Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

VERTICAL HOUSING DESIGN WITH BIOPHILIC APPROACH IN EAST JAKARTA Kevin Christian Immanuel; Rachmat Taufick Hardi; Hanugrah Adhi Buwono
Lakar: Jurnal Arsitektur Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/lja.v6i2.18477

Abstract

The city of Jakarta as the capital city of Indonesia is one of the areas that many people live in. The city of Jakarta is also the center of a rapidly growing economy in Indonesia, so that a large number of residents decide to settle there. This causes the issue of significant population growth every year. This population growth causes an increase in the need for a dwelling. With increasingly limited land in Jakarta, vertical housing such as apartments can be a solution to provide a residence with a large capacity on limited land. In addition, the location of the land to be discussed is in Jakarta Garden City, Cakung, East Jakarta. The East Jakarta area itself is an industrial area, this can be seen from the location of the Jakarta Garden City site which is surrounded by industrial buildings such as factories and warehouses. With the existence of industrial activities around the location causing the environment to be less good due to pollution. Therefore, the application of biophilic design as a design theme can be a solution to this environmental issue. Biophilic itself is a concept that focuses on the relationship between humans and nature or the surrounding environment. In the design process, a data search was conducted that focused on 14 biophilic patterns, which would become a reference for the design. The application of this biophilic concept is expected to reduce the negative impact of pollution produced by industrial areas around the site. The biophilic concept also implements greenery into its design so that it is hoped that this greenery can act as a filter that captures pollution and cools the surrounding air.
Pendampingan Desain Renovasi Sekolah untuk Menciptakan Lingkungan Belajar Kondusif di SDN 4 Dago, Parung Panjang Anisza Ratnasari; Nadia Diandra; Hanugrah Adhi Buwono; Abdullah Hibrawan; Mulyadi Sugih Dharsono; Felice Cynthia Rosli; Daria Aricela Susanto
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 9 No. 3 (2025): Jurnal IKRAITH-ABDIMAS Vol 9 No 3 November 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikra-ithabdimas.v9i3.5619

Abstract

Keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan pada banyak sekolah dasar di Kabupaten Bogor,termasuk SDN 4 Dago Parung Panjang, menjadi penghambat terciptanya lingkungan belajar yangnyaman dan kondusif. Kondisi fisik sekolah yang tidak memadai, seperti dinding, plafon, dantembok ruang kelas maupun ruang guru yang rusak, sarana sanitasi dan drainase yang tidak layak,serta kondisi eksterior dan bangunan yang tidak terawat merupakan urgensi utama yangmembutuhkan penanganan segera. Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untukmerevitalisasi lingkungan sekolah melalui kegiatan renovasi fisik bangunan, dimana kegiatan inisejalan dengan salah satu Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang dicanangkan pemerintah.Disisi lain, kegiatan ini juga bertujuan membangun sinergi strategis akademisi, masyarakatsetempat, dan swasta. Kegiatan yang dilaksanakan pada Juli-September 2025 ini dilakukan melaluikolaborasi peran yang jelas. Akademisi dari Program Studi Arsitektur Universitas Pradita bertugasmelakukan observasi awal dan pendampingan desain renovasi fisik bangunan. PT. SA selaku mitraswasta bertanggung jawab atas pelaksanaan inti pekerjaan renovasi dan pengawasan pekerjaankonstruksi. Sementara guru, karyawan, serta anak didik terlibat aktif dalam mendukung berbagaipekerjaan renovasi lainnya. Hasil yang dicapai antara lain perbaikan menyeluruh plafon ruang,pengecatan semua tembok, kusen, dan furnitur, membangun sarana sanitasi dan drainase baru,membongkar dan membangun baru pintu gerbang sekolah, serta pekerjaan betonisasi halamansekolah. Kegiatan renovasi fisik bangunan sekolah ini diharapkan dapat menciptakan lingkunganbelajar yang lebih layak dan layak, memotivasi siswa dan guru untuk melakukan kegiatan belajarmengajar, serta menjadi model percontohan kolaborasi multipihak untuk untuk meningkatkankualitas fisik sarana pendidikan.Kata kunci : Lingkungan belajar kondusif, pemberdayaan masyarakat, Program HasilTerbaik Cepat (PHTC), renovasi sekolah, sinergi institusi pendidikan dan swasta.
Edukasi Perancangan Lingkungan Sehat Sejak Dini: Workshop Interaktif Arsitekktur bagi Siswa SD Cihuni 2, Pagedangan Anisza Ratnasari; Hanugrah Adhi Buwono; Nadia Diandra; Kassandra Humaira; Felice Cynthia Rosli
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 10 No. 1 (2026): IKRAITH-ABDIMAS Vol 10 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikra-ithabdimas.v10i1.6348

