Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PEMBERDAYAAN LANSIA DALAM PELAYANAN GEREJA Merri Natalia Situmorang; Endang Pasaribu
JURNAL KADESI Vol. 5 No. 1 (2023): Volume 5 Nomor 1
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54765/ejurnalkadesi.v5i1.58

Abstract

Semua orang akan menjadi tua, karena menua adalah sesuatuproses yang wajar, alamiah dan merupakan bagian dari kehidupan.Oleh karena itu sebaiknya setiap orang harus mempersiapkan dirimenghadapi usia lanjut dengan tujuan agar tidak kehilangan semangathidup. Walaupun pada kenyataannya ada banyak orang tua yanghidupnya menderita karena pergumulan keluarga ataupun karenapenyakit yang diderita. Di dalam Kekritenan, usia lanjut adalahmerupakan berkat karunia Allah dan kesempatan untuk meraihkebahagiaan dalam kasih damai sejahtera Allah yang tidak pernahberubah. Keterbatasan dankelemahan-kelemahan pada lansia jangandikhawatirkan karena Tuhan tetap menjaga dan memelihara lansia.Tujuan dari penelitian ini adalah agar lansia terus berkarya, melayaniTuhan dan sesama dalam kasih dan iman yang teguh sampai saatnyaTuhan memanggil dalam kerajaan Surga. Dengan Metode kualitatifyang dilakukan berdasarkan teori-teori tentang lansia dan pengamatanmaka dihasilkan bahwa gereja sangat perlu melakukanpemberdayaanterhadap lansia dalam pelayanan gereja.
Etika Moral Kepemimpinan Kristen di Era Post Modern Pasaribu, Endang; Natalia Situmorang, Merri; Gulo, Elizama; Manalu, Nixon
JSSHA ADPERTISI JOURNAL Vol. 3 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Aliansi Dosen Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Adpertisi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62728/jsshha.v3i2.497

Abstract

Kepemimpinan merupakan hal yang penting dalam sebuah organisasi.Kepemimpinan bukan sesuatu yang sederhana.Penggunaan wewenang secara konstruktif mencakup kemampuan untuk merumuskan sasaran dengan jelas serta menentukan langkah yang perlu diambil untuk mencapainya,termasuk menghimbau orang agar melakukan apa yang dikehendaki.Persyaratan adalah Integritas,kerja keras,percaya diri,ketrampilan,berkomunikasi yang baik dan kesadaran akan kekuatan sendiri.Era Post Modern adalah istilah yang dipakai dalam mengungkap gagasan,pemikiran,aliran atau gerakan yang datang dari para pemikir yang keberadaannya mempengaruhi perkembangan kebudayaan serta kehidupan manusia diabad ke 21 artinya bahwa post modern adalah kemajuan zaman berdasarkan perkembangan pengetahuan teknologi dan informasi.Etika adalah suatu orientasi bagi usaha manusia untuk menjawab suatu pertanyaan yang amat fundamental bagaimana seseorang harus bertindak,moral ( bahasa latinnya moralitas) adalah istilah manusia menyebut kemanusia atau orang lain dalam tindakan yang memiliki nilai positif.Dengan demikian etika moralitas kepimpininan kristen diera post modern ini dapat melahirkan pemimpin –pemimpin yang berintegritas.
Analysis of Gross Motor Skills in Early Childhood Through Educational Learning Adilah, Nida; Situmorang, Merri Natalia; Ay, Elis Louisa; Situmorang, Pince Lensi Nova
Al Tahdzib: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 3 No. 2 (2024): Al Tahdzib: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : STAI Publisistik Thawalib Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54150/altahdzib.v3i2.614

Abstract

Gross motor skills are essential to develop from an early age as they support children’s coordination, health, and overall development. Proper stimulation through play and educational learning effectively enhances motor abilities and prevents developmental delays. This study aims to analyze and explain the effectiveness of educational learning in optimally developing gross motor skills in early childhood. The research used a qualitative case study method with data collection techniques including interviews, observations, and documentation, while data validity was ensured through triangulation. The results show that the “Senam Sehat Anak Indonesia” activity trains the ability to lift hands and feet, move the head flexibly, and stretch the body. Prayer (Sholat) develops hand, head, and body movements, as well as muscle strength to support body weight. Ablution (Wudhu’) strengthens the back and hands through the act of opening taps and washing the body. Activities like beading, letter sequencing, and coloring improve balance, hand endurance, and finger-wrist flexibility through coordinated movements. Conclusion: Educational learning can stimulate various forms of gross motor skills in early childhood.
PEMBINAAN MAKNA IBADAH TERHADAP KUALITAS HIDUP LANSIA DI PANTI JOMPO BUNGA BAKUNG JAKARTA UTARA Merri Natalia Situmorang; Endang Pasaribu; Nixon Manalu; Hery Rorimpandey; Philip Ratu Bunga; Julius Anthony
Jurnal Teologi Biblika Vol 10 No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : STT BIBLIKA JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48125/jtb.v10i2.344

