p-Index From 2021 - 2026
1.204
P-Index
This Author published in this journals
All Journal PESHUM
Ervina Safitri Herdianing
Universitas Jember

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Solidaritas Para Buruh Tani Dalam Menghadapi Modernisasi Di Sektor Pertanian Chechya Avayah Tiffany; Cindy Eka Ernanda; Ervina Safitri Herdianing
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 4: Juni 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v2i4.1714

Abstract

Negara agraris adalah julukan bagi Indonesia di mana hampir separuh masarakatnya bermata penacaharian dan menggantungkan hayatnya ke bidang pertanian. Bidang pertanian memiliki  peran bernilai sebagai penyerapan tenaga kerja di pedesaan. Tak sedikit dari masyarakat desa yang memutuskan untuk bekerja di sektor pertanian. Sebutan buruh tani disandang oleh seorang yang bertugas pada lahan pertanian punya orang lain untuk agar memperoleh hasil gaji dari empunya sawah tersebut karena sudah menggarap lahannya. Dalam melakuakn pekerjaannya menjadi seorang buruh yang menggarap lahan pertanian, para buruhmembentuk sebuah  kelompok yang menciptakan sebuah solidaritas antar buruh tani. Solidaritas sosial tercipta agar masyarakat senantiasa hidup saling menghargai dan dapat menciptakanketergantungan dan keterkaitan antar individu agar tercpainya tujuan bersama. Kelompok sosial terbentuk atas dorongan ketergantungan dan keterkaitan antar individu  satu dengan individu yang lain. Namun terjadinya berbagai macam bentuk perubahan yang ada pada pembangunan di sektor  pertanian mengakibatkan berubahnya  bentuk struktur pada ekonomi dan budaya  pada masyarakat pedesaan, khususnya hal tersebut terjadi kepada buruh tani.  Abad globalisasi mempunyai imbas yang tangguh di segala ukuran yang dapat menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan sosial baik secara positif maupun negatif. Alat pertanian sudah dikenalkan sudah sejak lama, namun terdapat evaluasi-evaluasi yang berlangsung dengan baik numan juga banyak pula yang gagal. Alat pertanian di bagi dua yakni alat pertanian kuno atau tradisional dan juga alat pertanian yang sudah modern. Dalam penelitian ini menggunakan paradigma kualitatif  dengan menggunakan metodologi etnografi dimana subjeknya tidak hanya fokus pada  satu individu saja.
Keunikan Roti Buaya Betawi: Sebagai Lambang Kesetiaan Di Kota Depok Jawa Barat Chechya Avayah Tiffany; Ervina Safitri Herdianing; Putri Kusvianti
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 4: Juni 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v2i4.1729

Abstract

Dalam sebuah kehidupan, masing-masing dari kita memiliki tujuan hidup untuk bisa bersama dalam satu tujuan dan ikatan. Indonesia merupakan sebuah negara yang kaya akan sebuah tradisi dan  kebudayaan. Salah satu bentuk perwujudan sebuah ikatan yakni dengan melakukan sebuah pernikahan menggunakan tradisi budaya yang dimiliki salah satunya adalah tradisi pernikahan milik suku Betawi. Keindahan pada budaya Betawi yang bersahaja menyangkut sejarah, makna, filosofi serta upacara yang berkaitan dengan masyarakat. Suku Betawi sendiri berada di wilayah Daerah Khusus Ibukota. Jakarta dan sekitarnya yang tentunya masih menjalankan tradisi Adat suku Betawi. Keunikan tradisi pernikahan adat Betawi adalah menggunakan sepasang roti berbentuk buaya yang digunakan sebagai lambang kesetiaan bagi kedua pasangan dalam mengarungi kehidupan berumah tangga. Dalam tradisi pernikahan roti buaya adat Betawi ini memiliki makna dan juga filosofis yang baik kepada Tuhan Yang Maha Esa  kemudian doa dan harapan- harapan baik tersebut ditujukan untuk kedua mempelai agar rumah tangga yang bertahan lama, dengan mengandung harapan baik seperti kesetiaan, kemapanan, cinta kasih sampai akhir hayatnya. Tujuan penelitian ini digunakan untuk mengetahui makna dan filosofis dari penggunaan roti buaya sebagai lambang kesetiaan perkawinan adat Betawi. Metode yang digunakan dalam pembuatan penelitian ini dengan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yang menjadikan informan sebagai subjek penelitian.