Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Desain Parametrik Dalam Desain Fasad Studi Analisis Radiasi dan Pergerakan Matahari Hendro Trieddiantoro Putro; Luhur Sapto Pamungkas
Jurnal Arsitektur GRID: Journal of Architecture and Built Environment Volume 1, Nomor 2 (2019): Desember
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52429/grid.v1i2.6

Abstract

Desain parametrik merupakan salah satu pendekatan dalam desain yang dipercaya dapat menjadi alat untuk menganalisa desain dengan merubah parameter. Parameter tersebut diubah melalui software desain parametrik, yaitu Grasshopper dalam Rhinoceros. Kelebihannya adalah pengguna dapat mengganti parameter sehingga model akan bereaksi secara konsisten berdasarkan perubahan. Penelitian ini mengeksplorasi aplikasi desain parametrik dalam mendesain fasad dengan pertimbangan studi analisis radiasi matahari dan pergerakan matahari menggunakan Ladybug dalam Grasshopper. Peserta penelitian adalah 40 mahasiswa arsitektur Universitas Teknologi Yogyakarta semester 6 yang mengikuti mata kuliah Arsitektur Bioklimatis. Semua peserta penelitian belum pernah menggunakan software desain parametrik. Peserta penelitian diberikan tugas untuk mendesain fasad sebagai evaluasi penggunaan software dan kemampuan analisis, selanjutnya mengisi kuesioner. Tugas tersebut berdasarkan pertimbangan aplikasi teori arsitektur bioklimatis misalnya iklim, radiasi matahari, dan pergerakan matahari yang dianalisis dengan Ladybug. Penelitian ini berhasil memperkenalkan metode desain parametrik kepada mahasiswa dalam meningkatkan kemampuan desain arsitektur yang sadar lingkungan. Kesimpulan penelitian memunculkan evaluasi terhadap penggunaan software desain parametrik pada mahasiswa arsitektur Universitas Teknologi Yogyakarta.
Penerapan Arsitektur Berkelanjutan (Sustainable Architecture) Pada Perancangan Taman Budaya di Kabupaten Sleman Rakhmadani Agung Kurniawan; Luhur Sapto Pamungkas
Jurnal Arsitektur GRID: Journal of Architecture and Built Environment Volume 2, Nomor 1 (2020): Juni
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52429/grid.v2i1.19

Abstract

Sleman adalah sebuah kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Salah satu yang terkenal dari kabupaten Sleman adalah budayanya. Kabupaten Sleman memiliki beragam budaya, dari budaya adat tradisi, seni tari, pertunjukan wayang kulit, dimana budaya-budaya tersebut perlu untuk di lestarikan agar dapat terus ada dan dapat dinikmati generasi selanjutnya. Akan tetapi, sarana dan prasarana di kabupaten sleman belum cukup untuk mewadai aktifitas budaya yang ada, untuk itu perlunya dibuat taman budaya sleman dengan konsep arsitektur berkelanjutan (sustainable architecture) agar memberikan makna kebudayaan yang berkelanjutan, budaya yang terus- menerus dan tidak terputus. Penerapan konteks bangunan dengan konsep sustainable architecture juga memberikan kesan yang nyaman dan bertujuan untuk pembangunan berwawasan lingkungan, dimana memanfaatkan potensi alam semaksimal mungkin. Penggunaan tumbuhan dan air sebagai pengatur iklim, pembangunan yang menghemat energi dan penggunaan material bangunan yang mudah di dapat yaitu batu bata, batu dan bambu.