Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Tangible Journal

Melawan Kapitalisme : Menguak Dimensi Kecurangan Travel Ibadah Umroh Arman Kamal; Diah Ayu Gustiningsih
Tangible Journal Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STIE Tri Dharma Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47221/tangible.v4i1.54

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguak dimensi kecurangan (Fraud) travel umroh di Sulawesi Selatan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Dengan menggunakan data hasil wawancara dengan berbagai informan, hasil penelitian menunjukkan dimensi kecurangan (fraud) yang ditemukan pada kasus kecurangan penyelenggaraan ibadah umroh travel Abu Tours terbagi menjadi empat dimensi yaitu kecurangan disebabkan karena adanya peluang (opportunity), greedy (Keserakahan), tekanan (pressure) dan Kemampuan (capability). Penelitian ini berkontribusi bagi regulator yang memiliki wewenang dalam mengatur pelaksanaan ibadah umroh agar mengeluarkan regulasi yang dapat mencegah kecurangan oleh penyelenggara. Kata Kunci : Fraud, dimensi fraud
Kajian Penggunaan Akuntansi Aset Zombie Ditinjau Dari Prinsip Konservatisme pada Kantor Walikota Makassar Muhammad Wahyudin Nur; Arman Kamal; Andi Lutfi; Diah Ayu Gustiningsih
Tangible Journal Vol 7 No 2 (2022): Vol. 7 No. 2 Desember 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STIE Tri Dharma Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53654/tangible.v7i2.293

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji penggunaan aset zombie yang ditinjau dari prinsip konservatisme pada Kantor Walikota Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menyatakan bahwa, aset tetap yang habis masa manfaatnya tidak disajikan secara rinci dalam laporan keuangan, namun hanya secara total saja pada Kantor Walikota Kota Makassar. Aset zombie pada Kantor Walikota Kota Makassar tercatat sebanyak 261.797 unit (99.85%). Kantor Walikota Kota Makassar tidak menggunakan metode biaya ataupun metode revaluasi tetapi berdasarkan nilai perolehannya sehingga sulit untuk mengetahui prinsip konservatisme dalam pengakuan aset zombie, Untuk mengindikasi bahwa aset zombie pada instansi menganut prinsip konservatisme, dilakukan pengukuran accrual measure selama tiga tahun guna menghasilkan selisih akrual positif. Maka hasil ini dapat memberi makna bahwa selama tiga tahun, aset zombie pada Kantor Walikota Kota Makassar tidak menganut prinsip konservatisme.
Kajian Penggunaan Akuntansi Aset Zombie Ditinjau Dari Prinsip Konservatisme pada Kantor Walikota Makassar Muhammad Wahyudin Nur; Arman Kamal; Andi Lutfi; Diah Ayu Gustiningsih
Tangible Journal Vol 7 No 2 (2022): Vol. 7 No. 2 Desember 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STIE Tri Dharma Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53654/tangible.v7i2.293

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji penggunaan aset zombie yang ditinjau dari prinsip konservatisme pada Kantor Walikota Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menyatakan bahwa, aset tetap yang habis masa manfaatnya tidak disajikan secara rinci dalam laporan keuangan, namun hanya secara total saja pada Kantor Walikota Kota Makassar. Aset zombie pada Kantor Walikota Kota Makassar tercatat sebanyak 261.797 unit (99.85%). Kantor Walikota Kota Makassar tidak menggunakan metode biaya ataupun metode revaluasi tetapi berdasarkan nilai perolehannya sehingga sulit untuk mengetahui prinsip konservatisme dalam pengakuan aset zombie, Untuk mengindikasi bahwa aset zombie pada instansi menganut prinsip konservatisme, dilakukan pengukuran accrual measure selama tiga tahun guna menghasilkan selisih akrual positif. Maka hasil ini dapat memberi makna bahwa selama tiga tahun, aset zombie pada Kantor Walikota Kota Makassar tidak menganut prinsip konservatisme.