Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

FORMULASI  DAN KARAKTERISASI SABUN ANTISEPTIK PADAT BERBASIS MINYAK JELANTAH DIPERKAYA EKSTRAK ETANOL DAUN BIDARA CINA (Ziziphus jujuba) UNTUK PEMANFAATAN BERKELANJUTAN. Thahir, Zakiah; Yuyun Sri Wahyuni; Hernawati Basir; Istianah Purnamasari; Adrival Darwin; Aisyah; Indah Lestari
Jurnal Kesehatan Yamasi Makassar Vol 10 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan
Publisher : Akademi Farmasi Yamasi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59060/aap2gh31

Abstract

Minyak jelantah merupakan limbah rumah tangga yang berpotensi mencemari lingkungan, sementara daun bidara cina (Ziziphus jujuba) dikenal memiliki ragam aktivitas biologi, termasuk antibakteri. Pemanfaatan kedua komponen ini dalam formulasi sabun antiseptik padat dapat memberikan nilai tambah dan solusi berkelanjutan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan sediaan sabun antiseptik padat berbasis minyak jelantah dengan penambahan ekstrak etanol daun bidara cina yang memenuhi persyaratan mutu SNI, serta mengevaluasi karakteristik fisik, kimia, dan aktivitas antibakterinya. Metode: Minyak jelantah dimurnikan dengan arang sabut kelapa. Ekstrak etanol daun bidara cina ditambahkan ke dalam sabun pada konsentrasi 5% (F1) dan 10% (F2), dibandingkan dengan blanko (F0). Pengujian meliputi organoleptik (bentuk, warna, aroma), pH, tinggi busa, kadar air, asam lemak bebas, dan alkali bebas. Aktivitas antibakteri diuji terhadap Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis, dan Propionibacterium acne. Hasil: Semua formula sabun menunjukkan karakteristik organoleptik yang baik (padat, aroma khas) dengan variasi warna sesuai konsentrasi ekstrak. Nilai pH (9.7-10.1) dan tinggi busa (59.67-75.33 mm) memenuhi SNI. Kadar air (8.3-9.31%) dan asam lemak bebas (2.0-2.3%) juga memenuhi standar. Namun, kadar alkali bebas Formula 2 (0.2%) melebihi batas SNI (<0.1%). Semua formula dengan ekstrak menunjukkan zona hambat terhadap ketiga bakteri uji, dan zona hambat meningkat seiring peningkatan konsentrasi ekstrak (terbesar pada 10%) sehingga dapat disimpulkan bahwa  Sabun antiseptik padat berbasis minyak jelantah dan ekstrak etanol daun bidara cina berhasil diformulasikan dan memenuhi sebagian besar standar mutu SNI serta menunjukkan aktivitas antibakteri yang baik, meskipun Formula 2 memerlukan optimasi lebih lanjut terkait kadar alkali bebas.