Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

ESTETIKA DAN SIMBOL DALAM WUWUNGAN MAYONGLOR SEBAGAI WUJUD SPIRITUAL MASYARAKAT Darmawanto, Eko
Catharsis Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Catharsis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wuwungan merupakan bentuk simbol yang mewakili sebuah maksud yang ingin wujudkan melalui material baik bersifat aplikatif ataupun bersifat murni estetis. Bentuk yang terangkum dalam wuwungan merupakan salah satu wujud yang merepresentasikan hal tersebut akan tetapi masih banyak kajian yang harus ditelusuri terlebih karya wuwungan merupakan bentuk yang merepresentasikan percampuran budaya. Pola konstruksi, bentuk serta implementatif terhadap atap bangunan adalah sistem yang perlu dibedah, dikaji dan dikomparasikan sebagai wujud untuk mengetahui seberapa jauh terkait antara unsur spritual, masyarakat dan pengguna wuwungan. Kualitatif merupakan metode yang peneliti gunakan dengan pendekatan formalitas yang melihat sosok sebagai fokus utamanya. Wuwungan Mayonglor merupakan gambaran kreasi imajinatif dari alam pikiran tidak sadar dan dituangkan dengan bentuk simbol dengan mengusung estetis dimana keindahan bersifat terpusat atau berakar dari tuhan penyatuan antara makrokosmos dan mikrokosmos atau salah satu diantaranya sebagai wujud ungkapan spiritual masyarakatnya.Wuwungan are symbols that represent a purpose to be realized trough both object are aplicable and are purely aesthetic. form are summarized in wuwungan is one of manifestation are display it, but still many of studies should explore first to know wuwungan is a form that represents the meaning of culture.patern of shape and construction of the building are implementable system that need to be studied and dissected olso compare as form to find out how much related between the spiritual element of the wuwungan user and society. Kualitatif research is a method used with formalities approach to see form as the main focus. Mayonglor wuwungan is an overview of imaginative creation of the mind is unconscious and poured symbolic form of engagement with the lifting aestetic where beauty is centralized or rooted in divine union of the macrocosm and micrososm or one of them as form of spiritual expresison society.
ESTETIKA DAN SIMBOL DALAM WUWUNGAN MAYONGLOR SEBAGAI WUJUD SPIRITUAL MASYARAKAT Darmawanto, Eko
Catharsis Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wuwungan merupakan bentuk simbol yang mewakili sebuah maksud yang ingin wujudkan melalui material baik bersifat aplikatif ataupun bersifat murni estetis. Bentuk yang terangkum dalam wuwungan merupakan salah satu wujud yang merepresentasikan hal tersebut akan tetapi masih banyak kajian yang harus ditelusuri terlebih karya wuwungan merupakan bentuk yang merepresentasikan percampuran budaya. Pola konstruksi, bentuk serta implementatif terhadap atap bangunan adalah sistem yang perlu dibedah, dikaji dan dikomparasikan sebagai wujud untuk mengetahui seberapa jauh terkait antara unsur spritual, masyarakat dan pengguna wuwungan. Kualitatif merupakan metode yang peneliti gunakan dengan pendekatan formalitas yang melihat sosok sebagai fokus utamanya. Wuwungan Mayonglor merupakan gambaran kreasi imajinatif dari alam pikiran tidak sadar dan dituangkan dengan bentuk simbol dengan mengusung estetis dimana keindahan bersifat terpusat atau berakar dari tuhan penyatuan antara makrokosmos dan mikrokosmos atau salah satu diantaranya sebagai wujud ungkapan spiritual masyarakatnya.Wuwungan are symbols that represent a purpose to be realized trough both object are aplicable and are purely aesthetic. form are summarized in wuwungan is one of manifestation are display it, but still many of studies should explore first to know wuwungan is a form that represents the meaning of culture.patern of shape and construction of the building are implementable system that need to be studied and dissected olso compare as form to find out how much related between the spiritual element of the wuwungan user and society. Kualitatif research is a method used with formalities approach to see form as the main focus. Mayonglor wuwungan is an overview of imaginative creation of the mind is unconscious and poured symbolic form of engagement with the lifting aestetic where beauty is centralized or rooted in divine union of the macrocosm and micrososm or one of them as form of spiritual expresison society.
PERANCANGAN MONUMEN IDENTITAS KOTA JEPARA BERBASIS UKIR TRADISI MENGGUNAKAN METODE BLACK BOX Eko Darmawanto
Corak : Jurnal Seni Kriya Vol 8, No 2 (2019): NOVEMBER 2019
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1046.529 KB) | DOI: 10.24821/corak.v8i2.3234

