Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Bijak Bermedia Sosial pada Remaja Hanafi, Fahrudin; Indriyani, Apriliya; Rahmah, Aulia Nihyatur; Lathif, Avika Damayanti; Pramukti, Dita Intan
Jurnal Bina Desa Vol 3, No 2 (2021): Juni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada remaja di RT/RW: 02/02 Desa Sokokulon Kecamatan Margorejo Kabupaten Pati tentang kebijakan media sosial dan pemahaman UU ITE di Indonesia. Sosialisasi dilakukan menggunakan media WhatsApp dengan melalui chat. Pelaksanaan terdiri dari beberapa sesi yaitu penyampaian materi, tanya jawab, diskusi, dan evaluasi pelaksanaan sosialisasi. Materi berupa pengertian media sosial, tata krama, Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), serta pengisian kuesioner. Media sosial merupakan media yang memungkinkan setiap orang untuk berinteraksi, bersosialisasi, dan berkomunikasi tanpa sekat ruang dan waktu. Sosialisasi berlangsung selama tiga hari dan diikuti oleh sebelas remaja berusia 15 hingga 17 tahun. Sosialisasi ini disambut baik oleh para pemuda dan diikuti dengan antusias. Remaja memahami keberadaan UU ITE dan tata krama di media sosial. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa dengan adanya literasi media dapat mendidik remaja dalam penggunaan media sosial dan dapat mengurangi adanya kejahatan sosial dalam kehidupan media sosial.
PENGARUH BUDAYA DAN KOMPLEK REGIONAL DALAM ETIMOLOGI TOPONIMI DI WILAYAH SEKITAR UNNES Hanafi, Fahrudin; Priakusuma, Dwi
Geosfera: Jurnal Penelitian Geografi Vol 2, No 2 (2023): Geosfera: Jurnal Penelitian Geografi
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/geojpg.v2i2.23055

Abstract

Toponimi merupakan bagian dari data geospasial yang karakter unik sebuah obyek spasial. Objek toponimi mencakup asal kata, asal bahasa, makna, cerita dan sejarah yang terkandung dari nama suatu daerah. Toponimi dapat menjadi identitas dari sebuah entitas yang mengikuti kecenderungan wilayah atau trend disuatu waktu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh budaya dan komplek regional dalam asal kata (etimologi) toponimi di wilayah sekitar UNNES. Metode pengumpulan data menggunakan metode purposive sampling, kemudian data geospasial tersebut diolah dan dikategorikan berdasarkan unsur yang mempengaruhi penamaan rupa bumi yang ditemui di sekitar Unnes yakni biotik, abiotik dan budaya untuk kemudian disajikan dalam bentuk analisis kuantitatif. Hasil menunjukkan bahwa di wilayah sekitar Unnes, budaya merupakan satu unsur dominan yang mempengaruhi penamaan rupa bumi. Dari total 55 data, terdapat 30 data (54,55%) yang dipengaruhi oleh unsur budaya didalam penamaannya. Pengaruh komplek regional diklasifikasikan dalam 2 unsur yakni biotik dan abiotik, biotik mempengaruhi 9 dari 55 data (16,36%) dan unsur abiotik dengan 7 dari 55 data (12,73%). Unsur budaya juga memiliki sub unsur terbanyak sejumlah 7 sub unsur, nama tokoh merupakan paling dominan dengan jumlah 14 data. Selain nama tokoh, bentang alam merupakan subunsur dari unsur abiotik yang cukup dominan dengan jumlah 10 data.
KAJIAN PENILAIAN KINERJA SUNGAI LUK ULO Budiyanto, Muchamad Arif; Hanafi, Fahrudin
Civil Engineering and Technology Journal Vol. 6 No. 2 (2024): CivETech
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Cokroaminoto Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47200/civetech.v6i2.2494

