Tika Afrilla
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Variasi bahasa dan fungsi ragam bahasa pada iklan10.10 aplikasi belanja daring dalam perspektif sosiolinguistik Tika Afrilla; Yeti Mulyati
Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol. 5 No. 1 (2023): JURNAL GENRE (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jg.v5i1.7323

Abstract

Sistem belanja daring di Indonesia semakin menunjukkan perkembangan yang signifikan, mulai dari penjualan sandang, pangan, maupun papan. Berbagai aplikasi belanja daring berusaha mempromosikan produk dan jasanya dengan cara-cara yang menarik, unik, dan kreatif; termasuk dalam penggunaan bahasanya. Sumber data pada penelitian ini diambil dari aplikasi Shopee, Lazada, Blibli, Tokopedia dan Bukalapak edisi 10.10 tahun 2022. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Pengumpulan data dengan dokumentasi. Prosedur yang dilakukan terhadap data yaitu: 1) mengumpulkan iklan produk periode 10.10 yang ada dalam aplikasi Shopee, Lazada, Bli-Bli, Bukalapak dan Tokopedia, 2) mendata dan mencatat iklan yang menunjukkan variasi bahasa, 3) menentukan fungsi variasi bahasa yang ada pada iklan tersebut, 4) menganalisis masing- masing variasi dan fungsi bahasa,5) Mengkategorikan variasi bahasa kemudian mendeskripsikan dan menyimpulkan secara fakta sesuai dengan hasil penelitian, 6) membuat kesimpulan. Hasil penelitian ini ditemukan 7 data yang termasuk dalam variasi bahasa Indoglish, 1 data variasi bahasa Tiongkok, 4 data variasi bahasa gaul/slang dan variasi bahasa akronim dan singkatan sebanyak 2 data. Selanjutnya juga ditemukan fungsi ragam bahasa yaitu fungsi informatif, fungsi direktif dan fungsi membangun citra.
Program dan Peran Guru Bahasa Indonesia sebagai Penunjang Prestasi dan Karakter Siswa Tika Afrilla; Yaya Sunarya
Diskursus: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 6, No 1 (2023): Diskursus: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/diskursus.v6i1.17635

Abstract

This research was conducted with the aim of knowing academic and non-academic programs, the role of Indonesian language teachers in supporting student achievement and character as well as the implementation of the school literacy movement at Teladan 1 High School Yogyakarta. This study used a qualitative descriptive method, data collection techniques were carried out through interviews. The subjects in this study were 2 Indonesian language teachers and the vice principal of student affairs at SMAN 1 Yogyakarta. Data analysis techniques consist of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. the research results obtained that school institutions play an important role in fostering interests, talents and skills through academic and academic programs. SMAN 1 Yogyakarta really accommodates its students in developing and achieving achievements. In addition, the teacher's role is quite large in motivating students, supporting achievement and character through learning Indonesian, the teacher is able to develop teaching materials, learning media, learning methods that are able to shed enthusiasm and be active in students, one of which is by giving students the freedom to find learning resources and based learning. class discussions, in addition to utilizing technology in learning. The method used to motivate is quite diverse, one of which is presenting the work of student teachers so that students are inspired to engage in creative writing and by giving appreciation to student work. In supporting student character, it can be through cultural and literary studies, as well as studying values, norms, behaviors contained in literary works in order to develop students' character with noble character in accordance with national culture. Apart from that, SMAN 1 Yogyakarta remains consistent with the school literacy movement which is implemented in various school activities such as outdoor studies which involve writing essays and camps which involve writing poetry. This is one way for schools to support student achievement who are smart, critical, innovative, critical and creative.Keywords: chool program, role of teacher, student achievement, school literacy movement
Membaca Sintopikal sebagai Fondasi Filosofis Pembelajaran Membaca Kritis di Perguruan Tinggi: Kajian Pemikiran Bachrudin Musthafa Syaidah Syaidah; Syihabuddin Syihabuddin; Farrah Mawaddah; Tika Afrilla
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 3 (2026): On Proses
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/qk5bym98

Abstract

Penelitian ini mengkaji pemikiran (Musthafa, 2025) tentang membaca sintopikal sebagai puncak hierarki membaca strategis dalam perspektif filsafat pendidikan. Penelitian ini bertolak dari kenyataan bahwa praktik membaca di perguruan tinggi Indonesia masih terbatas pada level elementer dan inspeksional, sehingga mahasiswa belum mampu menciptakan pengetahuan baru secara mandiri. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode kajian filosofis-hermeneutis yang didukung tes membaca berjenjang secara daring kepada 19 mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia UIN Abdul Muthalib Sangadji Ambon, artikel ini mengidentifikasi relevansi membaca sintopikal sebagai praktik epistemik yang memanusiakan sekaligus sebagai fondasi pembelajaran membaca kritis. Temuan kajian filosofis mengungkap tiga fondasi yang saling menguatkan: konstruktivisme epistemik  (Dewey, 1938; Vygotsky, 1978)yang memandang pengetahuan sebagai hasil konstruksi aktif; pedagogi kritis Freire yang memposisikan membaca sintopikal sebagai antitesis banking education; dan tradisi Bildung yang menempatkan membaca sebagai proses pembentukan identitas intelektual yang transformatif. Secara empiris, 84% mahasiswa menunjukkan pemahaman konseptual tinggi pada level elementer–inspeksional, namun hanya 32% mencapai level sintopikal, mengkonfirmasi kesenjangan antara mengetahui dan mempraktikkan. Sebanyak 89% mahasiswa mengakui relevansi kondisi yang didiagnosis, 95% mengalami transformasi perspektif sebagai indikasi daya Bildung, dan 100% merekomendasikan pengajaran membaca sintopikal secara eksplisit dan terstruktur. Implikasi utama artikel ini adalah desakan untuk menggeser paradigma pembelajaran membaca di perguruan tinggi dari asumsi bahwa kemampuan membaca kritis sudah dimiliki mahasiswa menuju komitmen pedagogis yang aktif melatihkannya sebagai keterampilan yang diajarkan, dibimbing, dan dinilai.