Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

THE IMPLICATION OF THE TEACHING OF THORIKOH QODIRIYAH WA NAQSABANDIYYA DARUL FALAH MATARAM ON FAMILY HARMONY Abdul Malik; Sainun; Muhasim
Familia: Jurnal Hukum Keluarga Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Program Studi Hukum Keluarga Fakultas Syariah UIN Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/familia.v6i2.415

Abstract

This study concerns the teachings of Thoriqoh Qodiriyah wa Naqsabandiyah (TQN) Darul Falah Mataram and their implications for marital harmony among followers. Indonesia's divorce rate reached 466,000 cases in 2023 (BPS, 2023), indicating the need for alternative approaches to strengthen family institutions. This qualitative case study was conducted in Pagutan Village, Mataram City, NTB, employing triangulation through in-depth interviews with Mursyid, Khalifah, and 15 followers (selected purposively based on marriage duration >5 years and active participation >3 years), participant observation, and documentation. Data analysis utilized descriptive techniques following Miles and Huberman's model. Results show TQN's three pillars dhikr, muraqaba, and Tafakkur practiced through structured activities significantly improve marital harmony through: (1) enhanced interpersonal communication quality (openness, empathy); (2) moral character development (patience, compassion); and (3) strengthened family solidarity. Duck's Interpersonal Communication Theory and Pargament's Spiritual Theory validate these findings. The tariqa community functions as emotional support, spiritual identity formation, and constructive conflict resolution, contributing to harmonious households based on Mawaddah wa Rahmah principles (QS Ar-Rum:21). This research fills the literature gap on tariqa's role in family harmony and offers practical insights for spiritual-based household guidance strategies aligned with Islamic Family Law principles.  
Komunikasi Budaya Dalam Tradisi Nyelametang Gumi: Konstruksi Moral Dalam Tradisi Lokal Di Desa Kebon Ayu kharisma ika putri; abdul malik; abdul wahid
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 3 (2025): August 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i3.3458

Abstract

Tradisi Nyelametang Gumi di Desa Kebon Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat merupakan bentuk budaya yang masih terjaga hingga saat ini. Tradisi Nyelametang Gumi merupakan ungkapan rasa syukur masyarakat kepada Tuhan dan alam atas panen yang melimpah, serta permohonan keselamatan untuk musim tanam berikutnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana komunikasi budaya terjadi dalam tradisi gumi nyelametang dan nilai-nilai moral apa saja yang terkandung di dalamnya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, melalui wawancara, observasi, dan tinjauan dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Nyelametang Gumi mencerminkan bentuk komunikasi budaya yang kaya akan simbolisme, nilai-nilai spiritual, sosial, dan ekologis. Melalui simbol-simbol dan praktik ritual ini, masyarakat mengkomunikasikan nilai-nilai moral seperti rasa syukur, harmoni dengan alam, solidaritas sosial, penghormatan kepada leluhur, dan pelestarian budaya. Selain sebagai bentuk spiritualitas, tradisi Nyelametang Gumi juga merupakan sarana komunikasi verbal dan nonverbal. Tradisi ini menunjukkan bahwa budaya dan komunikasi membentuk dan saling menguatkan dalam menjaga keberlanjutan kehidupan masyarakat