Lian Adhalia
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Knowledge and attitudes about COVID-19 are associated with student compliance with health protocols Lian Adhalia; Retno Sintowati
International Journal of Health Science and Technology Vol 4, No 3 (2023): April
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/ijhst.v4i3.2849

Abstract

COVID-19 is a virus that spreads through droplet splashes that can remain active for several hours in the air. The main strategy to overcome the transmission of the covid-19 virus is to implement the COVID-19 protocol as a preventive effort. This study uses a cross-sectional research design with 134 respondents, with a sampling technique using simple random sampling. Data collection using Google form distributed via WhatsApp group. Data were processed using univariate, bivariate, and multivariate analysis. The chi-square test analysis showed a relationship between knowledge and attitudes about COVID-19 with compliance with the COVID-19 protocol with p 0.000 0.05. In contrast, the logistic regression test results showed a relationship between knowledge and attitudes about COVID-19 with compliance with the COVID-19 protocol with an R-Square value of 0.543. The conclusion that can be drawn from this study is that there is a relationship between knowledge and attitudes about COVID-19 with student health protocol compliance with OR values of 9.19 and 9.28, respectively, with an R-square value of 0.543. The contribution of the research is that students are expected to be able to apply health protocols correctly and consistently during covid-19.
Manajemen Pendekatan Kedokteran Keluarga pada Pasien Ny. S Perempuan 53 Tahun dengan Batuk Kronis Ulal Azka Alfiyatur Rohmaniyah; Lian Adhalia; Chairul Latief; Farhan Firliansah Adiningrat; Yusuf Alam Ramadhon; S Setyaningsih
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Bronkitis adalah penyakit infeksi yang menyerang bronkus di saluran pernapasan. Bronkitis kronis didefinisikan sebagai batuk produktif kronis yang terjadi lebih dari 3 bulan dan berlangsung selama kurun waktu 2 tahun. Prevalensi penyakit bronkitis menurut Profil Kesehatan Kabupaten Sukoharjo Tahun 2021 berada pada urutan ke-7 dengan total kasus mencapai 24.005 kasus. Tujuan: Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui faktor risiko, masalah klinis dan memberikan penatalaksanaan pasien dengan implementasi layanan dokter keluarga holistik berdasarkan pendekatan kedokteran berbasis bukti melalui pendekatan yang berfokus pada pasien dan keluarga. Metode: Penelitian ini adalah laporan kasus. Data primer didapatkan dengan anamnesis (tidak langsung dari anggota keluarga dan langsung dari pasien), pemeriksaan fisik serta kunjungan ke rumah pasien untuk melengkapi data keluarga, psikososial, dan lingkungan. Data sekunder diperoleh melalui rekam medis pasien di puskesmas. Penilaian didasarkan pada diagnosis holistik dari awal, proses, serta akhir studi kuantitatif dan kualitatif. Hasil: Perempuan 53 tahun dinyatakan menderita bronkitis kronis. Pasien merasakan batuk lebih dari 6 bulan, dalam 2 minggu terakhir pasien mengeluhkan batuk setiap hari. Hasil evaluasi didapatkan keluhan dan kekhawatiran pasien berkurang, pengetahuan pasien dan keluarga mengenai Bronkitis kronis masih kurang dan perlu diedukasi lebih lanjut. Kesimpulan: Bronkitis kronis yang terjadi pada pasien disebabkan oleh stress dan minimnya ventilasi rumah.