Abstract

Luk Ulo merupakan sungai yang melintas di Ibukota Kabupaten Kebumen dan bermuara ke Samudera Hindia. Sarana dan prasarana sungai yang telah dibangun diharapkan dapat bermanfaat dan dapat berfungi dengan baik maka perlu dioperasikan sesuai dengan peruntukannya dan harus senantiasa dipelihara. Sebelum pelaksanaan pengoperasian dan pemeliharaan maka diperlukan penilaian kinerja sehingga dapat diketahui kondisi dilapangan serta dapat menjadi acuan pada kegiatan O & P selanjutnya. Tujuan penelitian ini adalah sebagai upaya pengelolaan dan mengetahui kebutuhan operasi dan pemeliharaan sesuai dengan standar kriteria. Sesuai dengan amanah dari Surat Edaran Dirjen SDA Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 05/SE/D/2016 Tanggal 9 Juni 2016 tentang Pedoman Penyelenggaraan Kegiatan Operasi dan Pemeliharaan Prasarana Sungai  serta  Pemeliharaan  Sungai.  Penilaian  terhadap  komponen  sarana  Sungai  Luk Ulo berdasarkan Surat Edaran Dirjen SDA Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 05/SE/D/2016 meliputi palung sungai, bantaran sungai, tebing sungai, dan daerah sempadan sungai. Kegiatan inventarisasi Sungai DAS Luk Ulo dilakukan di Sungai Luk Ulo Orde 1, Orde 2 dan Orde 3 sebanyak 113 Sungai dengan panjang total 464,5 Km dengan panjang sungai perkotaan 164,4 Km dan sungai luar perkotaan 300,1 Km. Berdasarkan analisis penilaian kinerja sungai diketahui 69% berkinerja Baik, 23% berkinnerja Cukup dan 8% berkinerja Buruk.
UAV Mapping for Flood Routing in Steep and Densely Vegetated Areas: Insights from the Contok River Basin, Garang Watershed, Indonesia Hanafi, Fahrudin; Kurniawan, Edi; Priakusuma, Dwi; Kubiak-Wojcicka, Katarzyna
LIMNOTEK Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol. 30 No. 1 (2024)
Publisher : BRIN Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/limnotek.2024.5028

Abstract

This research utilizes photogrammetry to assess flood routing dynamics in the Contok river basin, a sub-watershed with a challenging landscape characterized by steep slopes, dense vegetation, and meandering patterns. The objectives are to assess Unmanned Aerial Vehicle (UAV) mapping accuracy, evaluate the river's capacity for design flood volumes, quantify the impact of land cover changes on surface runoff, and provide insights for early warning systems and watershed conservation strategies. The study area, encompassing the Contok River Basin, a sub-watershed of the Garang Watershed, covers 7,413 km² and includes a stream length of 5,274 meters in Semarang City, Central Java, Indonesia. This research employed image processing of aerial photographs and satellite imagery. Aerial photos captured using UAV data were utilized to derive elevation data and cross-sectional profiles of the Contok River, essential for understanding channel morphology and hydraulic characteristics. Concurrently, satellite imagery was used for land cover analysis, identifying vegetation and built-up areas that influence surface runoff dynamics. Hydrological analysis was performed to quantify discharge magnitudes, simulated against river cross-sections to evaluate flood behavior under varying scenarios. Our proposed UAV mapping provides adequate accuracy for small and local areas. Furthermore, it remains reliable for flood routing analysis. We discovered that the capacity of the Contok River channel in the downstream area allows it to convey design flood discharges up to a 50-year return period, contrary to the upstream area, it overflows. Notably, the shift from vegetated to built-up and agricultural areas significantly contributes to the 10.6% increase in surface runoff. This research highlights the role of UAV-based photogrammetry in assessing and mitigating flood hazards amidst evolving land cover patterns. It also enhances the understanding of flood dynamics and thus provides insights that will serve as a reference for flood early warning systems, flood management practices, and watershed conservation.
Analisis Banjir Genangan di Kawasan Tembalang dan Sekitarnya Sidiq, Wahid Akhsin Budi Nur; Hanafi, Fahrudin; Priakusuma, Dwi; Haruman, Willar; Sumarso, Muhammad Yunan; Setyowati, Nanik
Jurnal Riptek Vol 16, No 2 (2022)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Kota Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (766.444 KB) | DOI: 10.35475/riptek.v16i2.159

