Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Metode Kolaborasi dalam Supervisi Pendidikan Berbasis Al-Qur’an Agus Sarifudin; Darwis Hude; Ahmad Zain Sarnoto
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 02 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i02.4521

Abstract

Fakta menunjukkan bahwa masih rendahnya pengawasan mutu pendidikan yang, kurang dirasakannya dampak dan metode yang digunakan dalam supervisi pendidikan masih tidak efektif. Adapun tujuan spesifik dari penelitin ini adalah menemukan pemahaman metode kolaborasi dalam supervisi pendidikan menurut Al-Qur’an dan para ahli. Metode kolaborasi dapat diartikan sebagai kerja sama antara dua orang atau lebih yang saling memahami permasalahan secara bersama-sama dan saling membantu memecahkan permasalahan secara bersama-sama pula. Penelitian ini menemukan bahwa tema metode kolaborasi dalam supervisi pendidikan berbasis Al-Qur’an terletak pada pemahaman tentang syirkah dan ta’awun dengan didukung penguasaan skill interpersonal seperti prinsip tauhid,  kebersamaan, saling menolong, musyawarah, amanah, dan kerja sama. Penelitian ini relevan dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara dalam teori Trikon, yakni: “kontinuitas”, “konvergenisitas”, dan “konsentrisitas”. Penelitian ini juga sejalan dengan teori kolaborasi oleh Chris Ansell Alison Gash tentang collaborative governance. Penelitian ini memiliki perbedaan pendapat dengan Fiedler yang menyampaikan dalam teori kontingensi yang berdasarkan pada tiga hal yakni hubungan atasan bawahan, orientasi tugas, dan wibawa pimpinan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, berbasis riset kepustakaan, kajian Al-Qur’an, publikasi penelitian, jurnal, dan artikel. Serta penggunaan tafsir tematik (tafsir maudhû’i) karena bisa menghasilkan penafsiran yang komprehensif, sistematis, dan mudah dipahami.
PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN BERBASIS AL-QUR'AN Adi Mansah; Darwis Hude
Taraadin : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : FEB Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/trd.1.2.152-166

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis tentang pendidikan kewirausahaan berbasis Al-Qur’an. Metode yang digunakan yaitu library research yang bersifat penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan tafsir maudhu’I atau tematik. Dalam membahas masalah, pengumpulan data di lapangan digunakan dengan teknik analisis dengan mengkaji ayat-ayat, ditafsirkan dan meninjau hadits-hadits yang berkaitan dengan penelitian ini kemudian di analisis dan disajikan secara komprehensif.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan kewirausahaan merupakan sebuah proses belajar mengajar dengan integrasi nilai spiritual, sosial dan nilai-nilai Al-Qur’an seperti inovasi, kejujuran, keadilan, kesetaraan dan toleransi yang memiliki tiga pokok yaitu creatifity innovation, opportunity creation dan calculated risk talking. Nilai-nilai Al-Qur’an diantaranya seperti Al-Kasb, Al-sa’yu, Al-‘Amal, Ibtigha, Al-Tijarah, Al-Rizq, dan Al-Fadhl.
Ulumul Qur’an : Keadilan Organisasional Dalam Al Quran Dan Implikasiny Herlin Yulianti; Darwis Hude
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6222

Abstract

This paper examines organizational justice from a Qur’anic perspective and its implications for the management of Islamic educational institutions. The main problem addressed in this study concerns how the concept of justice in the Qur’an can be understood through the approach of Qur’anic studies and applied as a foundation for managing Islamic educational institutions. This study aims to explore the principles of Qur’anic justice and their relevance to organizational justice in educational management. The research employs a qualitative library-based method by analyzing Qur’anic verses, classical and contemporary Qur’anic commentaries, and scholarly works on Qur’anic studies and Islamic educational management. Data are analyzed thematically by considering linguistic aspects, the context of revelation, and interrelationships among verses. The findings indicate that the Qur’an conceptualizes justice as proportionality, objectivity, and trustworthiness in managing institutional relationships. These principles correspond substantially with the concept of organizational justice in modern management. The study concludes that Qur’anic justice can serve as an ethical and normative foundation for the management of Islamic educational institutions in order to promote fair, professional, and welfare-oriented governance
Metode Profetik dalam Pendidikan Karakter Kepemimpinan Perspektif Al-Qur’an zakiyamani zakiyamani; Darwis Hude; Muhammad Hariyadi
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.4443

Abstract

Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan karakter kepemimpinan dalam perspektif Al-Qur’an dapat dikembangkan melalui metode profetik yang berakar pada keteladanan dan nilai-nilai pendidikan Nabi Muhammad Saw. Metode profetik tersebut menekankan integrasi dimensi spiritual, moral, dan praksis dalam pembentukan karakter kepemimpinan, khususnya nilai kejujuran (shiddīq), amanah, kemampuan komunikasi (tablīgh), dan kecerdasan (fathānah). Penerapan metode ini terbukti efektif dalam melahirkan pemimpin Islami yang berpegang pada ajaran Islam, mampu menjadi teladan, bertanggung jawab dalam menjalankan amanah kepemimpinan, bersikap adil, serta memiliki kepedulian terhadap kesejahteraan pengikutnya. Temuan penting lainnya mengungkap keberhasilan Nabi Muhammad Saw sebagai figur pemimpin paling berpengaruh sekaligus pendidik yang berhasil mencetak generasi sahabat dengan karakter kepemimpinan unggul. Kesimpulan tersebut diperoleh melalui kajian mendalam terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang mengandung isyarat metode profetik dan pendidikan karakter kepemimpinan, yang dianalisis secara komprehensif menggunakan pendekatan tafsir tematik. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji pola interaksi dan strategi pendidikan Nabi Muhammad Saw dalam membina para sahabat yang berkontribusi signifikan terhadap pembentukan karakter dan pengembangan kapasitas kepemimpinan mereka. Secara teoretis, penelitian ini sejalan dengan pandangan Warren Bennis yang menegaskan bahwa kepemimpinan merupakan hasil proses pendidikan, serta sejalan dengan pemikiran Muhammad Akrom Al-‘Adlūni dan Ronny Siagian yang menyatakan bahwa karakter kepemimpinan dapat ditanamkan dan dikembangkan melalui proses pembelajaran yang berkelanjutan. Namun demikian, temuan penelitian ini berbeda dengan pandangan Thomas Carlyle dan William James yang menganggap kepemimpinan sebagai sifat bawaan sejak lahir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan tahapan analisis deskriptif, analisis isi, dan penarikan kesimpulan. Metode penafsiran yang digunakan adalah tafsir tematik (maudhū‘ī) dengan pendekatan historis terhadap kehidupan dan kepemimpinan Nabi Muhammad Saw.