Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PENYULUHANPENANAMANSAYURAN DENGAN MEDIAPOLYBAG Suprianto Pasir
Asian Journal of Innovation and Entrepreneurship Vol 3 No 03 (2014): September 2014
Publisher : UII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the world of agriculture and farming we often hear the term poly bag as agrowing medium, especially in planting to save farmland. Polybag election as a containerplant for cultivation is influenced by several factors such as cheap price, rustproof,durable, lightweight form uniform, not dirty quickly and easily obtained at the farmsupply store or store plastic. Polybag excellent addition to drainage, aeration, so theplants can flourish as dilahan. Determining the size of the poly bag suitable for plantgrowth is expected to improve productivity and efficiency in the use of media andnutrients.
Preparation and Application of Nickel Electroplating on Copper (Ni/EC) Electrode for Glucose Detection Muh. Supwatul Hakim; Haryoko Pangestu; Riyanto
Science and Technology Indonesia Vol. 7 No. 2 (2022): April
Publisher : Research Center of Inorganic Materials and Coordination Complexes, FMIPA Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2029.023 KB) | DOI: 10.26554/sti.2022.7.2.208-212

Abstract

An electrode of the nickel electroplating on copper (Ni/EC) has been prepared for a simple and low cost glucose sensor in human urine detection. The electrode was prepared by using pure copper (99.9%) with electroplating method in NiSO4 solution. The electrochemical oxidation of Ni/EC electrode was investigated bys using cyclic voltammetry method. Material Ni/EC identification of morphology used Scanning Electron Magnetic (SEM) and Energy Dispersive X-Ray (EDX). The electrochemical reaction of glucose was analyzed by the cyclic voltammetry method in some electrolyte solutions. Calibration curved was constructed and a linear response for glucose concentration at range 0-0.004 M with R2 = 0.992, LOD and LOQ was determined 4.85x10−4 M, 1.6x10−3 respectively. The proposed electrode might open up a new possibility for the determination of glucose concentration in human urine. Its advantages are simple to prepare, low cost analyzing, and excellent results.
Sosialisasi Pembuatan Biopestisida Alami dari Babadotan Kepada Kelompok Tani Kelurahan Habaring Hurung, Kecamatan Bukit Batu, Palangkaraya Chuchita C; Retno Agnestisia; Marvin Horale Pasaribu; Muh. Supwatul Hakim; Zimon Pereiz
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 2, No 4 (2023): July
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.8260334

Abstract

Penggunaan pestisida kimia dilakukan petani untuk menjaga tanamannya terhindar dari hama penyakit. Namun penggunaan pestisida kimia secara terus-menerus akan mengganggu kesehatan petani yang terlibat kontak langsung dengan pestisida kimia tersebut pada proses penyemprotan, dan juga kesehatan masyarakat yang bertindak sebagai konsumen karena bahan pestisida kimia yang digunakan pada hasil panen tidak akan hilang hanya dengan dibersihkan menggunakan air bersih. Selain penggunaan pestisida kimia juga akan mencemari lingkungan. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka dilakukan sosialisasi biopestisida alami dari Babadotan kepada kelompok tani Kelurahan Habaring Hurung, di Kecamatan Bukit Batu, Palangka Raya. Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kualitas hidup masyarakat setempat terutama dari sisi kesehatan masyarakat terkhususnya petani. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan praktik pembuatan biopestisida alami babadotan, pemberian materi berupa leaflet atau brosur, dan FGD (Focus Group Discussion). Hasil dari pengabdian ini secara umum memberikan bekal pengetahuan bagi petani tentang biopestisida alami yang aman bagi kesehatan dan ramah lingkungan yaitu dengan menggunakan Babadotan yang keberadaannya dianggap sebagai tumbuhan pengganggu bagi masyarakat terkhususnya petani menjadi tumbuhan yang sebaliknya sangat bermanfaat melalui pelatihan yang diberikan. Sehingga melalui pengabdian kepada masyarakat tersebut, dapat membantu petani di Kelurahan Habaring Hurung dalam mengatasi masalah kesehatan yang diakibatkan oleh penggunaan pestisida kimia. Luaran dari pengabdian masyarakat ini adalah brosur dan biopestisida alami dari Babadotan yang siap digunakan.
Sosialisasi Pembuatan Biopestisida Alami dari Babadotan Kepada Kelompok Tani Kelurahan Habaring Hurung, Kecamatan Bukit Batu, Palangkaraya Chuchita C; Retno Agnestisia; Marvin Horale Pasaribu; Muh. Supwatul Hakim; Zimon Pereiz
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 2, No 4 (2023): July
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.8260334