Abstract

 The monument is an identity that undoubtedly provides an informative understanding of a region, not only is the memorial memorial, Jepara is a small town with a vast cultural culture among the most prominent cultures is carving. Carving in Jepara gradually began to erode with the flow of industrialization so as to provide a discourse to the government of Jepara district to formulate policies so that carving remains the identity of society as the largest cultural culture of society. The research was conducted in Jepara Regency in collaboration with the City Planning Department of Jepara Regency. Research using black box method with focus of research on visual masterpiece and philosophy of Jepara city monument. The results of the research are (1). Criteria and concept of a monument that has a local cultural identity, (2). The work of designing a monument with an element of carving identity as part of the most prominent cultural culture. Keywords: Identity, monument, traditional carving Monumen merupakan sebuah identitas yang tak pelak memberikan pemahaman informatif  terhadap sebuah wilayah, tidak hanya itu monumen bersifat memorial, Jepara merupakan kota kecil dengan kultur budaya yang luas diantara budaya yang paling menonjol adalah ukir. Ukir di jepara lambat laun mulai tergerus dengan arus industrialisasi sehingga memberikan wacana terhadap pemerintah kabupaten jepara untuk merumuskan kebijakan supaya ukir tetap menjadi identitas masyarakat sebagai bagian terbesar kultur budaya masyarakatnya. Penelitian dilakukan di Kabupaten Jepara dengan berkerja sama dengan Dinas Tata Kota Kbupaten Jepara. Penelitian menggunakan metode black box dengan fokus penelitian terhadap karya visual dan filosofi monumen kota jepara. Hasil penelitian berupa (1). Kriteria dan konsep monumen yang memiliki identitas  budaya lokal, (2). Karya perancangan monumen dengan unsur identitas ukir sebagai bagian kulturasi budaya yang paling menonjol. Kata kunci: Identitas, monumen, ukir tradisi
PENINGKATAN KETERAMPILAN SANTRI DALAM DESAIN DAN LAYOUT GAMBAR UNTUK MENGHADAPI ERA MILLENIAL Olyvia Revalita Candraloka; Azzah Nor Laila; Eko Darmawanto
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2021): Jurnal Panrita Abdi - April 2021
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v5i2.8680

Abstract

Abstract. The technology development and information in the millennial era needs to be responded for community adaptively. One of them is boarding school which provides services, information, and prepares the competencies of graduates. Santri need to be provided Information Technology based skills. Therefore, this Community services partners with Al-Mustaqim Bugel Islamic Boarding School Kedung Jepara. It aims at improving the santri ability to design and layout images, improving the santri ability to make pamphlets, information on activities, and brochures through interesting pictures, improving information services at Al-Mustaqim Islamic Boarding School. The method of implementation in this activity includes motivation, training, mentoring, and evaluation. This service was held in the Al-Mustaqim boarding school hall.  It Involves three lecturers, and two students at the Jepara Nahdlatul Ulama Islamic University while the participants of this program were 20 senior male and female students of Al-Mustaqim Islamic Boarding School. The participants were enthusiastic and actively involved in the series of activities. The material of motivation is about life skill education, so that students are more enthusiastic about honing their skills. Training and mentoring focus on the techniques and practices of shooting, layout design, and cropping images. Furthermore, evaluation of activities through the Focus group discussion (FGD). The results of this community service provide the senior santri of Al-Mustaqim Islamic Boarding School in creating pamphlets through designs and image layouts so that it makes the innovation of information service, both on the board and social media.             Abstrak. Perkembangan teknologi dan informasi pada era millennial saat ini, perlu direspon secara adaptif oleh masyarakat. Termasuk pesantren dalam memberikan pelayanan, informasi, dan menyiapkan kompetensi lulusannya. Santri perlu dibekali keterampilan berbasis Teknologi Informasi (TI). Maka Program Kemitraan Masyarakat ini bermitra dengan Pesantren Al-Mustaqim Bugel Kedung Jepara. Hal itu bertujuan meningkatkan kemampuan santri membuat design dan layout gambar, meningkatkan kemampuan santri membuat pamflet, informasi kegiatan, serta brosur dengan gambar menarik, meningkatkan pelayanan informasi di Pesantren Al-Mustaqim. Metode pelaksanaan pada kegiatan ini meliputi motivasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di aula pesantren Al-Mustaqim. Melibatkan tiga dosen, dan dua mahasiswa Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara. Sedangkan peserta kegiatan adalah 20 santri putra putri yang senior di Pesantren Al-Mustaqim. Peserta antusias dan terlibat aktif dalam rangkaian kegiatan pengabdian. Materi motivasi tentang pendidikan life skill, sehingga santri lebih semangat mengasah keterampilannya. Pelatihan serta pendampingan fokus pada teknik serta praktek pengambilan gambar, desain layout, dan cropping gambar. Selanjutnya evaluasi kegiatan melalui Focuss Group Discussion (FGD). Hasil program kemitraan masyarakat ini santri senior Pesantren Al-Mustaqim dapat membuat pamflet informasi dengan design dan layout gambar bervariatif. Sehingga ada inovasi pelayanan informasi pesantren, baik dengan ditempel di papan maupun diposting melalui media sosial.  
WUWUNGAN MUSTOKO SEBAGAI SIMBOL IDENTITAS BUDAYA LOKAL Eko Darmawanto
Jurnal DISPROTEK Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/jdpt.v7i1.361

