Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PERAN BIDAN DESA UNTUK MENINGKATKAN CAKUPAN ASI-EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ANREAPi Ahmad Al Yakin; Sitti Sohorah; Ayu Pratiwi Udin
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 7, No 1 (2025): Peqguruang, Volume 7 Nomor 1 Mei 2025
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v7i1.5279

Abstract

Kecamatan Anreapi terdapat 99 bayi usia 0-6 bulan namun hanya 20 bayi yang mendapatkan ASI- Eksklusif dengan prevalensi cakupan ASI-nya 20,2% Angka pemberian ASI-Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Anreapi dikategorikan belum memenuhi target pemerintah sebesar 80%. Di Kecamatan Anreapi terdapat lima desa di antaranya ada dua desa yang mempunyai data desa tertinggi sasaran dan terendah ASI-Eksklusifnya yaitu Desa Duampanua dengan jumlah sasaran 40 bayi dan hanya 9 bayi yang ASI-Eksklusif 2.Desa Kunyi dengan jumlah sasaran 15 bayi dan hanya 4 bayi yang ASI-Eksklusif (Sari, 2020)Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana peran bidan desa untuk meningkatkan cakupan ASI Eklusif yang bersifat komperatif yaitu melihat perbandingan antara dua desa di Wilayah Kerja Puskesmas Anreapi yaitu Desa Duampanua dan Desa Kunyi.Penelitian ini menggunakam jenis penelitian kualitatif metode deskriptif untuk memahami secara mendalam dan mendeskripsikan hal-hal yang berkaitan dengan peran bidan desa untuk meningkatkan capaian ASI-Eksklusif di wilayah Puskesmas Anreapi. Informan dalam penelitian ini 9 orang terdiri dari 1 bidan kordinator 1 bidan pustu desa kunyi 1 bidan pustu desa duampanua dan 3 ibu menyusui desa kunyi serta 3 ibu menyusui desa duampanua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bidan telah melakukan perannya sebagai komunikator, fasilitator, dan konselor. Bidan di Desa Duampanua telah menjalankan perannya namun ibu menyusui belum optimal terutama dalam ikut hadir kelas ibu hamil sebagai sarana penyuluhan ASI-Ekslusif. Sedangkan bidan di desa Kunyi telah menjalankan perannya dalam meningkatkan cakipan ASI_Eksklusif. Disarankan ibu menyusui lebih aktif lagi berkunjung ke pustu untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pemberian ASI Ekslusif untuk tumbuh kembang anak. 
Gambaran status gizi balita pada keluarga perokok di wilayah kerja Puskesmas anreapi Sitti Sohorah; Yuliani Soerachmad; Masturi Julatha
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 6, No 2 (2024): Peqguruang
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v6i2.5475

Abstract

Masalah kekurangan gizi pada balita memberikan implikasi pada tumbuh kembang balita baik secara fisik, mental, dan intelektual yang dapat terus dibawa hingga anak menjadi dewasa. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskripptif. Pengambilan informan dilakukan dengan menggunakaN teknik Purposive Sampling yaitu pengambilan sampel dengan menggunakan pertimbangan tertentu dengan jumlah informan 15 informan, terdiri dari 1 orang tenaga promosi kesehatan, 2 orang ketua kader yaitu kader Desa Duampanua dan kader Kelurahan Anreapi, 3 ibu dan 3 ayah balita dari Desa Duampanua, 3 ibu dan 3 ayah dari Kelurahan Anreapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status gizi balita pada keluarga perokok dapat menyebabkan balita mengalami status infeksi yaitu diare, demam, dan sesak nafas, serta kurang nafsu makan yang disebabkan oleh status infeksi sehingga berakibat pada turunnya berat badan balita serta tidak bertambahnya tinggi badan balita. faktor lain yaitu kurang berfariasinya makanan pada balita, kurangnya pengetahuan orang tua balita tentang bahaya rokok dan bagaimana mencapai status gizi baik pada balita, serta status ekonomi yang rendah.Saran dari peneliti, diharapkan ibu dan ayah balita senantiasa lebih memperhartikan tumbuh kembang balita yaitu salah satunya dengan menjauhkan balita dari paparan asap rokok, memperhatikan asupan nutrisi yang dikonsumsi balita, serta orang tua menambah pengetahuan bagaimana mencapai derajat kesehatan optimal. 
DAMPAK GAME ONLINE PADA DI SMA NEGERI 2 POLEWALI Agustinus Pappang; Muhammad Anwar; Sitti Sohorah
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 7, No 1 (2025): Peqguruang, Volume 7 Nomor 1 Mei 2025
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v7i1.5678

