Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Perilaku Kesadaran Keamanan Sistem Informasi Pada Sumber Daya Manusia Kesehatan di Layanan Kesehatan – Narrative Literrature Review Elsa Adila Ramadhian; Adang Bachtiar; Puput Oktamianti; Cicilya Candi
Syntax Idea 3341-3351.
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/syntax-idea.v6i7.4233

Abstract

Dalam era digital saat ini, menjaga kerahasiaan dan keamanan sistem informasi merupakan sebuah tantangan tersendiri. Industri terutama kesehatan saat ini melakukan investasi besar dalam teknologi informasi. Masih banyak kasus yang terjadi di lapangan, terutama terkait perilaku kesadaran pengguna informasi kesehatan. Tenaga medis menjadi salah satu faktor besar dalam insiden keamanan yang terjadi di layanan kesehatan. Saat ini belum banyak yang membahas mengenai faktor-faktor individu yang mempengaruhi perilaku kesadaran keamanan sistem informasi terutama di layanan kesehatan. Oleh karena itu, tujuan penulis melakukan penelitian ini adalah untuk memberikan tinjauan mengenai perilaku kesadaran kemanan sistem informasi pada sumber daya manusia (SDM) kesehatan di layanan kesehatan, mengumpulkan metode dan faktor penentu yang dapat meningkatkan perilaku kesadaran. Metode penelitian dengan kuantitatif yang disajikan dalam bentuk Narrative Litterature Review, diambil dari jurnal ilmiah untuk ditinjau. Hasil penelitian menunjukan pengaruh dari pelatihan yang telah diberikan kepada tenaga medis, lama pengalaman kerja serta aturan dan hukuman berlaku yang ada di layanan kesehatan terhadap perilaku keamanan sistem informasi pada SDM kesehatan di layanan kesehatan.
Pelatihan Terkait Penyakit Tidak Menular Kanker, Jantung, Stroke, Uronefrologi (KJSU) di Institusi Penyelenggara Pelatihan Bidang Kesehatan Rini Susanti; Puput Oktamianti; Febrina Dwi Permata3
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.42518

Abstract

Peningkatan kompetensi tenaga kesehatan melalui pelatihan berperan penting dalam meningkatkan efektivitas penanganan penyakit di layanan kesehatan. Penelitian ini menganalisis tren pelatihan penyakit tidak menular, khususnya kanker, jantung, stroke, dan uronefrologi (KJSU), di institusi penyelenggara pelatihan terakreditasi selama tahun 2023–2024. Hasil menunjukkan bahwa pelatihan penyakit jantung memiliki jumlah peserta dan frekuensi tertinggi, dengan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) mencatat 17.958 peserta dalam 1.486 sesi. Pelatihan Deteksi Dini Kanker Leher Rahim dan Kanker Payudara juga memiliki jumlah peserta tinggi, mencapai 2.692 peserta dalam 141 sesi. Sementara itu, Pelatihan Code Stroke cukup diminati dengan 419 peserta dalam 16 sesi, namun pelatihan terkait stroke dan uronefrologi secara umum memiliki jumlah peserta yang lebih rendah. Beberapa pelatihan dengan tingkat partisipasi rendah, seperti Pelatihan EEG bagi Tenaga Medis dan Pelatihan Keperawatan Perioperatif Transplantasi Ginjal, menunjukkan perlunya peningkatan sosialisasi dan aksesibilitas. Tren penurunan pelatihan pada paruh kedua tahun 2024 kemungkinan dipengaruhi oleh keterbatasan anggaran dan kebijakan. Oleh karena itu, strategi pelatihan berbasis daring, hybrid, serta kerja sama dengan rumah sakit rujukan diperlukan untuk memastikan kesesuaian materi pelatihan dengan kebutuhan tenaga kesehatan.
Analysis of Kembangan Regional Hospital Marketing Strategies Parulian Thomas; Wahyu Sulistiadi; Puput Oktamianti
Journal of Social Research Vol. 3 No. 1 (2023): Journal of Social Research
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/josr.v3i1.1684