Abstract

Penggunaan pestisida kimia dilakukan petani untuk menjaga tanamannya terhindar dari hama penyakit. Namun penggunaan pestisida kimia secara terus-menerus akan mengganggu kesehatan petani yang terlibat kontak langsung dengan pestisida kimia tersebut pada proses penyemprotan, dan juga kesehatan masyarakat yang bertindak sebagai konsumen karena bahan pestisida kimia yang digunakan pada hasil panen tidak akan hilang hanya dengan dibersihkan menggunakan air bersih. Selain penggunaan pestisida kimia juga akan mencemari lingkungan. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka dilakukan sosialisasi biopestisida alami dari Babadotan kepada kelompok tani Kelurahan Habaring Hurung, di Kecamatan Bukit Batu, Palangka Raya. Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kualitas hidup masyarakat setempat terutama dari sisi kesehatan masyarakat terkhususnya petani. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan praktik pembuatan biopestisida alami babadotan, pemberian materi berupa leaflet atau brosur, dan FGD (Focus Group Discussion). Hasil dari pengabdian ini secara umum memberikan bekal pengetahuan bagi petani tentang biopestisida alami yang aman bagi kesehatan dan ramah lingkungan yaitu dengan menggunakan Babadotan yang keberadaannya dianggap sebagai tumbuhan pengganggu bagi masyarakat terkhususnya petani menjadi tumbuhan yang sebaliknya sangat bermanfaat melalui pelatihan yang diberikan. Sehingga melalui pengabdian kepada masyarakat tersebut, dapat membantu petani di Kelurahan Habaring Hurung dalam mengatasi masalah kesehatan yang diakibatkan oleh penggunaan pestisida kimia. Luaran dari pengabdian masyarakat ini adalah brosur dan biopestisida alami dari Babadotan yang siap digunakan.
Sosialisasi Pembuatan Sabun Herbal dari Minyak Atsiri Kenanga dan Lemon di SMA Muhammadiyah 1 Palangka Raya Erwin Prasetya Toepak; Dwi Hermayantiningsih; Muh. Supwatul Hakim
KALANDRA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 4 (2023): Juli
Publisher : Yayasan Kajian Riset Dan Pengembangan Radisi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55266/jurnalkalandra.v2i4.309

Abstract

Proses pembelajaran dikelas harus menghadirkan suasana pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Suasana yang baru dapat menjadikan siswa lebih mudah paham dengan materi yang disampaikan dan antusias dalam mengikuti proses pembelajaran khususnya mata pada pelajaran Kimia. Kegiatan pelaksanaan pengabdian masyarakat ini memberikan sosialiasi dan praktik pembuatan sabun herbal dengan menggunakan minyak atsiri kenanga dan lemon. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang proses pembuatan sabun herbal di SMA Muhammadiyah 1 Palangka Raya. Pengabdian masyarakat ini secara umum meliputi 3 kegiatan yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Kegiatan ini berlangsung sehari dan diikuti oleh 29 peserta. Proses pembuatan sabun dapat difahami dengan baik oleh peserta dan seluruh kegiatan berjalan dengan baik dan lancar.
A Review on Development of Porous Aluminosilicate-Based Zeolite Adsorbent for Heavy Metal Pollution Treatment Muh. Supwatul Hakim; Rendy Muhamad Iqbal; Fildzah 'Adany; Riandy Putra; Ici Nitriany; Idam Sulastri Telaumbanua; Raya Uli Sitorus; Rey Kamala Dewi
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol. 25 No. 2 (2024): Jurnal Sains dan Materi Indonesia
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jsmi.2024.1076

