagai subyek dan obyek pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan sebagai penerima manfaat langsung dari kegiatan itu. Hasil PKM menunjukkan bahwa masyarakat Kecamatan Motui memperoleh wawasan “baru” terkait tema stunting, sehingga masyarakat lebih waspada terhadap bahaya stunting. Hal ini didasarkan pengetahuan tentang penyebab stunting, cara pencegahan stunting, peran gizi seimbang dalam pencegahan stunting, dan penguatan terkait pentingnya 1000 hari pertama kehidupan. Pengabdian ini sangatlah penting dan bermanfaat untuk masyarakat dalam menjalani dan mengubah perilaku kepada pola hidup sehat dan pemenuhan gizi seimbang.