Abstract

Adapun masalah dalam penelitian ini, yaitu “Bagaimana dampak game online pada remaja  di SMA NEGERI 2 POLEWALI?”dan tujuan penelitian yang ingin dicapai dalam penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan “Dampak Game Online Terhadap Hipertensi Remaja di SMA Negeri 2 Polewali. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Instrumen penelitian ini menggunakan instrument observasi dan wawancara serta teknik dokumentasi. Teknik analisis data penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan verifikasi atau penarikan kesimpulan.Hasil penelitian ini yang berkaitan dengan masalah penelitian yang berusaha mengungkapkan dan mendeskripsikan dampak game online terhadap hipertensi remaja  di SMA Negeri 2 Polewali, yaitu: (1) remaja (peserta didik) telah mengalami gejala kecanduan bermain game online; (2) remaja (peserta didik) kesulitan untuk mengendalikan dorongan untuk selalu bermain game oneline; (3) perasaan tegang atau gelisah jika tidak bisa bermain (memicu sakit kepala dan pusing yang mengarah pada gejala hipertensi); (4) remaja (peserta didik) menggunakan waktu yang berlebihan untuk bermain game online; (5) dari 45 peserta didik sebagian kecil saja yang memiliki gejala hipertensi di SMA Negeri 2 Polewali, Polewali walaupun sebagian besar telah kecanduan bermain game online.  
HUBUGAN POLA ASUH MAKAN DENGAN KEJADIAN STUNTING ANAK USIA 24-60 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ANREAPI Sitti sohorah; Asri Asri; MUTIARA INDA
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 6, No 1 (2024): Peqguruang, Volume 6 Nomor 1 Mei 2024
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v5i2.3521

Abstract

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 Hari pertama Kehidupan (HPK. Sulawesi Barat masih menempati urutan tertinggi kedua stunting di Indonesia setelah Nusa Tenggara Timur. untuk Kabupaten Polewali Mandar  merupakan  dengan tingkat stunting paling tinggi dan kasus ini masih menjadi masalah utama dengan angka prevalensi tertinggi di Sulawesi Barat yaitu 36%. Kecamatan Anreapi adalah salah satu wilayah yang mempunyai daerah lokus stunting dengan angka prevalensi di tahun 2021 35%(110),  (Dinas Kesehatan Polewali Mandar 2021.Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh makan terhadap kejadian stunting pada anak usia 24-60 bulan di wilayah kerja Puskesmas Anreapi. menggunakan pendekatan korelasional.  Berdasarkan uji statistik, didapatkan hasil dengan p-value 0.026 (p˂0,05). Dari hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna/signifikan antara variabel pola asuh makan dengan kejadian stuting. Bahwa terdapat hubungan yang signifikan antar polaasuh makan dengan kejadian stunting
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CAMPALAGIAN KABUPATEN POLEWALI MANDAR Asmawati Asmawati; Urwatil Wusqa Abidin; Sitti Sohorah
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 5, No 1 (2023): Vol 5, No 1 (2023): Peqguruang, Volume 5, No.1, Mei 2023
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v5i1.3545