Abstract

Heavy metal contamination endangers human health and has been identified as a global issue. The rising concentration of heavy metals in industrial and domestic wastewater has prompted the quest for effective technologies and treatments to remove them. Zeolite is a promising material for eliminating heavy metals from diverse sources that pollute wastewater. Zeolite is a crystal comprised of hydrated aluminosilicates of alkali and alkaline earth metals in a threedimensional crystal network composed of easily controllable SiO4 4− and AlO4 5− . This review focuses on the critical analysis of the application of several zeolites for the adsorption of heavy metals from wastewater, namely Cd(II), As(III and V), Cr(III and VI), Cu(II), Pb(II), Ni(II), Mn(II), and Hg(II). The results of heavy metal removal reported by zeolites are summarized, and the chemical modification of zeolites with acid/base/salt reagents, surfactants, and metal reagents has been investigated, compared, and discussed. The adsorption/desorption capabilities, systems, operational parameters, isotherms, and kinetics of zeolites are then explained and compared.
A Studi Kasus: Analisis Laju Korosi Terhadap Berbagai Jenis Paku Hakim, Muh. Supwatul; Hermayantiningsih, Dwi; Nainggolan, Yuni; Sugiyani, Tina; Simbolon, Wenika; Yuneta; Silalahi, Anasthasya
Cipasung Techno Pesantren: Jurnal Ilmiah Vol 18 No 1 (2024): Cipasung Techno Pesantren: Scientific Journal
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Teknologi Cipasung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract— This research aims to determine the corrosion rate of different types of nails by immersing them in water of the same quality. The method used is weight loss method. Each nail was immersed in water for 1–7 days and then weighed every day. The highest corrosion rate was obtained for steel nails with an average corrosion rate of 0.09 mmpy and the lowest corrosion rate was obtained for wall nails with an average corrosion rate of 0.02 mmpy. The largest difference in nail weight after soaking was for the umbrella nail at 0.48 grams, while the smallest difference in nail weight was for the wall nail at 0.11 grams.
SURFACE MODIFICATION OF FLY ASH FROM ASAM-ASAM COAL POWER PLANT USING STEARIC ACID AS HYDROPHOBIC INORGANIC MATERIAL Manurung, Tety Wahyuningsih; Beladona, Siti Unvaresi Misonia; Hakim, Muh. Supwatul; Tesalonika, Lidya; Al-Hadi, Risfa Aliya; Iqbal, Rendy Muhamad
Jurnal Kimia Riset Vol. 9 No. 1 (2024): June
Publisher : Universitas Airlangga, Campus C Mulyorejo, Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jkr.v9i1.57370

Abstract

Abundant coal reserves make this material a substitute fuel choice, especially for industry. The use of coal carries a high risk due to incomplete combustion and produces fly ash products. Fly ash cause pollution and health risks as well as environmental contamination when they are released, deposited, or leached into the ecosystem over short or long periods of time. The high content of silica and alumina in fly ash can be utilized and modified into new materials with added value. This research aims to modify the surface of fly ash using stearic acid as a hydrophobic inorganic material. Fly ash from Asam-asam Coal Power Plant was characterized by using XRD and modified by immersing in stearic acid (2,4,6, and 8%) and 98% ethanol. The result showed that the contact angle increases when fly ash is modified on the surface using stearic acid. The contact angle increases with increasing stearic acid concentration. The highest contact angle was obtained at a stearic acid concentration of 8%, and the lowest at 2% was about 112.9 and 102.2, respectively. The fly ash composition was primarily silica and alumina, which were crystalline, as confirmed by XRD. These findings provide several aspects of fly ash and its potential as a candidate material for environmental remediation and waste management.
Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Bubuk Tinggi Protein dari Ikan Seluang untuk Pencegahan Stunting kepada Kader dan Ibu-ibu di Posyandu Melati, Menteng, Kota Palangka Raya Sugiyani, Tina; Nainggolan, Yuni Damayanti; Utaminingsih, Stella Monica Dara Muning; Hakim, Muh. Supwatul
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 1 No. 9 (2024): Juli
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/70w3sv43