Abstract

Semarang City has a low and flat topography in several areas so that it has a high risk of inundation during the rainy season with a spatial distribution in the city center area. In 2022 inundation floods have inundated 877.66 hectares, one of which is in the Tembalang area and its surroundings with a height of around 275 MDPL which occurred in 20 locations with an area of around 33.62 hectares, where the area is the downstream part of the Babon Watershed. The results of the analysis of rain in the Babon watershed area for 20 years show that it is relatively stable, not too much variation, where the results of calculating the rational flood discharge for 2022 with a return period of 2 years are around 25.80 m³/s. Furthermore, the morphometric analysis of the watershed shows that the shape of the Babon watershed is relatively elongated with a circularity ratio <0.50, the density index of the river is 0.25 – 10 km/km² which is in the medium density category with a relatively long Time Concentration (TC) of around 3.2 hours so that it is less thus impacting flooding downstream. The Babon watershed runoff coefficient is affected by land cover conditions, where the interpretation results show that there was a change in land cover from 2002 – 2022 for the area of built-up land which increased by 708.44 hectares and the vegetation area decreased by 486.77 hectares. Analysis of channel capacity shows that there is potential for overflow from existing channels in 7 sub-watersheds which will result in inundation. The conclusion of this study shows that rainfall over the past 20 years has been relatively stable and the morphometry of the watershed has not had much impact on downstream flooding, the main river capacity of the Babon DAS is still sufficient to accommodate the planned flood discharge with a return period of 25 years. So that inundation that occurs is more caused by changes in land cover and drainage capacity in the downstream. 
Land Cover Changes Based on Cellular Automata for Land Surface Temperature in Semarang Regency Fahrudin Hanafi; Dinda Putri Rahmadewi; Fajar Setiawan
Geosfera Indonesia Vol. 6 No. 3 (2021): GEOSFERA INDONESIA
Publisher : Department of Geography Education, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/geosi.v6i3.23471

Abstract

Land cover changes based on cellular automata for surface temperature in Semarang Regency has increased significantly due to the continuous rise in its population. Therefore, this study aims to identify, analyze and predict multitemporal land cover changes and surface temperature distribution in 2028. Data on the land cover map were obtained from Landsat 7 and 8 based on supervised classification, while Land Surface Temperature (LST) was calculated from its thermal bands. The collected data were analyzed for accuracy through observation, while Cellular Automata - Markov Chain was used to predict the associated changes in 2028. The result showed that there are 4 land cover maps with 5-year intervals from 2003 to 2018 at an accuracy of more than 85%. Furthermore, the existing land covers were dominated by forest with decreasing trend, while the built-up area continuously increased. The existing Land surface temperature range from 20.6°C to 36.6°C, at an average of 28.2°C and a yearly increase of 0.07°C. The temperature changes are positively correlated with the occurrence of land conversion. Land cover predictions for 2028 show similar forest dominance, with a 23,4% built-up area at a surface temperature of 28.9°C. Keywords: Land cover change; Cellular Automata-Markov Chain; Land Surface Temperature Copyright (c) 2021 Geosfera Indonesia and Department of Geography Education, University of Jember This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share A like 4.0 International License
Evaluasi Kesesuaian Lahan Kawasan Industri Terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) di Kabupaten Pati Lestari, Ida; Hariyanto, Hariyanto; Hayati, Rahma; Hanafi, Fahrudin; Dharma, Anggi Surya
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 21, No 2 (2025): JPWK Volume 21 No. 2 June 2025
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v21i2.71133

Abstract

Pembangunan industri yang terpusat di kawasan strategis mendorong pertumbuhan ekonomi. Industri di Kabupaten Pati memiliki potensi meningkatkan ekonomi lokal, namun distribusinya yang belum merata menimbulkan pengangguran dan konflik lahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian lahan kawasan industri dan mengevaluasi kesesuaian lahan kawasan industri terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Pati. Data yang digunakan meliputi variabel penggunaan lahan, kemiringan lereng, jenis tanah, jarak ke jalan utama, sungai, permukiman, serta kawasan peruntukan industri pada RTRW 2010–2030. Metode yang diterapkan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan keruangan menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil evaluasi menunjukkan lima kelas kesesuaian lahan, dengan luas lahan sangat sesuai (S1) 22.846 ha (14,6%), cukup sesuai (S2) 47.686 ha (30,5%), sesuai marginal (S3) 19.039 ha (12,2%), tidak sesuai saat ini (N1) 35.912 ha (23,0%), dan tidak sesuai permanen (N2) 30.973 ha (19,8%). Delapan kecamatan utama pengembangan industri sebagian besar masuk kelas sangat sesuai (S1) dan cukup sesuai (S2) berada di Kecamatan Margorejo, Kecamatan Pati, Kecamatan Juwana, Kecamatan Batangan, Kecamatan Sukolilo, Kecamatan Tambakromo, Kecamatan Jakenan, dan Kecamatan Trangkil. Hasil ini dapat menjadi pertimbangan atau masukan dalam pengelolaan pembangunan kawasan industri yang berkelanjutan di Kabupaten Pati.
Identification of Urban Expansion Driving Factors using CA-Markov model: a Case Study Demak and Jepara Regency, Indonesia: English Hanafi, Fahrudin; Setiawan, Fajar; Putro, Sutanto Trijuni
JURNAL GEOGRAFI Vol. 16 No. 2 (2024): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v16i2.56045