Abstract

Untuk mengetahui hubungan antara pernikahan dini dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Campalagian Kabupaten Polewali Mandar. Metode penelitian yang digunakan adalah Observasional Analitik dengan desain Cross Sectional Study. Penulis melaksanakan pengukuran dengan metode kuantitatif. Sampel pada penelitian ini berjumlah 105 orang. Pengumpulan data menggunakan angket dengan melakukan wawancara langsung dengan responden.Teknik analisis data digunakan untuk membuktikan hipotesis tersebut. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji Chi-Square, yaitu mengetahui variabel dependen dan variabel independen. Jika p-valuea > 0,05 maka H0 diterima H1 ditolak, jika p value a < 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima. Kesimpulan dari hasil penelitian ini atas dasar hasil uji statistik Asymp Value. Sig 0,131 (p > 0,05). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna/signifikan antara variabel pengetahuan dengan kejadian stunting. Nilai Asim. Sig 0,021 (p > 0,05). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna/signifikan antara variabel pengetahuan dengan kejadian stunting. P-value 0,000 (p < 0,05). Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara variabel pengetahuan dengan kejadian stunting. 
hubungan ketidaklengkapan imunisasi dasar pada bayi umur 0-12 bulan di desa salumokanan kecamatan rantebulahan timur kabupaten mamasa Andi Liliandriani; Sitti Sohorah; Puri Anggriani
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 5, No 2 (2023): Peqguruang, Volume 5 Nomor 2 November 2023
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v5i2.4180

Abstract

Imunisasi merupakan bagian penting dari kesehatan masyarakat sebagai pencegahan primer yaitu segala upaya pencegahan penyakit atau kejadian yang dapat menimbulkan sakit atau luka dan kecacatan, memperagakan gizi dengan sanitasi lingkungan yang baik, perlindungan terhadap segala macam luka dan keracunan serta imunisasi terhadap penyakit. Permasalahan yang ditemukan adalah apakah ada hubungan antara pengetahuan ibu dan dukungan keluarga terhadap ketidaklengkapan imunisasi dasar pada bayi umur 0-12 bulan. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui hubungan ketidaklengkapan imunisasi dasar pada bayi umur 0-12 bulan di Desa Salumokanan Kecamatan Rantebulahan Timur Kabupaten Mamasa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan observasional melalui pendekatan cross sectional. Hasil penelitian diperoleh bahwa ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan ketidaklengkapan imunisasi dasar pada bayi umur 0-12 bulan dengan p-value = 0.000 dan juga ada hubungan antara dukungan keluarga dengan ketidaklengkapan imunisasi dasar pada bayi umur 0-12 bulan dengan p-value = 0.000. Kesimpulannya ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu dan dukungan keluarga denga ketidaklengkapan imunisasi dasar pada bayi umur 0-12 bulan. Karena itu disarankan agar pemerintah dan tenaga kesehatan untuk bekerja sama dalam memberi lebih banyak lagi informasi-informasi tentang pentingnya imunisasi dasar pada anak melalui penyuluhan.
HUBUNGAN PENGETAHUAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) DENGAN KECELAKAAN KERJA PADA TUKANG LAS DI KECAMATAN MAPILLI TAHUN 2023 muh haswad haswad; Maarifah Dahlan; Sitti Sohorah
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 5, No 2 (2023): Peqguruang, Volume 5 Nomor 2 November 2023
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v5i2.4708

Abstract

Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan kegiatan awal yang menjamin terciptanya kondisi kerja yang aman untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja pada tukang las saat bekerja. Penulis pun memperoleh informasi setelah melakukan observasi awal bahwa bengkel las yang ada di Kecamatan Mapilli ±20 usaha diantara usaha tersebut ada 3 titik bengkel las yang ada di Kecamatan Mapilli yang sering terjadi kecelakaan kerja pada saat melakukan pengelasan dengan adanya rasa nyeri pada mata karena terbiasa tdak menggunakan Safety Health (Kacamata Pelindung). Kulit yang menimbulkan luka bakar akibat percikan api dan luka tangan ssat melakukan pemotongan besi menggunakan gerinda.Penelitian ini diketahui Hubungan Pengetahuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan Kecelakaan Kerja Pada tukang las di Kecamatan Mapilli di tahun 2022. Studi penelitian yang digunakan yaitu penelitian survei analitik rancangan cross cestional dengan teknik penarikan sampel yaitu sampling jenuh atau total sampling dengan jumlah sampel yaitu 25 pekerja las di Kecamatan Mapilli.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan pengetahuan tahu K3 pada kecelakaan kerja dengan nilai p-value 0,041, terdapat hubungan pengetahuan memahami K3 pada kecelakaan kerja dengan nilai p-value 0,037 dan terdapat hubungan pengetahuan aplikasi K3 pada kecelakaan kerja dengan nilai p-value 0,036 dari analisis chi square.