Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Faktor Penyebab Kecelakaan Kerja Konstruksi Pada Proyek Highrise Building dengan Metode Fault Tree Analysis (FTA) Nurul Dwi Andriani; Ida Wayuni; Bina Kurniawan
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2022): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, July 2022
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (894.599 KB) | DOI: 10.35473/proheallth.v4i2.1612

Abstract

During 4 years periode from 2011 to 2014 work-related accidents always increased. In 2014 there were 105,383 work-related accidents. The work accident data is dominated by the construction sector. The aim of this study was to analyze the factors associated with work related accidents in construction. This study was conducted by qualitative study design with a case study approach using Fault Tree Analysis (FTA). The population of this study were all construction workers as many as 140 people. The main informants in this study were determined by purposive sampling, workers who had experienced work accidents in May-June 2014. Data collection techniques used in-depth interviews, observation and document review. The results showed that the factors associated with work related accidents in construction were caused by human factors, environmental factors and occupational factors. Human factors that cause work accidents were working not according to procedures, perceptions of potential hazards and low safety, lack of concentration and fatigue. Environmental factors that cause work accidents are limited safety information, unsafe work environment, lack of safety signs and limited safety facilities. Occupational factors that cause work accidents include lack of supervision. Based on this research, it can be concluded that the causes of work accidents are very complex, so there needs to be coordination in project management to optimize supervision of work safety. ABSTRAK Selama kurun waktu 4 tahun dari tahun 2011 sampai tahun 2014 kasus kecelakaan akibat kerja selalu mengalami peningkatan. Pada tahun 2014 tercatat kasus kecelakaan kerja sebanyak 105.383 kasus kecelakaan akibat kerja. Data kecelakaan kerja tersebut didominasi sector konstruksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor penyebab kecelakaan kerja konstruksi. Metode penelitian ini menggunakan desain studi kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Metode analisis kecelakaan kerja yang digunakan adalah Fault Tree Analysis (FTA). Populasi dari penelitian ini adalah seluruh pekerja konstruksi sebanyak 140 orang. Informan utama dalam penelitianini ditentukan dengan cara Purposive Sampling yaitu pekerja yang pernah mengalami kecelakaan kerja pada bulan Mei-Juni 2014. Teknik pengumpulan data menggunakan indeph interview, observasi dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan faktor penyebab kecelakaan kerja kontruksi disebabkan faktor manusia, faktor lingkungan dan faktor pekerjaan. Faktor manusia penyebab Kecelakaan kerja antara lain bekerja tidak sesuai prosedur, persepsi potensi bahaya dan keamanan rendah, kurang konsentrasi dan kelelahan. Faktor Lingkungan penyebab kecelakaan kerja yaitu terbatasnya informasi keselamatan, lingkungan kerja tidak aman, kurang rambu keselamatan serta terbatasnya fasilitas keselamatan. Faktor Pekerjaan penyebab kecelakaan kerja antara lain kurangnya pengawasan. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penyebab kecelakaan kerja sangat kompleks, sehingga perlu adanya koordinasi dalam manajemen proyek untuk mengoptimalkan pengawasan terhadap keselamatan kerja.
Determinasi Faktor Individu terhadap Kelengkapan Pengisian Rekam Medis oleh Tenaga Kesehatan Syahputri, Rezyana Budi; Haryanti, Rheni; Andriani, Nurul Dwi; Hariyadi, Agustin Mahardika; Latifah, Dwi Nur
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 13, No 2 (2025): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v13i2.744