Abstract

Traditional activities such behavior rite still strongly attached to wuwungan artist of Mayong Lor community, thus, wuwungan have a lot of things related to what is actually behind the retention of rites in the making of wuwungan mustoko as visual communication process or the spirit of giving a specificity that make up a local identity through visual elements and symbols. This reasearch uses an interdisciplinary approach to design an interpretive qualitative research. The focus of research is the wuwungan mustoko craftsman and visual of wuwungan mustoko as a data source with Mayong Lor village as setting reaserch. The result of wuwungan mustoko reaserch has a modular structure, successive combination, repetition element and dynamism of time. Wuwungan mustoko is an aesthetic symbol of perspective dimension of monotheism and its creators tried to get closer to a God, as a justification strategy, on what is to be conveyed through the visualization of form and meaning in the identification and classification based on revelation of God as an identity of value and local beliefs, that is Islam Java Keywords: identity, mustoko, symbol, wuwungan Kegiatan tradisi berupa ritus laku masih melekat kuat pada perajin wuwungan dan masyarakat Mayong Lor sehingga wuwungan mustoko menyimpan banyak hal terkait apa sebenarnya dibalik ingin dilakukannya dan dipertahankannya ritus dalam pembuatan wuwungan mustoko sebagai proses komunikasi visual atau ruh sehingga memberikan sebuah kekhususan yang membentuk sebuah identitas lokal melalui unsur visual dan simbol. Penelitian ini menggunakan pendekatan interdisiplin dengan desain kualitatif interpretatif. Fokus penelitian adalah para perajin wuwungan, mustoko dan visual wuwungan mustoko sebagai sumber data dengan latar penelitian di Desa Mayong Lor. Hasil penelitian menunjukkan wuwungan mustoko memiliki struktur modular, kombinasi suksesif, unsur repetisi, dan dinamisme waktu. Wuwungan mustoko merupakan simbol dengan perspektif keindahan dalam dimensi tauhid yang mencoba mendekatkan pencipta dan penggunanya kepada tuhan, sebagai strategi pembenaran, atas apa yang ingin disampaikan melalui visualisasi bentuk dan makna mengenai identifikasi dan klasifikasi yang didasarkan atas ajaran Tuhan sebagai bentuk identitas akan nilai dan kepercayaan lokal yakni Islam Jawa. Kata kunci: identitas, mustoko, simbol, wuwungan
PENGEMBANGAN PRODUK UKIR BERBASIS DESAIN 3 DIMENSI MENGGUNAKAN MESIN CNC UNTUK INDUSTRI MEBEL Eko Darmawanto; Joko Minardi
Jurnal DISPROTEK Vol 8, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/jdpt.v8i2.545