Penyuluhan tentang Mengenal Manajemen Nyeri di Panti Asuhan Keluarga Yatim Muhammadiyah Surakarta Eka Prasetyawan; Raafika Studiviani; Shintia Suci Pratama Dewi; Indra Pradani Khumala; Nur Alfi Khoirul Fajriati; Dwi Advina Herdiyanti; Setyaning Putri; Lian Adhalia
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyeri adalah pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan atau berpotensi menimbulkan kerusakan jaringan, atau keadaan yang menggambarkan kerusakan jaringan tersebut (Kemenkes, 2022). Nyeri sering kita temukan dalam kehidupan sehari – hari, apabila tidak tertangani dengan benar dapat menyebabkan keadaan yang tidak menguntungkan bagi pasien baik secara fisiologis, emosional, dan psikologis. (Kardewi, 2018). Strategi penatalaksanaan nyeri atau manajemen nyeri merupakan suatu tindakan mengurangi nyeri, yang dapat ditangani dengan manajemen farmakologi dengan obat- obatan anti nyeri dan nonfarmakologi (Kemenkes, 2022). Langkah yang digunakan dengan memberikan penyuluhan mengenai materi dan pretest-postest. Rata-rata jawaban benar pretest 55.7 dan posttest 86.57. Terdapat hasil peningkatan rerata soal benar pada hasil posttest. Oleh karena itu penyuluhan ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan penanganan secara awal mengenai nyeri.
Seorang Laki-Laki 30 Tahun dengan Gangguan Skizoafektif Tipe Depresif (F25.1): Case Report Review Lian Adhalia; Wahyu Nur Ambarwati
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan skizoafektif merupakan gangguan jiwa yang menggambarkan terjadinya gejala psikotik dan afektif secara bersamaan. Penyebab dari gangguan skizoafektif adalah ketidakseimbangan pada dopamin, norepinefrin dan serotonin. Pada pasien ini memenuhi kriteria diagnosis skizofrenia paranoid dan gangguan afek depresif yang sama-sama menonjol. Gejala skizofrenia pada pasien ini terdiri dari: Thougt of echo, thought broadcasting, waham curiga, waham kejar dan halusinasi auditorik tipe komenting. Sedangkan gejala gangguan afektif depresif terdiri dari Afek depresif, anhedonia dan anergia, ditambah dengan gejala tambahan seperti, merasa dijauhkan orang-orang, tidak percaya diri, merasa dirinya tidak berguna, pasien merasa masa depannya sudah tidak ada lagi harapan, nafsu makan berkurang dan melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Pasien ini mendapatkan terapi antipsikotik (Clozapine 2 x 100 mg) dan antidepresan ( Escitalopram 1x20 mg). Pasien dan keluarga juga mendapatkan psikoedukasi. Prognosis pasien tergantung dari diagnosis yang ditegakkan dan pengobatan yang adekuat.
Apendisitis Kronis dan Hernia Inguinalis Lateralis Reponibel Dextra dengan Simpel Apendektomi dan Hernia Repair: Laporan Kasus Lian Adhalia; Budi Yuwono
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Apendisitis merupakan peradangan pada apendiks vermiformis yang terjadi karena obstruksi lumen yang disebabkan oleh hiperplasi folikel limfoid, fekalit, parasit dan tumor. Kasus ini menjelaskan seorang pasien laki-laki 49 tahun dengan nyeri perut kanan bawah dan area bawah pusar yang dirasakan semakin memberat saat aktivitas dan diperingan dengan posisi tungkai atas ditekuk. Pasien juga mengeluhkan adanya mual dan muntah. Pasien juga mengeluhkan adanya benjolan di lipatan paha kanan yang muncul saat pasien melakukan aktivitas berat dan seringkali benjolan berpindah di skrotum. Benjolan bisa menghilang jika pasien memasukkannya kembali dengan jari. Benjolan muncul sejak 10 tahun SMRS, pasien tidak merasakan adanya nyeri. Pada pemeriksaan lokalis didapatkan tampak benjolan berbentuk memanjang di regio inguinalis dextra, warna sama dengan kulit sekitar, saat pasien batuk dan mengejan benjolan tampak berpindah ke skrotum dan pada Palpasi terdapat benjolan yang bisa di reposisi. Pada pemeriksaan penunjang USG didapatkan kesan apendisitis kronis. Pasien ini didiagnosis Apendisitis Kronis Dan Hernia Inguinalis Lateralis Dextra Reponibel dan dilakukan tindakan Apendektomi Dan Hernia Repair.