Abstract

The primary objective of this research is to develop a comprehensive marketing strategy for Kembangan Regional Hospital through a thorough SWOT analysis. The study aims to determine effective segmentation, targeting, and positioning strategies for the hospital, coupled with an examination of the current marketing mix. By employing Operational Research within a qualitative methodological framework, the research seeks to derive valuable insights for optimizing strategic alternatives in the realm of healthcare services. Data collection involved a survey of 40 outpatients at the hospital and utilized Focus Group Discussions (FGD) with various sources and observational methods. The purposive sampling method was employed to select informants for a more targeted and insightful analysis. FGD results revealed a robust internal situation for Kembangan Hospital and identified numerous external opportunities, outweighing potential threats. In terms of service products, the hospital has demonstrated innovation by enhancing existing services, including prompt Medical Check-Up (MCU) services, specialized treatment options for TB-RO and MDR patients, and dedicated services for HIV patients. The shift from conventional to digital promotional media has been recognized, with the utilization of social media and other digital platforms to enhance outreach and engagement. This research sets the stage for formulating optimal marketing strategies that align with the strengths and opportunities identified, fostering the continued growth and success of Kembangan Regional Hospital in the competitive healthcare landscape.
MANAJEMEN PELAYANAN KESEHATAN JAMAAH HAJI DI INDONESIA BERDASARKAN FUNGSI UTAMA MANAJEMEN POACE: STUDI LITERATUR REVIEW TAHUN 2021–2025 Bulan Kamillah; Puput Oktamianti
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56028

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menggambarkan bagaimana manajemen pelayanan kesehatan jamaah haji di Indonesia berdasarkan penelitian yang terbit pada tahun 2021–2025. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur dengan panduan PRISMA, melalui penelusuran artikel pada Google Scholar dan Garuda menggunakan kata kunci “manajemen”, “pelayanan kesehatan”, “jamaah haji”, dan “Indonesia”. Dari total 1.172 artikel yang ditemukan, hanya 10 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi dan dianalisis lebih lanjut. Hasil tinjauan manajemen pelayanan kesehatan haji di Indonesia meliputi beberapa aspek, seperti perencanaan dan pengelolaan layanan di tingkat puskesmas dan dinas kesehatan, pelaksanaan pemeriksaan kesehatan jamaah, penerapan strategi pelayanan ramah kelompok rentan, serta evaluasi kualitas pelayanan dengan pendekatan manajemen mutu. Sejumlah penelitian menyoroti faktor risiko kematian jamaah haji, khususnya pada jamaah lanjut usia dengan penyakit kardiovaskular. Secara keseluruhan, dapat disimpulkan manajemen pelayanan kesehatan haji di Indonesia dihadapkan berbagai tantangan, seperti keterbatasan sarana dan prasarana, perbedaan tingkat pemahaman, serta tingginya jumlah jamaah dengan risiko kesehatan. Namun masih terdapat peluang untuk penguatan sistem melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, penerapan model manajemen mutu, dan penguatan kerja sama lintas lembaga. Upaya tersebut diharapkan dapat mendorong terwujudnya pelayanan kesehatan haji yang lebih inklusif, dan berfokus pada keselamatan jamaah.
Kebijakan Pencegahan Perundungan Program Pendidikan Dokter Spesialis di Indonesia: Analisis Menggunakan Health Policy Triangle Hanisa Rizkamilna Fitriadewi; Puput Oktamianti
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.59785

Abstract

Pendidikan kedokteran spesialis di Indonesia dinilai rentan terhadap praktik perundungan akibat budaya hierarki klinis yang kaku dan asimetri kekuasaan. Meskipun pemerintah telah merumuskan berbagai regulasi pencegahan, implementasinya masih terhambat oleh fenomena kebungkaman organisasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kebijakan pencegahan dan penanganan perundungan PPDS secara komprehensif menggunakan kerangka Health Policy Triangle (HPT) oleh Walt dan Gilson (1994). Penelitian ini menggunakan desain kualitatif melalui tinjauan kebijakan naratif berbasis analisis dokumen regulasi nasional dan literatur sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen hukum saat ini telah komprehensif mendefinisikan pelindungan dan sanksi secara substansial pada dimensi Konten. Namun, efektivitasnya tertahan oleh dominasi budaya hierarkis dan adanya jarak kekuasaan pada dimensi Konteks, serta tumpang tindih yurisdiksi antara otoritas rumah sakit dan universitas pada dimensi Aktor. Dinamika ini memicu ketakutan peserta didik akan pembalasan akademik, sehingga menghambat optimalisasi sistem pelaporan terpusat pada dimensi Proses. Ketiadaan lembaga pengawas independen membuat pelindungan karier pelapor belum terjamin secara absolut. Sebagai rekomendasi, diperlukan harmonisasi yurisdiksi kelembagaan, pembentukan satuan tugas anti-perundungan otonom yang terlepas dari hierarki internal, dan pergeseran menuju sistem pengawasan iklim pendidikan yang proaktif.