Abstract

ABSTRACT Jepara furniture industry is currently working on carving products are always done by manual using conventional chiseling tools so that carving products are always different from craftsmen to each other, this is due to the condition of different craftsmen skills so that the results are also different both in terms of quality sculpture, precision and Character of carving results so that in the industrial world it becomes a problem should be avoided considering the problem of product uniformity and quality.dibutuhkan alternative solutions from the production side that can be developed in this study related to the transfer of machinery technology carved using CNC machine. The location of research on furniture industry which has CNC machine with focus of research is more to technical 3-dimensional design and design conversion process into G code and its execution using CNC machine in Jepara. This research uses qualitative research design with interdisciplinary approach, this research get result (1) got technical description of process of creating 3 dimensional design based on software, technical description of conversion of 3-dimensional carving design into G code and technical process of execution using CNC machine (2) got result Development of 3-dimensional carving design with local local motif integrated with CNC machine to support industrial development in the form of furniture product motif. Keywords: CNC, desain, G code, carving ABSTRAK Industri furniture Jepara saat ini pengerjaan produk ukirnya selalu dilakukan dengan manual menggunakan alat pahat konvensional sehingga produk ukir selalu berbeda dari pengrajin satu dengan yang lain, hal ini disebabkan oleh kondisi keterampilan pengrajin berbeda-beda sehingga hasilnya juga berbeda baik dari sisi kualitas pahatan, presisi dan karakter hasil ukiran sehingga di dalam dunia industri hal tersebut menjadi permasalahaan seharusnya dihindari mengingat masalah ketidakseragaman produk dan kualitas.dibutuhkan solusi alternatif dari sisi produksi yang mampu di kembangkan dalam penelitian ini terkait dengan alih teknologi permesinan ukir menggunakan mesin CNC. Lokasi penelitian terhadap industri mebel yang memiliki mesin CNC dengan fokus penelitian lebih kepada teknis desain ukir 3 dimensi dan proses konversi desain ke dalam kode G dan eksekusinya menggunakan mesin CNC di Jepara. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan interdisiplin, penelitian ini mendapatkan hasil (1) didapatkan deskripsi teknis proses penciptaan desain 3 dimensi berbasis software, deskripsi teknis konversi desain ukir 3 dimensi menjadi kode G dan proses teknis eksekusi menggunakan mesin CNC (2) didapatkan hasil pengembangan desain ukir 3 dimensi dengan motif lokal daerah yang terintegrasi dengan mesin CNC untuk mendukung pengembangan industri dalam bentuk motif produk mebel. Kata kunci: CNC, desain, G code, ukir
Penerapan Pengolahan Kelapa Menjadi Minyak Murni (VCO) Menggunakan Teknologi Pemanas Buatan Khusna Dwijayanti; Eko Darmawanto; Khotibul Umam
Journal of Dedicators Community Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/jdc.v2i1.637

Abstract

This community service activities aim to: 1) increase the creativity and innovation of members to make processed coconut products; 2) increase partner understanding of Virgin Coconut Oil (VCO) processing that is able to provide economic and health impacts; 3) increase the ability of members in designing the packaging for coconut products. This community service implementation method is an empowerment model for partners, namely PKK RT 02 RW 07 Demaan group, Jepara sub-district, with the following steps: 1) Preparation Stage; 2) Assessment Phase; 3) Stage of Alternative Planning Programs or Activities; 4) Formulation Phase of the Action Plan; 5) Stage of Implementation (Implementation) of Programs or Activities; 6) Evaluation Phase. The results obtained from this activity include: 1) Partners have creativity in running the PKK group program; 2) partners have the ability to process VC) as a means of improving the quality of the PKK program; 3) Partners in the process of producing VCO; 4) Partners understand the benefits of VCO for economic and health;
APE Islami Sebagai Media Interaktif di RA Ianatush Shibyan Batealit Jepara Khalimatus Sa'diyah; Eko Darmawanto; Zainul Arifin Muhammad Abduh; Ari Purnomo Endah Aflahani
Journal of Dedicators Community Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (722.941 KB) | DOI: 10.34001/jdc.v1i1.438