Abstract

Stunting merupakan permasalahan kurangnya asupan gizi pada anak dan balita dalam jangka waktu yang cukup lama, sehingga menimbulkan perkembangan dan pertumbuhan anak menjadi terganggu. Posyandu Melati merupakan salah satu organisasi swadaya yang memiliki peran penting dalam membantu mengontrol pertumbuhan anak setiap bulannya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Posyandu Melati ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada kader dan ibu-ibu tentang stunting dan bahayanya bagi pertumbuhan anak dan balita. Selain itu diberikan juga pelatihan pembuatan bubuk tinggi protein dari ikan seluang. Metode pelaksanaan kegiatan yaitu melalui sosialisasi dan penyuluhan tentang stunting dan bahayanya kepada seluruh peserta kegiatan, serta pelatihan pembuatan bubuk tinggi protein untuk mencegah stunting. Berdasarkan hasil survey, lebih dari 50% peserta menyatakan setuju terhadap peningkatan pengetahuan tentang stunting setelah pelaksanaan kegiatan. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kepada kader dan ibu-ibu untuk terus memantau dan memonitoring pertumbuhan anaknya.
PELATIHAN PEMBUATAN MIE KAYA SERAT-PROTEIN DARI UBI JALAR DAN IKAN SELUANG SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING Yuliana Yuliana; Hanasia Hanasia; Ysrafil Ysrafil; Muh. Supwatul Hakim; Dwi Hermayantiningsih
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i1.27789

Abstract

Abstrak: Desa Jabiren menjadi lokus stunting tertinggi di Kabupaten Pulang Pisau mencapai angka 31,6%, lebih tinggi dari rata-rata prevalensi stunting di Kota Palangka Raya (27,8%) dan Provinsi Kalimantan Tengah (26,9%). Kurangnya pemahaman orang tua terhadap asupan gizi balita dan faktor-faktor mencetus stunting berkontribusi atas kejadian 26 balita mengalami stunting dari total 80 balita di Desa Jabiren. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan pengolahan pangan lokal yaitu ubi jalar dan ikan seluang menjadi inovasi pangan berupa Mie Kaya Serat-Protein (KASEIN). Peserta kegiatan berjumlah 40 orang dari kader PKK dan kader posyandu. Kegiatan ini dilaksanakan mulai dari persiapan, sosialisasi stunting, pelatihan membuat mie, dan evaluasi. Evaluasi menggunakan kuesioner menunjukkan bahwa peserta sangat setuju (68,33%) dan setuju (31,67%) kegiatan ini dilakukan. Pengetahuan peserta terkait stunting juga meningkat hingga 93,60% dan pelatihan mengolah pangan lokal menjadi Mie KASEIN berhasil dilakukan. Nilai uji organoleptik mie memperoleh 51,7% (sangat suka) dan 48,3% (suka). Peserta diharapkan terus berinovasi mengolah pangan lokal sebagai upaya pencegahan stunting.Abstract: Jabiren Village has the highest stunting prevalence in Pulang Pisau District at 31.6%, higher than the average stunting prevalence in Palangka Raya City (27.8%) and Central Kalimantan Province (26.9%). Parents' lack of understanding of toddler nutrition and the factors that trigger stunting contributed to the incidence of 26 stunted toddlers out of a total of 80 toddlers. This project aims to provide training in processing local food, namely sweet potato and seluang fish into food innovations in the form of Fiber-Protein Rich Noodles. There were 40 participants from PKK and Posyandu cadres. The activity begins with preparation, socialization of stunting, training in making noodles, and evaluation. Questionnaire evaluation showed that participants strongly agreed (68.33%) and agreed (31.67%) with project implementation. Participants' knowledge of stunting also increased to 93.60% and the training was successfully. The organoleptic test value of the noodles was 51.7% (very like) and 48.3% (like). Participants are expected to keep innovating in processing local food to prevent stunting.