Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PARTISIPASI SISWA PEREMPUAN KELAS VII B DALAM MENGIKUTI MUATAN LOKAL KETRAMPILAN MEMBATIK DI SMP NEGERI 2 PEKALONGAN -, Susanto
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 2 No 1 (2013): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pekalongan famous for making batik Pekalongan dubbed as the city government tried to maintain the culture through education to students from an early age, through local content in schools. SMP N 2 local curriculum include batik in schools, the problem of this research is: How does the participation of female students of class VII B in following lessons batik skills and What are the factors driving and inhibiting factors VII B grade female students attend classes in batik skills. The research method used was a qualitative research method. Locations penelitianberada in SMP N 2. Subjects in this study were female students of class VII B. Informants pengampu supporting teacher research and curriculum wakasek SMP N 2 kota.Teknik data collection used was non-participatory observation, interviews and dokumentasi.Validitas data used is the technique of triangulation data. Data analysis techniques include four things: data collection, data reduction, data presentation, and conclusion.The results charge local batik in SMP N 2 still needs more participation from the students. Infrastructure Saranadan batik complete a driving factor of the participation of female students and the long process of making batik a factor of female students in learning local content batik.
PENERAPAN IN HOUSE TRAINING (IHT) UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DALAM MEMANFAATKAN LINGKUNGAN SEKOLAH SEBAGAI SUMBER BELAJAR -, Susanto
Didaktikum Vol 19, No 3 (2019): Agustus – Desember 2019
Publisher : Didaktikum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui apakah melalui In House Training (IHT) dapat meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar; 2) mengetahui sejauh mana peningkatan kompetensi guru dalam memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar setelah pelaksanaan In House Training (IHT). Penelitian ini dilaksanakan pada semester II tahun pelajaran 2018/2019 di SDN Penyalahan 01 Kecamatan Jatinegara. Subjek penelitian ini adalah guru SDN Penyalahan 01 yang berjumlah 6 orang guru kelas dan 2 guru mapel. Metode pengumpulan data meliputi observasi, Skenario pembelajaran, dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan data kuantitatif dan data kualitatif. Hasil siklus I, ada peningkatan  kompetensi guru dalam pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. Dari 8 orang guru yang terlibat, 5 orang guru sudah mendapat skor dengan kategori “baik” sedangkan 3 orang dengan kategori “cukup”. Oleh karena itu dilanjutkan dengan tindakan siklus II yang hasilnya secara umum ada peningkatan ke arah yang lebih baik yaitu 75% guru sudah mendapatkan kategori “baik”. Hal ini sudah sesuai dengan kriteria keberhasilan yang ditetapkan.
Pengaruh pelatihan terhadap produktivitas kinerja karyawan pada pt. metro teknik perkasa jakarta tahun 2017 Permadi, Muhammad Guntur; Jayadi, Imam; -, Susanto
JMBA Jurnal Manajemen dan Bisnis Vol 4 No 2 (2018): SEPTEMBER 2018
Publisher : Institut Bisnis dan Multimedia asmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pelatihan terhadap produktivitas kinerja karyawan pada PT. Metro Teknik Perkasa. Sumber data yang digunakan adalah data primer dengan menggunakan 75 data responden. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa nilai DW sebesar 2.235. Dengan menggunakan Tabel Durbin-Watson pada signifikansi 0,05, n= 30 dan k= 3 (n adalah jumlah data dan k adalah jumlah variabel) maka didapat nilai dL = 1,5432 dan dU = 1,7092. Hasil pengujian menunjukkan bahwa 2,235 > 1,7092 < 2,2908 sedangkan Berdasarkan hasil perhitungan melalui nilai koefisien determinasi dapat dilihat bahwa nilai Adjusted R² adalah sebesar 0,637.Dan juga hasil analisis regresi sederhana diperoleh Y = 0.444 + 0.429 X,Hasil uji f didapat nilai sig. 0,05 atau 5 % menunjukkan hubungan yang sigifikan antara pengaruh pelatihan terhadap produktivitas kinerja karyawan. Sehingga penelitian ini menjelaskan bahwa pengaruh pelatihan terhadap produktivitas kinerja karyawan pada PT. Metro Teknik Perkasa berpengaruh positif.
TARI BEDHAYA ANGLIR MENDHUNG DI MANGKUNEGARAN SARANA LEGITIMASI DAN LOYALITAS PENGUASA Darmarastri, Hayu Adi; Kurniawati, Asti; Sutirto, Tundjung Wahadi; -, Supariadi; -, Susanto; Dadtun, Yusana Sasnti
MOZAIK Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 15 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/mozaik.v15i2.77372