Abstract

AbstractThis community Service aims to: 1) improve innovation and teachers? creativity to create a conventional Islamic Educative Game?s Tool (APE) as interactive media learning; 2) improve understanding of the partners of creative Islamic APE 3) improve the ability of teachers in making conventional Islamic APE as interactive media learning. The expected results are: 1) increase the creativity of teachers in an effort to support learning activities; 2) the partner has the capability of conventional Islamic APE planning as an interactive medium of learning; 3) increasing the ability of partners in the learning process; 4) the Islamic APE favored by student; and 5) be able to increase lecturer?s participation in community development activities. Both in the handling aspects of the creation, quality, diversity and production, always involves the participation of partners. The partners also involved in all phase of this service. So that the product as the result are Iqro? Puppet, Iqro' Puzzle, and other creative products by teachers of RA I'anatush Shibyan.Keywords: RA, Islamic APE, educational toy, empowerment, and Interactive MediaAbstrakTujuan kegiatan untuk : 1) meningkatkan keatifitas dan inovasi guru membuat APE Islami konvensional sebagai media interaktif pembelajaran; 2) meningkatkan pemahaman mitra tentang APE Islami yang kreatif 3) meningkatkan kemampuan guru dalam teknik pembuatan APE Islami konvensional sebagai media interaktif pembelajaran. Hasil dari kegiatan ini diantaranya : 1) meningkatkan kreatifitas guru sebagai upaya menunjang kegiatan pembelajaran; 2) mitra memiliki kemampuan perencanaan APE Islami konvensional sebagai media interaktif pembelajaran; 3) meningkatnya kemampuan mitra dalam melakukan proses pembelajaran; 4) kreasi APE Islami yang disukai anak didik; serta 5) mampu meningkatkan partisipasi dosen dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat. Produk APE Islami konvensional berupa Wayang Iqro?, Puzzel Iqro? dan hasil kreasi guru-guru RA I?anatush ShibyanKata Kunci: APE Islami, RA, Pemberdayaan, Media interaktif
Pemanfaatan Kain Flanel Sebagai Alat Pembelajaran Edukatif Busy Book Di TK TA 03 Jerukwangi Kukuh Dwi Wijanarko; Eko Darmawanto; Sinta Permatasari; Nur Maila Assaadah; Fitri Amelia Nurjanah
Abdimas Singkerru Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Busy Book merupakan media pembelajaran anak usia dini yang terbuat dari bahan flanel, yang dibentuk sesuai pola yang diinginkan dengan warna-warna yang cerah. Sosialisasi dan pelatihan pembuatan Busy Book dilakukan di TK TA 03 Jerukwangi dukuh Seminding desa Jerukwangi RT 01 RW 10. Alasan dilakukan pembuatan Busy Book karena kegiatan pembelajaran yang dilakukan masih belum sesuai dengan karakteristik pendidikan anak usia dini karena terbatasnya SDM guru, dari fasilitas permainan anak dan kurangnya media pembelajaran yang menarik antusias anak, sampai saat ini pembelajaran yang masih berpusat dari majalah. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah: pertama, Pemberian pengetahuan dan wawasan tentang pentingnya media dan penerapannya dalam proses belajar mengajar. Pemberian wawasan tentang media pembelajaran yang sesuai. Pemberian materi disampaikan oleh dosen pengampu media pembelajaran. Kedua, pengenalan Busy Book sebagai media pembelajaran yang dapat diterapkan dalam kelas, dan yang terakhir pelatihan pembuatan Busy Book beserta penentuan langkah-langkah pembelajaran dalam kelas yang dilakukan oleh seluruh tim pengabdi dan guru-guru. Hasil dari pengabdian ini merujuk pada indikator keberhasilan kegiatan yaitu peserta paham dan mengerti apa itu media pembelajaran, pentingnya media pembelajaran apa itu Busy Book serta apa manfaatnya sebagi media pembelajaran, peserta mampu membuat Busy Book, dan peserta mampu menjelaskan langkah penggunaan Busy Book yang telah dibuatnya.
Pengembangan Desain Komunikasi Visual Melalui Motif Ukir Klasik Pesisir Berbasis Arsitektur Untuk Publikasi Wisata Pantai Eko Darmawanto; Mochammad Qomaruddin; Sholeh Fandi Hendriyono
SULUH: Jurnal Seni Desain Budaya Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : SULUH: Jurnal Seni Desain Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hingga saat ini motif ukir masih menjadi karakter yang kuat dalam mitologi di wilayah Jepara yang perlu dikokohkan dengan bentuk yang berbeda dan terintegrasi dengan dunia wisata sebagai pintu gerbang dalam memperkenalkan ikonik ukir kepada dunia luar. Kegiatan publikasi dengan unsur seni dan budaya saat ini belum menyentuh ranah unsur motif, sehingga desain yang bersifat ketimuran saat ini telah pudar dari yang seharusnya. Upaya penelusuran data berdasarkan realitas lapangan pada penelitian awal menunjukkan setidaknya terdapat sebaran wisata pantai Jepara yang memiliki potensi kuat dalam pengembangan desain publikasi dengan balutan motif. Dengan data yang komprehensif setidaknya diperoleh manfaat dalam penelitian ini yaitu: (1) perancangan desain melalui motif ukir sebagai penunjang publikasi wisata pantai dalam bentuk desain ikonik; (2) hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan kebijakan untuk perubahan perbub no. 10 tahun 2014 di wilayah kabupaten Jepara terkait cakupan bangunan ikonik yang tidak hanya di lingkungan pemerintah semata melainkan juga objek wisata. Metode penelitian dengan menggunakan metode glass box, yakni desain yang terukur, sistematis, dan rasional dengan pendekatan budaya lokal dan analisis data menggunakan alur Specific, Measurable, Attainable, Relevant, Timely (SMART).