Abstract

Land cover changes are a critical concern in a developing country where rapid urbanization and population growth intersect with environmental dynamics. Understanding the driving forces behind these changes is essential for sustainable development and effective land management. This study analyzes land cover changes in Demak-Jepara regency, Indonesia, over a 20-year period using Landsat data. The objective is to identify the dominant factors driving the increase in built-up areas, considering both natural and human-induced factors. Factors such as road distance, existing build area, and natural features are evaluated. Using ArcGIS and Idrisi Selva's Land Change Modeler, land cover data is processed, and Cellular Automata-Markov analysis is conducted. The study considers a cell size of 30 x 30 meters and a time step of 5 years from 2001 to 2009. Transition persistence analysis identifies significant factors, validated using 2020 land cover data through AUC (Area Under the Curve) and ROC (Relative Operating Characteristic) analysis. The combination of natural and human-induced factors (scenario-C) shows the highest AUC value of 0.9406, indicating better conformity with 2020 land cover. Dominant factors in scenario C include roads, existing built-up areas, river order, and slope gradient. Results reveal that road development and proximity to existing settlements are the primary drivers of land cover changes. Natural factors like river order and slope gradient have a lesser impact, while the coastline has minimal influence. These findings highlight the importance of considering both natural and human-induced factors in land use planning. They provide valuable insights for policymakers and land managers in making informed decisions for sustainable development and land use strategies. Keywords: Land Cover Changes; Driving Factors; Natural Factors; CA-Markov; Sustainable Development
Pengaruh Tingkat Pendidikan Terhadap Kesiapsiagaan Masyarakat Dalam Menghadapi Bencana Longsor di Desa Tengklik Kecamatan Tawangmangu Anifahtun; Findayani, Aprillia; Tjahjono, Heri; Hanafi, Fahrudin
Journal of Edugeography Vol. 13 No. 2 (2025): VOL 13 NO 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edugeo.v13i2.24376

Abstract

Tingkat pendidikan menjadi jalur stategis yang dapat ditempuh oleh masyarakat guna memperbaiki pola pikir dan meningkatkan kesiapsiagaan yang dimilikinya, terutama bagi mereka yang mendiami daerah rawan bencana seperti di Desa Tengklik. Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui tingkat pendidikan yang dimiliki masyarakat Desa Tengklik, (2) untuk menganalisis tingkat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana longsor di Desa Tengklik, dan (3) untuk mengukur pengaruh tingkat pendidikan terhadap kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana longsor di Desa Tengklik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian berupa cross-sectional study. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling sehingga didapatkan sampel berjumlah 118 kepala keluarga. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis deskriptif persentase, dan analisis regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 70% tingkat pendidikan masyarakat Desa Tengklik termasuk tamatan sekolah dasar. Sementara kesiapsiagaan yang dimiliki masyarakat Desa Tengklik dalam menghadapi bencana longsor tergolong dalam kriteria “siap” dengan nilai indeks sebesar 65%. Hasil analisis regresi linear sederhana menunjukkan persamaan berupa Y = 26,769 + 8,588X dan hasil uji koefisien determinasi sebesar 0,460. Artinya, terdapat pengaruh tingkat pendidikan terhadap kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana longsor di Desa Tengklik dengan besaran pengaruh 46%.