Abstract

Penelitian ini mendiskusikan tentang fungsi Tari Bedhaya Anglir Mendhung di Mangkunegaran yang menjadi sarana memperkuat legitimasi dan loyalitas bagi pemimpin di Mangkunegaran. Penelitian ini mengajukan beberapa pertanyaan yaitu, apakah fungsi Tari Bedhaya Anglir Mendhung dalam prosesi jumenengan di Mangkunegaran? dan bagaimana perkembangan Tari Bedhaya Anglir Mendhung di Mangkunegaran?Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang terdiri dari empat tahap, tahap heuristik, kritik, verifikasi dan historiografi. Untuk menemukan realitas historis terkait dengan Tari Bedhaya Anglir Mendung di Mangkunegaran, penelitian ini menggunakan data-data tertulis berupa arsip, buku, artikel surat kabar maupun jurnal juga foto-foto penari Anglir Mendung tahun 1983 di Perpustakaan Reksa Pustaka Mangkunegaran. Selain itu, penelitian ini juga memanfaatkan sumber lisan berupa wawancara dengan tokoh-tokoh yang memahami perkembangan Tari Bedhaya Anglir Mendung di Mangkunegaran.Kesimpulan penelitian ini Tari Bedhaya Anglir Mendhung memiliki fungsi penting di Mangkunegaran, yaitu sebagai sarana memperkuat legitimasi pemimpin di Mangkunegaran selain juga membangun loyalitas di Mangkunegaran. Tari Bedhaya Anglir Mendhung yang merupakan hasil cipta dari pendiri Kadipaten Mangkunegaran, yaitu Raden Mas Said yang kemudian menjadi KGPAA Mangkunegara I. Sejak pemerintahan KGPAA I terdapat tradisi pementasan Tari Bedhaya Anglir Mendhung dalam acara Tingalan Wiyosan Jumenengan Dalem di Mangkunegaran namun kemudian tidak lagi dilakukan pada masa pemerintahan KGPAA Mangkunegara III. Hal ini disebabkan karena Tari Bedhaya Anglir Mendhung diserahkan sebagai hadiah pernikahan kepada Paku Buwana V. Atas perintah dari KGPAA VIII maka Tari Bedhaya Anglir Mendhung kembali direkonstruksi ulang. Hasil rekonstruksi tersebut terlihat dari perubahan jumlah penari perempuan pada Tari Bedhaya Anglir Mendung.           
Pengaruh variasi Tekanan dan level air tangki Hydrophore terhadap laju aliran massa pada sistem distribusi air tawar -, Susanto; Gunawan Budi Santoso; Yulius Oscar; Wahyu Ari Putranto; Widar Bayu Wantoro
ARMATUR : Artikel Teknik Mesin & Manufaktur Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Armatur (in Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/armatur.v7i1.10786

Abstract

The paper is The performance of water distribution in buildings is strongly influenced by the relative position of the reservoir and the outlet pipe. This represents an important technology transfer for enhancing building services engineering. This study examines the performance of a hydrophore system under variations in pipe height, water level, and tank pressure. Experiments were conducted using pipe heights of 1, 2, and 3 meters; water levels of ¼, ½, and ¾ of the tank capacity; and tank pressures of 1, 2, and 3 bar. Pressure adjustments were made by adding or releasing compressed air. System performance was evaluated by measuring the mass flow rate through one, two, and three outlet pipes operated individually and simultaneously. The highest mass flow rate for a single outlet pipe was achieved at a ½ water level and 3 bar pressure, yielding 67.87 kg/min through outlet pipe 2. For two outlet pipes, the maximum values were obtained at a ¼ water level and 3 bar, producing 72.75 and 73.25 kg/min. With all three outlets open, the highest flow rate reached 79.69 kg/min at a ½ water level and 3 bar. Overall, water level, tank pressure, pipe height, and the number of open outlets significantly affect distribution performance and must be considered in system design for multi-level buildings