Abstract

Abstract Completeness of medical record documentation was an essential component of healthcare quality that supported patient safety, continuity of care, and hospital legal accountability. Individual factors such as knowledge, attitude, and work experience were assumed to influence healthcare workers’ compliance with medical documentation standards. This study aimed to analyze the effect of individual factors on the completeness of medical record documentation among healthcare workers at Hospital X. A cross-sectional design was applied, involving 82 healthcare workers selected through stratified random sampling. Data were collected using a structured questionnaire and observation sheet that had been tested for validity and reliability. Data were analyzed using Chi-square and multiple logistic regression with a significance level of 0.05. The results showed that most respondents had high knowledge (85.4%) and positive attitudes (75.6%). Bivariate analysis revealed significant relationships between knowledge and attitude with the completeness of medical record documentation (p=0.000). Multivariate analysis revealed that only knowledge had a significant effect on medical record completeness (OR=0.068; p=0.001), while attitude was not statistically significant. This study concludes that knowledge is the main determinant of complete medical record documentation. Strengthening knowledge through continuous training, medical record audits, and structured feedback is necessary to improve the quality of medical documentation in healthcare facilities. Keyword: medical record, knowledge, attitude, healthcare workers, documentation completeness Abstrak Kelengkapan pengisian rekam medis merupakan bagian penting dari mutu pelayanan kesehatan yang mendukung keselamatan pasien, kesinambungan asuhan, dan akuntabilitas hukum rumah sakit. Faktor individu seperti pengetahuan, sikap, dan pengalaman kerja diduga memengaruhi tingkat kepatuhan tenaga kesehatan terhadap standar dokumentasi medis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor individu terhadap kelengkapan pengisian rekam medis oleh tenaga kesehatan di Rumah Sakit X. Penelitian ini menggunakan studi cross-sectional dengan jumlah responden sebanyak 82 tenaga kesehatan yang dipilih melalui stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan lembar observasi yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis dilakukan menggunakan uji chi-square dan regresi logistik berganda dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan tinggi (85,4%) dan sikap positif (75,6%). Uji bivariat menunjukkan hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap dengan kelengkapan pengisian rekam medis (p=0,000). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa hanya pengetahuan yang berpengaruh signifikan terhadap kelengkapan pengisian rekam medis (OR=0,068; p=0,001), sedangkan sikap tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengetahuan merupakan faktor determinan utama dalam kelengkapan pengisian rekam medis. Penguatan pengetahuan melalui pelatihan berkelanjutan, audit rekam medis, dan umpan balik terstruktur diperlukan untuk meningkatkan mutu dokumentasi medis di fasilitas pelayanan kesehatan. Kata Kunci: rekam medis, pengetahuan, sikap, tenaga kesehatan, kelengkapan dokumentasi
Strategi Kebijakan Internal dalam Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit: Systematic Literatur Review Andriani, Nurul Dwi; Rezyana Budi Syahputri; Nisa Nur Kusuma; I Gusti Agung Ngurah Putra Pradnyantara
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2026): Vol. 8 No. 1 (2026): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, January 2026
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pelaksanaan pelayanan yang bermutu menjadi indikator keberhasilan rumah sakit dalam menjamin bahwa pelayanan kesehatan berjalan dengan adil, efektif, efisien serta berorientasi kepada kepuasan pasien. Pentingya penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang berbasis mutu menjadi tuntutan bagi pelayanan kesehatan. Untuk mencapai mutu pelayanan kesehatan yang baik, pentingnya untuk menyusun strategi kebijakan internal rumah sakit guna mencapai sasaran mutu pelayanan pasien. Penelitian ini disusun dan difokuskan dalam Upaya mendapatkan strategi kebijakan internal yang memiliki pengaruh penting dalam pelaksanaan mutu pelayanan kesehatan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Tahapan dalam penelitian ini yaitu merumuskan masalah penelitian, menelusuri literatur, menilai kualitas penelitian, menggabungkan hasil dan meletakkan temuan dalam konteks. Penelitian ini menggunakan kerangka PICO (Population, Intervention, Comparison, Outcome). Artikel yang dipilih dalam rentang waktu tahun 2021 hingga tahun 2025. Proses pencarian data dilakukan melalui beberapa basis data terindeks, yaitu Google Scholar, PubMed dan Science Direct. Seluruh proses ini kemudian sajikan menggunakan alur Diagram PRISMA Flow. Hasil penelitian didapatkan 16 Artikel yang dilakukan analisis. Hasil analisis menunjukkan bahwa pelaksanaan patient safety yang sesuai standart, pelaksanaan akreditasi pada pelayanan Kesehatan dan penerapan Rekam Medis Elektronik berpengaruh terhadap mutu pelayanan kesehatan di RS. Kesimpulan dari penelitian ini adalah strategi Kebijakan Internal yang dapat diimplementasikan dalam Upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan dibagi menjadi tiga aspek ( patient safety, akreditasi dan Rekam Medik Elektronik). Ketiga aspek hasil penelitian ini relevan sebagai dasar perumusan kebijakan internal rumah sakit dalam peningkatan mutu pelayanan melalui penguatan patient safety, pemenuhan standar akreditasi, dan optimalisasi penerapan rekam medis elektronik. Kata kunci: Mutu, Pelayanan Kesehatan, Rumah Sakit ABSTRACT The implementation of quality services is an indicator of a hospital's success in ensuring that healthcare services are delivered fairly, effectively, efficiently, and with a focus on patient satisfaction. The importance of providing quality-based healthcare services has become a demand for health services. To achieve good quality in healthcare services, it is crucial to develop internal policy strategies within the hospital aimed at meeting the quality objectives for patient care. This research is organized and focused on efforts to obtain internal policy strategies that significantly influence the implementation of quality healthcare services. The research method employs a Systematic Literature Review (SLR) approach. The stages of this research include formulating, searching the literature, assessing the quality of research, combining results, and placing findings in context. This study uses PICO framework (Population, Intervention, Comparison, Outcome). The selected articles span the years 2021 to 2025. The data search process is conducted through several indexed databases, namely Google Scholar, PubMed, and Science Direct. The entire process is then presented using a PRISMA Flow Diagram. The research identified 16 articles for analysis. The results of the analysis indicate that the implementation of patient safety that meets standards, the implementation of accreditation in health services, and the application of Electronic Medical Records influence the quality of healthcare services in hospitals. The conclusion of this research is that internal policy strategies that can be implemented to improve the quality of healthcare services are divided into three aspects ( patient safety, accreditation, and Electronic Medical Records).  The findings provide empirical support for hospital management in formulating internal policies aimed at enhancing service quality through strengthening patient safety practices, meeting accreditation standards, and optimizing the use of electronic medical records.   Keywords: Quality, Healthcare, Hospital
Penyuluhan Kesehatan sebagai Strategi Efektif Pencegahan Tuberkulosis pada Remaja Sekolah Menengah Andriani, Nurul Dwi
WASATHON Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/wasathon.v4i1.2106

Abstract

Tuberkulosis (TBC) di Indonesia masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dengan peningkatan kasus nasional, termasuk pada kelompok remaja. Penyuluhan kesehatan ini bertujuan untuk membentuk perilaku pencegahan yang tepat. Intervensi diberikan kepada 89 siswa di SMP Muhammadiyah Plus Klaten Utara melalui ceramah interaktif yang didukung oleh leaflet, PowerPoint, dan video edukasi. Penilaian pre-test dan post-test dilakukan, dan uji Wilcoxon Signed-Rank menunjukkan peningkatan signifikan pada skor pengetahuan (rata-rata: 65,4 menjadi 78,4; p < 0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan berbasis sekolah secara efektif meningkatkan kesadaran remaja mengenai pencegahan TBC, serta menunjukkan bahwa intervensi sederhana dapat memberikan dampak nyata pada perilaku pencegahan penyakit.