Abstract

Kegiatan ‘Summarecon Goes to School’ merupakan bentuk pengabdian masyarakat danimplementasi tanggung jawab sosial perusahaan yang diselenggarakan oleh PDV 2Summarecon Serpong bersama dengan Universitas Pradita dan unit bisnis lainnya.Kegiatan yang dilaksanakan pada 13 Oktober 2025 di SD Cihuni II, Pagedangan inimerupakan respons terhadap kebutuhan mitra untuk memberikan pemahaman tentangkesehatan lingkungan sekolah. Mengacu pada pedoman penyelenggaraan kesehatansekolah, siswa perlu diedukasi tentang lingkungan sekolah sehat yang harus memenuhistandar dan kriteria lokasi, konstruksi bangunan, ruang, kualitas udara ruang, pencahayaan,ventilasi, kebisingan, sanitasi, fasilitas olah raga dan ibadah serta halaman. Kegiataninteraktif yang dikemas dalam bentuk workshop ini bertujuan meningkatkan pemahamandan partisipasi siswa dalam menciptakan lingkungan sekolah sehat dengan mengacu padaprinsip pengelenggaraan lingkungan sekolah yang sehat. Metode pelaksanaan mencakupempat tahap, yaitu; pemaparan materi singkat dengan alat peraga visual, sesi workshopberupa merancang lingkungan sekolah dalam bentuk pop up model tiga dimensi dengandidampingi fasilitator, presentasi karya oleh siswa, serta refleksi dan evaluasi bersama.Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa yang tersaji dari kemampuanmereka menuangkan konsep lingkungan sehat ke dalam maket model, sepertimenambahkan area hijau, vegetasi dan elemen air, menata ruang jendela agar ruang danmassa bangunan agar mendapatkan pencahayaan dan pengudaraan alami, sertamerencanakan letak sanitasi dan drainase. Melalui pendekatan interaktif ini, kegiatan tidakmemberikan edukasi bagi siswa tetapi juga memberikan model pembelajaran kreatif untukinternalisasi pedoman kesehatan lingkungan sekolah sejak dini
Penerapan Urban Infill Berdasarkan Karakter Fasad Pada Jalan Tiang Bendera V No. 20 Kawasan Kota Tua Jakarta Hanugrah Adhi Buwono; Marchelia Gupita Sari
Jurnal Arsitektur GRID: Journal of Architecture and Built Environment Volume 5, Nomor 1 (2023): Juni
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52429/grid.v5i1.54

Abstract

Kebutuhan lahan dewasa ini telah meningkat pesat akibat perkembangan penduduk sehingga urban infill dapat menjadi salah satu solusi yang efektif. Kawasan Cagar Budaya Kawasan Kota Tua Jakarta memiliki Gang Pendjaringan Jl. Tiang Bendera V yang sejak masa kolonial sudah dijadikan tempat pergudangan, belum terdapat guideline penerapan urban infill secara spesifik pada lahan dalam hal ini Jl. Tiang Bendera V No. 20. Makalah ini bertujuan untuk , 1.) mengidentifikasi karakter fasad dari langgam arsitektur kolonial di Jl. Tiang Bendera V dan 2.) menerapkan urban infill sesuai dengan langgam arsitektur. Makalah ini bersifat deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data adalah observasi dan analisis dari series façade serta aplikasi dari penggunaan guideline urban infill. Hasil makalah ini adalah 1.) identifikasi fasad Jl. Tiang Bendera V memiliki karakter arsitektur kolonial transisi 2.) simulasi penerapan dengan guidelines dari ICCROM. Kesimpulan dari makalah ini adalah pentingnya menemukenali karakter fasad ruang jalan sebagai bagian dari elemen penyusun urban infill dan pentingnya ilustrasi guidelines dari ICCROM untuk mempertahankan karakter kawasan.