Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HARAPAN STAKEHOLDER TERHADAP PERAN BUNDO KANDUANG DALAM PENCEGAHAN KETERLAMBATAN KEGAWATDARURATAN KEBIDANAN Yosi Sefrina; Fitrina Bachtar; Arneti Arneti
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 14 No 1 (2023): Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v13i3.852

Abstract

Latar Belakang Masalah: Setiap hari di dunia, ada 810 kematian ibu dengan determinan sosial keterlambatan menyadari kebutuhan untuk perawatan dan tanda-tanda bahaya kehamilan, keterlambatan pelayanan karena akses pelayanan mereka tidak tersedia, karena jarak dan/atau biaya layanan atau melakukan hambatan sosial-budaya, dan keterlambatan perawatan yang di terima di fasilitas tepat waktu dan efektif. Budaya Minangkabau menempatkan perempuan pada kedudukan istimewa yang dijuluki dengan Bundo Kanduang. Bundo kanduang merupakan “pusek jalo kumpalan tali”, tempat berkumpulnya semua informasi dan permasalahan. Bundo kanduang dituntut mampu membentuk akhlak generasi muda dan menyelesaikan permasalahan – permasalahan sosial lainnya di lingkungan keluarga, sanak famili dan lingkungan tempat tinggal. Pemerintah kota Bukittinggi sangat konsisten dalam peningkatan kesehatan masyarakat, salah satunya upaya pemerintah melalui peningkatan peran serta masyarakat yaitu bundo kanduang. Bundo kanduang sudah dilibatkan dalam berbagai program dan upaya kesehatan, termasuk program deteksi dini kegawatdaruratan kebidanan.Tujuan menemukan harapan stakeholder terhadap peran bundo kanduang dalam pencegahan keterlambatan kegawatdaruratan kebidanan di Kota Bukittinggi tahun 2021. Metode  penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dilaksanakan di kota Bukittinggi pada tahun 2021. Informan penelitian; Dinas Kesehatan sebagai pengampu kebijakan, tenaga kesehatan, bundo kanduang dan ibu pasangan usia subur. . Pengumpulan data dengan wawancara mendalam. Hasil  Bundo kanduang dilibatkan dalam berbagai kegiatan seperti sosialisasi program kesehatan, pelaksanaan posyandu, pemberi edukasi dalam kesehatan serta dilibatkan secara aktif dalam pencegahan keterlambatan penanganan ibu bersalin, dilibatkan sebagai stakeholder, pelaksana kegiatan posyandu, dan volunteer kesehatan keluarga. melalui dasawisma dan majelis taklim serta penyuluh dalam penggunaan buku KIA dan P4K guna mencegah kematian pada ibu hamil, bersalin dan nifas. Harapan stakeholder agar bundo kanduang bisa menjadi fasilitator sebagai pemberi edukasi kesehatan kepada masyarakat, sebagai penggerak masyarakat dengan ikut terlibat langsung dalam setiap program kesehatan terkait kesehatan ibu dan anak, dan motivator yang bisa mendorong ibu dan keluarga untuk mencegah keterlambatan kegawatdaruratan kebidanan di Kota BukittinggiSimpulan Bundo kanduang sudah berperan dalam upaya kesehatan ibu hamil, bersalin dan nifas namun belum terfokus terhadap pengenalan tanda bahaya dan kegawatdaruratan pada ibu. Agar melakukan sosialisasi kepada bundo kanduang pengenalan dan deteksi dini tanda bahaya dan kegawatdaruratan kebidanan pada ibu hamil, bersalin dan nifas sebagai upaya pencegahan kematian ibu yang diakibatkan oleh komplikasi kehamilan, persalinan dan nifas, dan melibatkan bundo kanduang secara aktif dalam program pencegahan keterlambatan kegawatdaruratan kebidanan di Kota Bukittinggi.
Pendampingan Ibu Hamil dengan Anemia dan Kekurangan Energi Kronis (KEK) melalui Kelas Ibu Hamil Sania Lailatu Rahmi; Lili Dariani; Yosi Sefrina; Rosa Mesalina; Darmayanti Y
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 4 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i4.1625

Abstract

Anemia kehamilan dan kekurangan energi kronis (KEK) menjadi permasalahan gizi serius secara nasional dan global. Di Indonesia prevalensi anemia 32% dan KEK 17,3%. Faktor risiko terjadinya anemia dan KEK adalah rendahnya pengetahuan ibu hamil. Upaya peningkatan pengetahuan ibu hamil dapat dilakukan melalui edukasi yang intensif melalui program pendampingan dengan memanfaatkan Kelas Ibu Hamil. Tujuan PkM adalah meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang upaya pencegahan dan penanggulangan anemia dan KEK. Metode yang digunakan pre-post test one group design dengan pendekatan pasrtisipatif dengan jumlah sasaran 25 orang. Kegiatan yang dilaksanakan adalah pemeriksaan ibu hamil, skrining status gizi untuk mengetahui status anemia dan KEK, edukasi dan konseling dan pengukuran pengetahuan ibu hamil sebelum dan sesudah pendampingan. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner, hemoglobinometer, pengukur lingkar lengan atas, modul dan leaflet. Data diolah dengan analisis univariat pada variabel karakteristik peserta, anemia, KEK serta analisis peningkatan persentase pengetahuan sebelum dan sesudah pendampingan. Hasil kegiatan didapatkan 20% ibu hamil umur ≥35 tahun, 68% ibu tidak bekerja, 28% dengan tingkat pendidikan rendah, 56% berpenghasilan rendah, 64% multigravida, 80% dengan riwayat abortus, 50% dengan indeks masa tubuh tidak normal, 60% ibu hamil anemia, 68% ibu hamil KEK. Terdapat peningkatan pengetahuan pada kelompok sasaran tentang pencegahan dan penanggulangan anemia dan KEK ibu hamil berdasarkan nilai skor pre test dan post test sebesar 57%. Tim PkM merekomendasikan upaya skrining dan edukasi yang berkelanjutan sebagai bentuk kelestarian program melalui penggunaan modul secara luas, pemetaan faktor risiko stunting dan pelatihan kader.