Abstract

Pertumbuhan jumlah lansia di Indonesia menimbulkan tantangan serius, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan psikologis dan spiritual yang berdampak langsung pada kualitas hidup mereka. Penelitian ini merupakan bagian dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan oleh dosen-dosen Sekolah Tinggi Teologi Global Glow Indonesia, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas hidup lansia melalui pembinaan makna ibadah. Kegiatan dilaksanakan di Panti Jompo Bunga Bakung Jakarta Utara yang dihuni oleh sembilan orang lansia. Metode yang digunakan berupa seminar rohani, ceramah interaktif, serta praktik ibadah bersama yang menekankan pemahaman mendalam terhadap makna ibadah dalam kehidupan sehari-hari. Hasil kegiatan menunjukkan adanya perubahan positif yang signifikan dalam aspek spiritual, psikologis, dan sosial para lansia. Lansia menjadi lebih memahami fungsi ibadah sebagai sarana pembentukan makna hidup dan kedekatan dengan Tuhan, mengalami ketenangan batin, serta menunjukkan peningkatan interaksi sosial. Kegiatan ini membuktikan bahwa ibadah yang dilakukan secara teratur dan bermakna dapat menjadi mekanisme koping yang efektif dalam menghadapi masa tua. Oleh karena itu, program pembinaan spiritual perlu dijadikan kegiatan berkelanjutan yang melibatkan dukungan rohani dan sosial secara terpadu demi meningkatkan kualitas hidup lansia secara holistik.
Teachers' Professional Competence in Teaching Philips Ratu Bunga; Merri Natalia Situmorang; Endang Pasaribu
Journal of World Science Vol. 4 No. 5 (2025): Journal of World Science
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jws.v4i5.1413

Abstract

Aging is a natural and inevitable part of life that everyone will experience. Preparing for old age is essential to maintain a spirited and meaningful life despite the challenges, such as family struggles or illness, that many elderly individuals face. In Christianity, old age is regarded as a blessing from God—a time to find joy in His steadfast love and peace. This perspective encourages the elderly not to fear their physical limitations, trusting in God's ongoing care and protection. This study explores how the elderly can continue to work, serve God, and love others with unwavering faith until they are called to the Kingdom of Heaven. Employing a qualitative research method grounded in theories about aging and supported by observational data, the study reveals that the church plays a crucial role in empowering the elderly through active participation in church services. The findings emphasize the importance of fostering spiritual engagement and community involvement among older people to enhance their well-being and sense of purpose. This research contributes valuable insights for religious communities seeking to support aging members, highlighting the need for inclusive practices that honor and utilize the gifts of older adults.
Pendidikan Kristiani bagi komunitas iman di tengah krisis kepercayaan antaranggota Merri Natalia Situmorang
KURIOS Vol. 9 No. 1: April 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v9i1.446

Abstract

The crisis of trust among members of faith communities is an increasingly worrying phenomenon in the context of contemporary churches, including in Indonesia. When interpersonal relationships within faith communities are eroded by mistrust, betrayal, and unresolved internal conflicts, the church's ecclesial and missional functions are fundamentally disrupted. This article examines the strategic role of Christian Education (CR) in responding to the crisis of trust within faith communities. Using a theological-qualitative research method grounded in literature review, this article investigates the theological foundations, sociological framework, and pedagogical implications of this issue. The main argument of this article is that transformative CR, which is based on the habitus of faith, faithful presence, and the koinonia paradigm, has the formative capacity to restore and rebuild trust among members of the faith community in an authentic way. The findings of this article affirm that the restoration of trust is not merely a social project but a theological response to God's call for a community that lives in truth, love, and fellowship, transcending the calculation of personal interests.   Abstrak Krisis kepercayaan antaranggota dalam komunitas iman merupakan fenomena yang kian mengkhawatirkan dalam konteks gereja kontemporer, termasuk di Indonesia. Ketika relasi interpersonal di dalam komunitas iman terkikis oleh ketidakpercayaan, pengkhianatan, dan konflik internal yang tidak terselesaikan, fungsi eklesial dan misional gereja menjadi terganggu secara fundamental. Artikel ini bertujuan mengkaji peran strategis Pendidikan Kristiani (PK) dalam merespons krisis kepercayaan antaranggota komunitas iman. Menggunakan metode penelitian teologis-kualitatif berbasis studi pustaka, artikel ini menyelidiki landasan teologis, kerangka sosiologis, dan implikasi pedagogis dari persoalan tersebut. Argumen pokok artikel ini adalah bahwa PK yang transformatif, yang bertumpu pada habitus iman, kehadiran setia, dan paradigma koinonia, memiliki kapasitas formatif untuk memulihkan dan membangun kembali kepercayaan antaranggota komunitas iman secara autentik. Temuan artikel ini menegaskan bahwa pemulihan kepercayaan bukan sekadar proyek sosial, melainkan respons teologis terhadap panggilan Allah bagi komunitas yang hidup dalam kebenaran, kasih, dan persekutuan yang melampaui kalkulasi kepentingan pribadi.