Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Eksistensi dan Nilai Karakter Pada Kesenian Kubro Siswo Di Magelang Endah Yusma Pratiwi; Maulida Masyitoh
Journal of Civics and Moral Studies Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jcms.v7n2.p135-140

Abstract

Eksistensi budaya lokal seringkali menghadapi tantangan di era modern. Budaya lokal harus berjuang untuk mempertahankan identitas dan keunikan mereka dalam menghadapi budaya global. Salah satu budaya kesenian yang mempertahankan ekistensinya adalah kesenian tari Kubro Siswo di Kabupaten Magelang. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan nilai karakter pada kesenian Kubro Siswo dan eksistensinya di Desa Paremono Kabupaten magelang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan datanya yaitu wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa , kesenian Kubro Siswo masih dilestarikan sampai saat ini. Terbukti adanya masyarakat yang melibatkan paguyuban Kubro Siswo Setora Remaja dalam kegiatan, adanya partisipasi masyarakat, dan dukungan dari pemerintah. Ada  dua nilai karakter yang sangat menonjol pada kesenian Kubro Siswo yaitu nilai religius dan nasionalis. Nilai tersebut terdapat dalam lirik lagu yang dinyanyikan. Selain itu ada juga nilai karakter lain seperti kedisiplinan yang terinternalisasi dari para pelaku seninya.
BUDAYA BELANJA ONLINE MASYARAKAT PALANGKA RAYA MELALUI APLIKASI SHOPEE Endah Yusma Pratiwi
JBT (JURNAL BISNIS dan TEKNOLOGI) Vol. 10 No. 2 (2023): JBT (JURNAL BISNIS dan Teknologi)
Publisher : Nsc Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu perkembangan akibat kemajuan teknologi yaitu fenomena budaya belanja online yang semakin populer. Banyak aplikasi online di antaranya yaitu Shopee, Lazada, Tokopedia. Belanja online memiliki manfaat karena mudah diakses. Sebaliknya juga menimbulkan perhatian terkait masalah keamanan data dan bagi masyarakatnya sendiri menimbulkan sifat hedon. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan belanja online menggunakan aplikasi Shopee bukan hanya memenuhi kebutuhan melainkan juga memenuhi keinginan karena memenuhi keinginan termasuk memenuhi kebutuhan psikologis. Adapun cara belanja dan cara pembayaran beragam menyesuaikan kemampuan, yaitu bisa melalui pengiriman langsung ke alamat dan melalui agen shopee. Pun dengan cara pembayarannya melalui toko waralaba mitra, ATM/M-banking, atau COD. Untuk hari belanja, mereka lebih memilih saat tanggal kembar dan tanggal 25 karena ada gratis ongkir. Belanja online memiliki kelebihan yaitu mudah, murah, bisa kredit. Sementara kekurangannya terkadang barang yang datang tidak sesuai dan kebiasaan belanja online ini membawa kesenangan serta menjadi candu sehingga bisa mengakibatkan pemborosan. Terlepas dari kelebihan dan kekurangan, penggunaan aplikasi belanja online ini ada di depan mata, masyarakat harus bisa memanfaatkannya dengan baik karena merupakan perkembangan dari sistem jual beli yang semula barter. 
Membangun Impian di Tepi Sungai: Strategi Pengelolaan Taman Bacaan Ransel Buku dalam Keterbatasan Endah Yusma Pratiwi; Hendrowanto Nibel; Syarah Veniaty; Yesninopy Yesninopy; Priska Lestari Siregar; Murnihati Harefa
Kaganga:Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora Vol. 8 No. 2 (2025): Kaganga:Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/kaganga.v8i2.13838

Abstract

The purpose of this study is to determine the management strategy of the Backpack Book Reading Park by first looking at its limitations. This research method uses a qualitative research approach. The selection of informants uses a purposive sampling technique. The results of the study showed that in Ransel Buku there were limited human resources which included the busyness of the managers and the lack of volunteers from outside. Management strategies included arranging books in rows, upgrading reading materials, opening dance classes, involving learners to participate outside Ransel Buku, involving parents/community in activities, maintaining good relations with donors and volunteers, and involving teachers to attend workshops. The conclusion is that these limitations do not make Backpack Book's performance decline, but with various strategies, efforts are still made so that students, especially children, enjoy studying at Backpack Book. Each reading park has its own strategy that adapts to the situation and conditions. Keywords: Community Reading Park (TBM), Management, Ransel Buku, Strategy.
Pelatihan Pembuatan Video Promosi Produk Bagi Kader Nasyiatul Aisyiyah Kalimantan Tengah Zahrotun Nafisah; Endah Yusma Pratiwi; Dwi Hermayantingsih; Muh. Supwatul Hakim; Remi Ayu Pratika
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 2 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i2.1314

Abstract

Transformasi digital menjadi kebutuhan penting bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam meningkatkan daya saing di era digital. Salah satu bentuk transformasi tersebut adalah melalui promosi produk secara daring. NA Corner, sebuah UMKM yang dikelola oleh kader Nasyiatul Aisyiyah Kalimantan Tengah di Kota Palangka Raya, telah memanfaatkan media sosial Instagram sebagai sarana promosi. Namun, pengelolaan konten pada akun tersebut masih belum optimal, khususnya dalam hal penyediaan video promosi. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pelatihan pembuatan video promosi menggunakan aplikasi CapCut kepada kader Nasyiatul Aisyiyah Kalimantan Tengah untuk meningkatkan kualitas konten digital NA Corner. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri atas tiga tahap, yaitu: (1) persiapan materi dan peralatan, (2) pelatihan pembuatan video promosi yang mencakup penyampaian materi, diskusi, dan praktik langsung, serta (3) evaluasi hasil pelatihan melalui penilaian video peserta dan kuesioner umpan balik. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kelompok 5 menghasilkan video promosi terbaik berdasarkan kriteria penilaian yang ditentukan. Evaluasi terhadap pemahaman peserta menunjukkan bahwa keberhasilan transfer pengetahuan mencapai lebih dari 90%. Kegiatan ini diharapkan dapat berdampak langsung pada peningkatan kualitas promosi produk, memperluas jangkauan pasar, serta berkontribusi terhadap peningkatan omzet harian NA Corner. Dengan demikian, pelatihan ini tidak hanya memperkuat kapasitas digital kader, tetapi juga mendukung peningkatan daya saing UMKM secara berkelanjutan.